Ilustrasi Hikmah Hari ini | Republika

Hikmah

04 Aug 2022, 03:30 WIB

Menjejali Muharram dengan Amal

Banyak amal utama lagi berlipat pahala yang bisa kita lakukan pada bulan Muharram ini.

OLEH MOCH HISYAM

Kini, kita berada di awal Muharram, bulan suci lagi mulia. Mari kita motivasi diri untuk menyingsingkan lengan baju menjejali Muharram dengan amal suci agar menjadi pijakan yang kokoh dalam mengarungi tahun yang baru ini.

Muharram merupakan bulan istimewa lagi mulia. Karena keistimewaannya, Muharram dijadikan bulan pertama sekaligus pembuka tahun baru Islam. Sedangkan kemuliaannya dapat kita lihat dari keberadaan bulan ini di sisi Allah SWT dan berlipat pahala dari amal yang terdapat di dalamnya.

Berdasarkan penelusuran sejarah terkait nama-nama bulan dalam Islam, Muharram yang sedang kita jalani ini dahulunya dikenal dengan nama Safar Awal. Dengan turunnya surah at-Taubah ayat 36, nama Safar Awal ini diubah menjadi Muharram. Di dalam kitab Syarah Shahih Muslim, Imam as-Suyuti, menjelaskan, Muharram memiliki perbedaan dengan bulan-bulan lain. 

Nama Muharram muncul baru ketika ajaran Islam datang. Hal ini pulalah yang membuat Muharram disebut Nabi Muhammad SAW sebagai syahrullah, bulannya Allah SWT. Sebab, Allah memberikan perhatian khusus kepada bulan ini.

Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus.” (QS at-Taubah: 36). 

Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan, yang dimaksud empat bulan haram adalah bulan Dzulqaidah, Dzulhijah, Muharram (tiga bulan ini berurutan), dan Rajab. Pada bulan-bulan ini, masyarakat Arab dilarang berperang karena disucikannya keempat bulan tersebut. Oleh karena itu, ia juga dinamakan Syahrullah Asham, yang artinya bulan Allah yang sunyi dari peperangan.

Terkait dengan dijadikannya Muharram sebagai pembuka tahun sangatlah tepat. Pasalnya, dengan kesucian dan kemuliaan Muharram memacu kita untuk mengawali tahun dengan amal-amalan yang suci lagi mulia. Muharam sangat tepat untuk melakukan resolusi dalam setahun ke depan, khususnya resolusi spiritual dan mental.

Dalam kitab Fathul Bari, huz 8 halaman 108, Ibnu Hajar al-Asqalani menyebut bahwa hikmah dijadikannya Muharram sebagai awal tahun karena kesucian bulan ini. Dengan dijadikannya Muharram sebagai awal tahun, tahun Hijriyah akan dimulai dengan bulan suci (Muharram) dan ditutup dengan bulan suci pula (Dzulhijah/berhaji).

Pada tengah-tengahnya ada Rajab dan di dua akhir ada Dzulqaidah dan Dzulhijah. Hal ini menunjukkan bahwa amal-amal itu bergantung atau dinilai berdasarkan penutupnya.

Banyak amal utama lagi berlipat pahala yang bisa kita lakukan pada bulan Muharram ini. Syekh Abdul Hamid menuangkan 12 amalan bulan Muharram sesuai sunah ke dalam sebuah nadham.

"Ada sepuluh amalan di dalam bulan Asyura, yang ditambah lagi dua amalan lebih sempurna. Puasalah, shalatlah, sambung silaturahim, ziarah orang alim, menjenguk orang sakit, dan celak mata. Usaplah kepala anak yatim, bersedekah, mandi, menambah nafkah keluarga, memotong kuku, membaca surah al-Ikhlas 1.000 kali."

Rasullullah SAW bersabda: “Sebaik-baik puasa setelah Ramadhan adalah puasa di bulan Allah, bulan Muharram," (HR Muslim).

Wallahu a'lam.


15 Game Online Fasilitasi Perjudian Telah Diblokir

Meski 15 game online telah diblokir, diyakini masih ada aplikasi lain yang digunakan sebagai sarana berjudi.

SELENGKAPNYA

Drone Akhiri Perjalanan Pak Dokter Alqaidah, Al-Zawahiri

CIA melakukan serangan drone di ibu kota Afghanistan yang menewaskan Al-Zawahiri.

SELENGKAPNYA
×