Presiden Joko Widodo (kanan) didampingi Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo (kiri) mengisi daya mobil listrik saat peresmian Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) Ultra Fast Charging di Central Parking Nusa Dua, Badung, Bali, Jumat (25/3/2022) | ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/aww.

Ekonomi

01 Aug 2022, 17:33 WIB

PLN Terus Bertransformasi

PLN menghemat dana Rp 10,85 triliun lewat optimalisasi proses digital.

 

JAKARTA — PT PLN (Persero) terus melakukan transformasi sesuai arahan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Perusahaan listrik pelat merah itu juga terus beradaptasi dengan dunia digital dalam menjalankan bisnisnya. 

"Sebagai perusahaan negara yang menjalankan amanah untuk memberikan layanan listrik ke masyarakat, PLN terus beradaptasi dengan kemajuan zaman, termasuk mendorong digitalisasi demi memberikan pelayanan terbaik ke pelanggan," kata Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo di Jakarta, Ahad (31/7).

Darmawan mengingatkan seluruh insan PLN agar senantiasa menjaga capaian kinerja yang positif. Hal ini selaras dengan transformasi PLN yang memiliki memiliki empat aspirasi, yaitu green, lean, innovative, dan customer focused yang telah terlihat.

"Transformasi yang sedang berjalan di PLN telah membuahkan hasil. Kita berharap, ini akan mendukung keseluruhan transformasi yang kita harapkan menjadikan PLN sebagai perusahaan kelistrikan terkemuka di Asia Tenggara," kata Darmawan.

photo
Sejumlah mobil listrik berjalan keluar dari Kantor PLN UP3 Banyuwangi untuk melanjutkan Touring PLN E-Mobility di Jawa Timur, Sabtu (23/7/2022). PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) (PLN) menggelar tur mobil listrik dari Jakarta hingga Bali sebagai upaya mengkampanyekan kendaraan listrik di Indonesia serta untuk membuktikan kepada masyarakat bahwa mobil listrik lebih nyaman, hemat dan aman. - (ANTARA FOTO/Budi Candra Setya/wsj.)

Darmawan menjelaskan, PLN terus memberikan layanan terbaik bagi pelanggannya. Perkembangan teknologi yang ada serta dinamika warganet di sosial media juga turut diperhatikan sehingga layanan PLN 123 kini berkembang dan kian terintegrasi. PLN juga terus mengembangkan layanan dalam genggaman untuk pelanggan lewat New PLN Mobile, aplikasi yang dengan mudah menghubungkan pelanggan dengan perusahaan di ponsel mereka.

Transformasi bisnis juga telah dilakukan dengan meningkatkan pelayanan kelistrikan pelanggan melalui Pelayanan Teknik (Yantek) Optimalization. PLN menyinergikan aplikasi New PLN Mobile dengan sistem Virtual Command Centre (VCC) di internal PLN sehingga pengaduan bisa termonitor.

“Kita optimistis, manajemen pelanggan PLN akan semakin lebih baik pada era digital ini. Seluruh insan PLN siap mendukung kebutuhan pelanggan melalui contact center yang kian terintegrasi," kata Darmawan.

PLN berhasil menghemat dana Rp 10,85 triliun lewat optimalisasi proses digital dalam bisnis internal dan pelayanan seiring dengan program transformasi perseroan. Proses digitalisasi dalam bisnis PLN bukan lagi dijalankan secara parsial, ungkap Darmawan, melainkan secara integral, komprehensif, dan holistik dengan melibatkan banyak pihak.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by PLN (pln_id)

Transformasi PLN dilatarbelakangi oleh adanya kebutuhan kekinian, termasuk adanya perubahan kondisi kelistrikan di Indonesia dari sebelumnya defisit menjadi surplus. Situasi pandemi Covid-19 turut menghadirkan tantangan yang justru dengan baik dijadikan momentum percepatan proses transformasi PLN.

Sejak 21 April 2020, PLN telah meluncurkan program transformasi dengan salah satu agendanya digitalisasi guna meningkatkan kinerja perusahaan. Darmawan menjelaskan, ada sejumlah program digitalisasi yang sudah dirasakan manfaatnya untuk efisiensi bisnis internal. 

Pertama, digital procurement menjadikan proses pengadaan terdigitalisasi secara end to end sehingga proses menjadi lebih transparan, simpel, dan efisien. Berjalannya pengadaan digital ini disebut telah berhasil menghemat biaya operasional hingga Rp 1.608 triliun.

Kedua, digitalisasi pembangkit untuk proses yang lean dan cost yang efisien. Setidaknya, digitalisasi pembangkit telah memberikan penghematan mencapai Rp 100,2 miliar.

Ketiga, bergulirnya digitally enable distribution excellences yang memungkinkan proses pemeliharaan dilakukan dengan efisien dan pengambilan keputusan dengan lebih cepat. Program ini telah memberikan penghematan hingga Rp 235,6 miliar.

Keempat, program dispatch optimization yang menjadikan pengaturan sistem kelistrikan andal, berkualitas, dan ekonomis. Digitalisasi sistem kelistrikan ini telah memberikan penghematan mencapai Rp 8,91 triliun.

photo
Pekerja menyelesaikan proyek pembangunan infrastruktur gardu induk dan tranmisi PT PLN (persero) di Desa Lam Puja, Kecamatan Darussalam, Kabupaten Aceh Besar, Aceh, Rabu (26/1/2022). - (ANTARA FOTO/Ampelsa/aww.)

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan, sektor kelistrikan memegang peranan penting dalam kehidupan masyarakat dan juga perekonomian Indonesia. Hal ini yang menjadi dasar di balik tingginya biaya investasi dalam sektor kelistrikan.

"Sering dibilang PLN utangnya Rp 500 triliun. Indonesia saat itu dengan pertumbuhan yang tinggi memang memerlukan investasi percepatan ketenagalistrikan, ingat kita pernah punya program 35 ribu megawatt (mw) karena industri kita naik," kata Erick.

Erick menyampaikan, program yang diluncurkan pada 2015 merupakan upaya pemerintah dalam mencukupi kekurangan listrik. Namun, Erick tak menampik jika perjalanan program ini tak selalu mulus lantaran munculnya pandemi Covid-19.

"Sekarang memang karena Covid-19 kita kelebihan listrik hampir 16 ribu mw, tapi waktu itu kekurangan listrik 35 ribu mw. Ini sesuatu yang terjadi tidak bisa dipilih. Kalau menyalahkan menteri dan dirut sebelumnya juga tidak bijak apakah bijak, kita yang saat ini diberi amanah ya kita harus tanggung jawab sama-sama," kata Erick.

Begitu tahu utang PLN mencapai Rp 500 triliun, Erick pun meminta perusahaan setrum pelat merah itu untuk mengurangi capital expenditure (capex) atau belanja modal sebesar 25 hingga 50 persen. Menurut Erick, pengurangan belanja modal terbukti efektif dalam meningkatkan efisiensi perusahaan.

photo
Menteri BUMN Erick Thohir (kiri) berbincang dengan Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo (kanan) saat mengunjungi Pembangkit Listrik Tenaga Diesel dan Gas (PLTDG) Pesanggaran, Denpasar, Bali, Senin (27/12/2021). - (ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/hp.)

"Alhamdulillah terjadi pengurangan, saat itu angkanya sampai hampir Rp 20 triliun sampai Rp 30 triliun, bisa kok kita kalau mau efisien, kita ini manja aja," kata Erick menambahkan.

Tak hanya membenahi aspek belanja modal, Erick juga memperbaiki sistem kelistrikan dengan digitalisasi. Dengan cara ini, sistem kerja PLN tak hanya akan lebih efisien, tapi juga meminimalisasi praktik negatif di lapangan.

"Kalau isu kelistrikan biasanya kirim orang, lalu kadang-kadang meteran sendiri ada isu diatur-atur. Saya telepon direksi kalau ada yang main-main begini, copot, karena ini menyangkut pelayanan ke publik," kata Erick.

Dengan kebutuhan kelistrikan yang besar dan juga sebagai korporasi, Erick menilai, hal yang wajar jika PLN meraih keuntungan. Namun, Erick meminta PLN juga menyeimbangkan keuntungan.

"Selama ini, PLN untung, tapi kalau PLN untungnya kebanyakan juga enggak boleh karena ini bagian dari pelayanan masyarakat, tapi kalau rugi itu yang salah. Jadi harus pas keuntungannya," kata Erick.

Sumber : Antara


Blokir Paypal Dibuka Sementara

Pemerintah dan pihak Paypal diharapkan bisa berkomunikasi untuk mencari solusi.

SELENGKAPNYA

Masjid Bisa Tumbuhkan Kesadaran Lingkungan

Peran institusi keagamaan penting dalam mengembangkan wawasan dan perilaku ramah lingkungan.

SELENGKAPNYA

Waktu Tempuh

Ukuran yang lebih pas untuk mengukur jarak adalah delivery time dan berapa ongkosnya.

SELENGKAPNYA
×