Lionel Messi pada saat duel babak 16 besar Liga Champions musim 2021/22 antara Paris Saint Germain melawan Real Madrid, beberapa waktu lalu. | AP Photo/Manu Fernandez

Olahraga

Kisah Trauma Mendalam Pasukan Paris Gara-Gara Madrid

Kegagalan melewati Los Blancos sulit dilupakan para penggawa Les Parisiens.

OLEH FREDERIKUS DOMINGGUS BATA

Dramatis. Kata yang tepat untuk menggambarkan hasil duel babak 16 besar Liga Champions musim 2021/22 antara Paris Saint Germain melawan Real Madrid, beberapa waktu lalu.

Big match itu mendapat sorotan dari berbagai belahan dunia, bahkan sebelum pertandingan digelar. Maklum, ada banyak bintang bertempur di lapangan.

Leg pertama berlangsung di Prancis. Les Parisiens tampil dominan. Tim yang saat itu dilatih Mauricio Pochettino menang 1-0 atas Madrid di Parc des Princes, Rabu (16/2) dini hari WIB. 

Raksasa Ligue 1 di atas angin. Partai berlanjut ke leg kedua di Spanyol. Tepatnya di Stadion Santiago Bernabeu, Kamis (10/3) dini hari WIB. 

Di markas El Real, drama benar-benar terlihat. Pada menit ke-39, Kylian Mbappe membawa kubu tamu memimpin. Artinya, secara agregat, untuk sementara, ia dan rekan-rekannya unggul 2-0.

 

Lagi-lagi Les Rouge-et-Bleu mendominasi. Namun, setelah interval, situasi berbalik. Karim Benzema mencetak hattrick pada menit ke-61, 76, dan 78. 

Gol pertama Benzema menuai perdebatan. Pochettino menunjukkan ketidakpuasan terhadap keputusan wasit Danny Makkelie. Ia berpendapat kiper timnya, Gianluigi Donnamruma, dilanggar sebelum gawang mereka dibobol.

Namun, Makkelie memiliki pandangan berbeda. Sang arsitek sulit menerima kenyataan. Apalagi, pada era sekarang ada teknologi VAR. Menurut dia, fasilitas tersebut belum berdampak pada pengambilan keputusan yang benar-benar objektif.

"Setelah gol itu, pertandingan berubah. Selama 60 menit, kami mendominasi. Gol itu mengubah segalanya," ujar juru taktik asal Argentina ini, dikutip dari Metro.

Nasi sudah menjadi bubur. PSG tersingkir. Madrid melaju mulus hingga finis di singgasana. Rupanya kegagalan melewati Los Blancos sulit dilupakan para penggawa Les Parisiens. Pemain sekelas Lionel Messi mengakui itu. Alasannya, karena merasa mereka lebih layak menang dalam dua laga tersebut.

"Kami masih memiliki rasa pahit tersingkir dari Liga Champions dalam pertandingan di mana kami adalah tim yang lebih baik," kata Messi, dikutip dari Marca, Selasa (24/5).

Artinya, ada ketidakpuasan. Pihak klub tak mau kenangan buruk tentang hal itu memengaruhi fokus mereka, terutama saat Les Rouge-et-Bleu mentas di Eropa pada musim 2022/23 nantinya.

"Menurut L'Equipe, melalui Mundo Deportivo, PSG sedang mencari psikolog olahraga untuk membantu memecahkan rekor buruk mereka di Eropa dalam beberapa musim terakhir," demikian laporan yang dikutip dari Football Espana.

 

Menilik dari perjalanan Raksasa Prancis di pentas Eropa dalam tiga tahun belakangan, maka partai kontra Madrid menjadi pemicu hadirnya rencana tersebut. Pasalnya, pada musim 2019/20, Mbappe dkk lolos ke final. Saat itu, Les Parisiens sulit menandingi kedigdayaan Bayern Muenchen di partai puncak. 

Setahun kemudian, langkah PSG dihentikan Manchester City pada babak semifinal. Lagi-lagi masih bisa dimaklumi. Dalam dua leg, anak asuh Pochettino lebih banyak mendapat tekanan.

Tibalah pada fase 16 besar edisi 2021/22. Neymar dkk terus menebar ancaman ke gawang Madrid. Namun, tiket perempat final diraih Los Blancos. 

Hasil demikian membuat Raksasa Prancis membuat terobosan. Kehadiran psikolog diharapkan menyelesaikan permasalahan mental skuat Les Rouge-et-Bleu di kompetisi terelite benua biru. 

 

Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.

Donasi Literasi Umat

Penyelenggaraan FIBA Asia Cup 2022 Tuai Pujian 

Perbasi akan mempersiapkan tim terbaik untuk bisa kembali berprestasi di SEA Games.

SELENGKAPNYA

Helat Piala Presiden, PBSI Cari Talenta Muda

Panitia juga telah menggelar sayembara desain Piala Presiden yang diikuti 130 karya peserta.

SELENGKAPNYA