Ladang gandum terbakar di tepian Kurakhove, Donetsk Oblast, Ukraina, Kamis (21/7/2022). Pasokan gandum dunia terganggu serangan Rusia ke Ukraina tersebut. | AP/Nariman El-Mofty

Internasional

Serangan Rusia Ancam Kesepakatan Gandum

Serangan ini menimbulkan keraguan pada kredibilitas Rusia atas komitmennya.

KIEV -- Ukraina mengatakan tembakan rudal Rusia ke pelabuhan Odesa dapat merusak kesepakatan untuk menghapus blokade ekspor gandum dari pelabuhan Laut Hitam, yang ditandatangani satu hari sebelumnya. Padahal, kesepakatan tersebut diharapkan dapat meringankan krisis pangan global yang saat ini terjadi akibat perang.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan, serangan "barbar" itu menunjukkan Moskow tidak dapat dipercaya untuk mengimplementasikan kesepakatan. Tetapi, stasiun televisi Suspilne yang mengutip militer Ukraina mengatakan, tembakan tersebut tidak menimbulkan kerusakan signifikan.

Hal senada juga disampaikan Gubernur wilayah Odesa, Maksym Marchenko. Menurutnya, serangan ini telah mengakibatkan infrastruktur pelabuhan rusak. "Bila sebelumnya di dunia ada orang yang bisa mengatakan semacam dialog, semacam perjanjian dengan Rusia akan diperlukan, lihat apa yang terjadi," kata Zelenskyy dalam pidato malamnya, Sabtu (23/7).

photo
Ladang gandum terbakar di tepian Kurakhove, Donetsk Oblast, Ukraina, Kamis (21/7/2022). Pasokan gandum dunia terganggu serangan Rusia ke Ukraina tersebut. - (AP/Nariman El-Mofty)

Ia kemudian berjanji melakukan apa pun untuk mendapatkan sistem pertahanan udara agar dapat menembak jatuh rudal yang ditembakan ke Odesa. Militer Ukraina mengatakan, dua rudal Kalibr Rusia telah menghantam daerah pom bensin Odesa.

Kemudian, dua rudal lainnya sukses ditembak jatuh angkatan udara Ukraina. Juru bicara Angkatan Udara Ukraina Yuriy Ignat mengatakan, rudal-rudal itu ditembakkan dari kapal perang di Laut Hitam dekat Krimea.

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Antony Blinken menyampaikan, serangan ini menimbulkan keraguan serius pada kredibilitas Rusia atas komitmennya terhadap perjanjian. "Rusia memikul tanggung jawab atas semakin dalamnya krisis pangan dunia dan harus menghentikan agresinya," kata Blinken.

Seorang pejabat pemerintah Ukraina juga mengatakan, persiapan untuk memulai kembali ekspor gandum dari Laut Hitam tetap akan dilanjutkan. Sebelumnya, Moskow dan Kiev telah menandatangani kesepakatan yang ditengahi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Turki itu pada Jumat (22/7) lalu.

Kesepakatan ekspor gandum itu dinilai merupakan terobosan dalam perang yang berlangsung selama lima bulan sejak Rusia menginvasi negara tetangganya. Kesepakatan itu juga dinilai penting untuk menahan lonjakan harga pangan dunia dengan mengizinkan kembali ekspor gandum Ukraina dari pelabuhan-pelabuhan Laut Hitam termasuk Odesa.

PBB, Uni Eropa, AS, Inggris, Jerman, dan Italia mengecam keras serangan ke Odesa itu. Pada Jumat lalu. petinggi PBB mengatakan mereka berharap kesepakatan penghapusan blokade ekspor gandum dapat beroperasi dalam beberapa pekan ke depan.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres pun dengan tegas mengutuk serangan itu. Juru bicara Guterres menekankan, implementasi penuh dari kesepakatan itu sangat penting.

Rencananya, Menteri Infrastruktur Ukraina Oleksandr Kubrakov melalui akun Facebook miliknya mengatakan, negaranya akan tetap melanjutkan persiapan teknis untuk meluncurkan ekspor produk pertanian dari pelabuhan. Ukraina juga telah menambang perairan di dekat pelabuhannya sebagai bagian dari pertahanan perang.

photo
Biji gandum terserak akibat serangan Rusia di Cherkaska Lozova, Kharkiv, Ukraina, Sabtu (26/5/2022). - (AP/Bernat Armangue)

Namun, berdasarkan kesepakatan itu, pilot akan memandu kapal di sepanjang jalur yang aman. Pusat Koordinasi Gabungan (JCC) yang dikelola anggota dari keempat pihak dalam perjanjian tersebut, kemudian akan memantau kapal-kapal yang transit di Laut Hitam ke Selat Bosphorus Turki, untuk menuju pasar dunia.

Semua pihak sepakat bahwa tidak akan ada serangan terhadap entitas ini. Kesepakatan ini seharusnya memulihkan pengiriman biji-bijian dari tiga pelabuhan yang dibuka kembali ke tingkat sebelum perang sebesar lima juta ton per bulan.

Zelenskyy mengatakan, akan membuat gandum senilai sekitar 10 miliar dolar AS untuk dijual dengan sekitar 20 juta ton panen tahun lalu untuk diekspor. 

Teror Itu Bernama Reconquista

Sejak akhir abad ke-15, kaum Salibis ekstrem melakukan penindasan terhadap Muslimin Andalusia.

SELENGKAPNYA

Titik Nadir Andalusia

Granada merupakan kerajaan Islam yang tersisa di Andalusia.

SELENGKAPNYA

Gempuran Pro-Kremlin di Jagat Maya

Gempuran terjadi terus menerus dan menyebar ke semua bidang kehidupan sehari-hari di Lithuania.

SELENGKAPNYA