Jamaah haji asal Kabupaten Pati turun dari pesawat saat tiba di Bandara Adi Soemarmo, Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (15/7/2022). Sebanyak 360 jamaah haji tergabung dalam kelompok terbang (kloter) pertama asal Kabupaten Pati tiba dengan selamat di Tanah Air | ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho

Kabar Tanah Suci

Kemenkes Prioritaskan Jamaah Haji Tanazul

Tanazul menjadi prioritas utama PPIH Arab Saudi bidang kesehatan.

 

ALI YUSUF dari Makkah, Arab Saudi

MAKKAH -- Memulangkan jamaah haji lebih awal (tanazul) menjadi prioritas utama Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi bidang kesehatan. Saat ini, tim Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah tengah mengumpulkan data jamaah haji sakit yang diprioritaskan untuk ditanazulkan.

"Pasca-Armuzna, tanazul terhadap jamaah haji menjadi prioritas kami di KKHI Makkah dan Madinah," kata Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Budi Sylvana di Makkah, Rabu (20/7).

Ia mengungkapkan, hingga Rabu (20/7) pukul 11.51 WAS, sudah ada delapan jamaah haji yang ditanazulkan. Tanazul merupakan upaya tim kesehatan demi keselamatan jamaah haji Indonesia dari risiko yang tidak diinginkan. “Untuk itu, tanazul menjadi prioritas di kesehatan," ujarnya.

Tanazul, dia menjelaskan, perlu dilakukan agar jamaah mendapat pelayanan kesehatan lanjutan yang lebih baik di Tanah Air dan jamaah bisa segera berkumpul dengan keluarganya. Budi berharap, kursi (seat) kosong di pesawat dapat dimaksimalkan atau digunakan semuanya untuk kepulangan jamaah haji tanazul.

photo
Petugas kesehatan mengecek suhu tubuh jamah haji saat tiba di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Sabtu (16/7/2022) dini hari. Sebanyak 406 jamaah haji kloter pertama embarkasi Jakarta-Bekasi (JKS-1) tiba di Bandara Soekarno Hatta sekitar pukul 23.50 WIB dan disambut Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi dan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy. Republika/Thoudy Badai - (Republika/Thoudy Badai)

Budi menyampaikan, kondisi jamaah tidak bisa diprediksi karena dinamis. Untuk itu, tim kesehatan selalu melakukan observasi kepada jamaah haji tanazul sampai satu jam sebelum keberangkatan. "Tanazul perlu dipercepat agar jamaah secepatnya mendapatkan pelayanan kesehatan yang lebih baik di Tanah Air," katanya.

Budi menuturkan, tanazul jamaah haji sakit adalah pemulangan jamaah haji melalui kloter yang berbeda dengan kloter keberangkatan karena alasan sakit. Tidak menutup kemungkinan, jamaah dipulangkan terlebih dahulu dari kloternya, atau bahkan dipulangkan lebih lambat dari kloternya.

Adapun jamaah yang direncanakan mengikuti tanazul merupakan jamaah haji yang saat ini sedang mendapatkan perawatan di KKHI Makkah, Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS), dan jamaah sakit yang berada di kloter. “Kondisi pasien akan terus dievaluasi dan dilihat perkembangannya, mana-mana yang nanti akan ditanazulkan," katanya.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Informasi Haji (informasihaji)

Tanazul diprioritaskan bagi jamaah haji yang transportable atau stabil, sehingga tanazul tidak memperberat kondisi fisiknya, tidak berpotensi menimbulkan kecacatan atau mengancam keselamatannya. Selama perjalanan, jamaah akan disertai dengan obat-obatan dan peralatan kesehatan yang dibutuhkan seperti oksigen dan sebagainya. Jamaah juga akan didampingi oleh tenaga kesehatan haji (TKH) kloter.

Sesampainya di Tanah Air, yang bersangkutan akan diperiksakan kesehatannya di fasilitas kesehatan sebelum dikembalikan ke daerah asalnya. Budi berharap, semua proses kepulangan jamaah tanazul berjalan lancar.

"Sehingga jamaah haji sakit bisa segera melanjutkan pengobatannya di Indonesia," katanya.

photo
Jamaah haji yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) pertama tiba Terminal 2 Bandara Internasional Juanda Surabaya di Sidoarjo, Jawa Timur, Minggu (17/7/2022). Sebanyak 450 jamaah haji kloter pertama asal Tuban kembali ke tanah air setelah menunaikan ibadah haji. - (ANTARA FOTO/Umarul Faruq)

Ditemui terpisah, Penanggung Jawab Evakuasi Tanazul KKHI Makkah, dr Andi Poernama Timoer MH, mengatakan, bisa tidaknya seorang jamaah mengikuti tanazul didasarkan pada rekomendasi dari dokter penanggung jawab pasien (DPJP) di KKHI Makkah.

“Rekomendasi tersebut setelah DPJP melakukan penilaian terhadap penyakit yang sedang diderita jamaah haji yang sakit,” katanya.

Jika dari penilaian DPJP tersebut memenuhi syarat untuk dilakukan tanazul evakuasi, jamaah akan ditanazulkan. Menurut Andi, tanazul ini penting untuk mengurangi risiko perburukan kesehatan pada jamaah haji. Ia juga mengatakan, tren penilaian tanazul evakuasi saat ini cenderung meningkat. 

Semua Jamaah Haji Dites Antigen

Protokol kesehatan yang diberlakukan dari pihak Arab Saudi semakin longgar.

SELENGKAPNYA

HRS: Pembebasan Ini Bukan Pemberian

Dalam pernyataannya di Petamburan, HRS kembali menggaungkan revolusi akhlak.

SELENGKAPNYA

Gelombang Panas Picu Bencana di Eropa

Portugal melaporkan lebih dari 1.000 kematian akibat gelombang panas.

SELENGKAPNYA