Sejumlah remaja berpose di kawasan Dukuh Atas, Jakarta, Rabu (6/7/2022). Area sekitar taman Stasiun MRT Dukuh Atas menjadi ruang publik favorit yang ramai didatangi oleh kalangan remaja dari daerah pinggiran Ibu Kota. Kedatangan mereka untuk menghabiskan | Republika/Putra M. Akbar

Bodetabek

Citayam Fashion Week: Awalnya Bikin Konten, Sekarang Mejeng

Dari awalnya bikin konten, sekarang jadi banyak yang mejeng.

OLEH ZAINUR MAHSIR RAMADHAN

Sore hampir jatuh saat sekumpulan remaja berdatangan ke kawasan Stasiun BNI City, Dukuh Atas, Jakarta Pusat, pada Selasa (19/7). Hampir semuanya berpakaian unik dan ‘berbeda’ untuk mejeng di Citayam Fashion Week, fashion jalanan yang viral di lokasi itu.

Salah satunya Siti Yayaroh (16 tahun) yang kini turut menjadi representasi anak muda di kawasan tersebut. Kurma, begitu Siti ingin disapa, sengaja datang setiap hari ke Dukuh Atas untuk unjuk gaya terkininya. Menurut dia, tren fashion jalanan itu digandrunginya dalam lima bulan terakhir bersama teman-teman baru.

“Biasa ke sini buat bikin konten sama catwalk di zebra cross itu,” kata Kurma kepada Republika.

photo
Foto kolase remaja menyeberangi jalan di kawasan Dukuh Atas, Jakarta, Rabu (6/7/2022). Area sekitar taman Stasiun MRT Dukuh Atas menjadi ruang publik favorit yang ramai didatangi oleh kalangan remaja dari daerah pinggiran Ibu Kota. Kedatangan mereka untuk menghabiskan waktu libur sekolah dengan bercengkrama bersama sahabat dan membuat konten media sosial. Republika/Putra M. Akbar - (Republika/Putra M. Akbar)

Dalam pengakuannya, puluhan anak yang kerap berdatangan setiap hari ke sana sengaja bergaul dengan komunitas dan membicarakan banyak hal. Hal itu dilakoni untuk membuat konten media sosial dengan gaya pakaian yang berbeda dari kawan-kawan sebaya.

“Di sini anak-anaknya baik. Mereka kreatif,” ujarnya.

Lain lagi cerita Ari (23). Pada awalnya, Ari mengaku datang sendiri ke kawasan tersebut sebelum seramai saat ini. Baru sejak tahun lalu, kata dia, berbagai anak muda dengan pakaian teruniknya datang meramaikan jalanan tersebut.

Ari mengatakan, kondisi itu berbeda dari saat dia pertama membuat konten hampir dua tahun lalu. “Bagus sih, sekarang jadi lebih ramai. Dari awalnya bikin konten, sekarang jadi banyak yang mejeng,” kata Ari yang perantauan dari Pulau Madura.

Dari aktivitas busana dan konten di tempat itu pula, dia membanggakan dirinya yang hilir mudik ke berbagai konten dan stasiun televisi. Tak hanya dia, Kurma dan remaja lainnya pun kini kebanjiran rezeki dengan ramainya sorotan tersebut.

photo
Sejumlah remaja saat bercengkrama di kawasan Dukuh Atas, Jakarta, Rabu (6/7/2022). - (Republika/Putra M. Akbar)

Meski demikian, Ari mengeluhkan beberapa anak-anak daerah pinggiran Jakarta yang datang dan meninggalkan sampah di kawasan tersebut. Dia berniat akan mencoba untuk menggaungkan sadar sampah di kawasan tersebut ke depannya.

Banyaknya anak-anak dengan pakaian uniknya masing-masing, kata Ari, seharusnya mendapat dukungan dari banyak pihak. Selain tidak mengganggu orang, kegiatan positif itu menjadi wadah bagi anak-anak terjauh dari kegiatan negatif.

“Biarpun pakaiannya murah, tapi kan bisa meningkatkan pede di sini, bagus kan ya? Jadi, harusnya ya didukung,” ujarnya.

 
Biarpun pakaiannya murah, tapi kan bisa meningkatkan pede di sini, bagus kan ya? 
 
 

 

Menurut dia, kawasan Dukuh Atas, khususnya sekitaran Stasiun BNI City, bisa terus menjadi magnet bagi anak muda urban dalam berkreasi. Dia berniat akan terus aktif di dunia media sosial dan konten kreatif melalui berbagai akunnya di @ariecberlint, dengan menggaungkan komunitas ‘Citayam Fashion Week’ di tempat tersebut.

Nggak masalah gimana pakaiannya, berapa harganya. Yang penting ada tempat nyaman bagi semua orang dan bikin jauh dari hal negatif,” ujar dia.

Joni (19) asal Citayam mengungkapkan, sengaja memilih kawasan tersebut sejak sore sepulang sekolah hingga malam untuk menyalurkan bakatnya. Dalam pemaparannya, dia menyukai editing video dan berniat akan fokus membuat konten dengan memanfaatkan fenomena ‘Citayam Fashion Week’.

Apakah dirinya yang terganggu istilah tersebut atau ejekan dari orang luar, Joni tak mau menggubrisnya. Menurut dia, hal itu perlu dipandang sebagai motivasi bagi anak-anak daerah Citayam agar terus berkreasi, alih-alih kurang percaya diri karena hujatan atau cibiran.

photo
Remaja asal Citayam yang viral, Bonge (kiri) saat membuat konten di kawasan Dukuh Atas, Jakarta, Rabu (6/7/2022). Area sekitar taman Stasiun MRT Dukuh Atas menjadi ruang publik favorit yang ramai didatangi oleh kalangan remaja dari daerah pinggiran Ibu Kota. Kedatangan mereka untuk menghabiskan waktu libur sekolah dengan bercengkrama bersama sahabat dan membuat konten media sosial. Republika/Putra M. Akbar - (Republika/Putra M. Akbar)

Ditemui di lokasi yang sama, Selasa (19/7), Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan mengatakan, Citayam Fashion Week merupakan fenomena dari adanya ruang ketiga. Menurut dia, Stasiun BNI City berguna sebagai ruang ketiga di mana setiap orang bisa merasakan kesetaraan dan kesempatan untuk datang tanpa ada perasaan rendah atau tinggi hati.

“Tempat ini menyetarakan bagi semua. Silakan gunakan tempat ini untuk apa yang menjadi kebahagiaannya, yang penting jaga kebersihan dan ketertiban,” ujar dia.

Anies mempersilakan, setiap orang dari daerah manapun untuk berekspresi dan membuat inovasi. Termasuk soal cara berpakaian di tempat yang kerap dijuluki Sudirman, Citayam, Bojonggede, Depok (SCBD) atau ‘Citayam Fashion Week’.

“Kita hormati, mereka adalah perwakilan dari masa depan dan kita akan terus hormati mereka,” kata dia.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Anies Rasyid Baswedan (aniesbaswedan)

Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud) DKI Jakarta Iwan Henry Wardhana mengatakan, para anak muda yang datang dari banyak daerah itu memang perlu edukasi. Dia menilai anak muda itu perlu pembinaan agar lebih terarah dan memanfaatkan ruang ketiga sebagai tempat bersama yang nyaman.

Dia berharap, para anak muda yang berkumpul dan berkomunitas di SCBD itu bisa lebih tertib, mengingat jalanan sebagai lalu-lalang kendaraan dan tempat yang ramai. Karena itu, dia berharap ada perkembangan dalam mengekspresikan jiwa dari adanya dukungan Pemprov DKI terkait fenomena itu.

“Biarkan mereka buka diri dengan kondisi yang ada,” katanya.

@republikaonline Dibalik meriahnya Citayam Fashion Show, viral video remaja tertidur di pinggir jalan #citayamfashionshow #citayamfashionweek ♬ suara asli - Republika

Pemprov DKI Kembali Kaji Perubahan Nama Jalan

Perubahan nama jalan juga berimplikasi pada berubahnya dokumen administrasi warga.

SELENGKAPNYA

Fenomena ‘Citayam Fashion Week’ di Sudirman Jadi Tren

Referensi gaya hidup di perkotaan banyak berkeliaran di media sosial dan mendapatkan apresiasi masyarakat.

SELENGKAPNYA