Wisatawan menaiki bus Ngulisik atau bus wisata perkotaan saat melintasi di Jalan Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Minggu (7/4/2019). | ANTARA FOTO

Jawa Barat

21 Nov 2019, 19:52 WIB

Bus Wisata Diusulkan Gratis

Bus wisata tersebut mulai beroperasi pada akhir 2019 sebagai sarana transportasi ke sejumlah lokasi wisata di Kota Bekasi.

BEKASI -- Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi mulai bulan depan mengoperasikan bus wisata yang diperoleh melalui hibah dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar). Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Bekasi Ahmad Juaini mengatakan, bus wisata tersebut sebenarnya berasal dari Bank Jawa Barat (BJB).

Dia menjelaskan, BJB yang menyediakan corporate social responsibility (CSR) atau dana tanggung jawab sosial menyerahkan bus itu kepada Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, yang kemudian pengelolaannya diserahkan kepada DPD Organda Jabar. "Lalu, dari Organda Jawa Barat diserahkan ke DPC Organda Kota Bekasi sebagai bus bantuan hibah dari Pemprov Jawa Barat," kata Juaini di Kota Bekasi, kemarin.

Bus yang terparkir di kantor Organda di Jalan Insinyur Juanda, Kecamatan Bekasi Timur, ini mengusung konsep art deco dibalut warna biru tua dan putih. Bus wisata berkapasitas 25 orang itu cukup unik dan klasik. Di bagian depan bus terdapat tulisan Patriot Kota Bekasi. Di samping bus wisata terdapat tulisan Bank BJB maupun logo Dinas Perhubungan (Dishub) dan Organda Jabar serta lambang Provinsi Jabar.

Juaini menjelaskan, bus wisata tersebut mulai beroperasi pada akhir 2019 sebagai sarana transportasi ke sejumlah lokasi wisata di Kota Bekasi. Dia menerangkan, Organda Bekasi menjadi operator untuk mengantarkan penumpang menikmati jalur wisata salju di Transmart Juanda, wisata Hutan Bamboe, kuliner batik khas Kota Bekasi di Pasar Proyek, hingga ke wisata belanja di Summarecon Mal Bekasi. "Itu baru gambaran rutenya. Kami masih bicarakan soal rute ini dengan pemerintah daerah," ucapnya.

Juaini mengaku belum bisa memastikan berapa biaya yang harus dikeluarkan warga Kota Bekasi untuk menaiki bus tersebut. Namun, pihaknya menginginkan agar penumpang digratiskan saja dengan subsidi dari Pemkot Bekasi atau perusahaan swasta. Dengan begitu, nantinya masyarakat diharapkan akan antusias memanfaatkan beroperasinya bus wisata.

Kabid Angkutan Dishub Kota Bekasi, Fatikhun, mengatakan, jajarannya sedang mempersiapkan proses pembuatan surat tanda nomor kendaraan (STNK) untuk melengkapi persyaratan agar bus wisata bisa mengangkut penumpang. Dia mengatakan, nantinya bus itu akan menggunakan pelat kuning. Dia juga menyebutkan, semua pengurusan administrasi terkait regulasi bus sudah selesai. "Tinggal nanti setelah STNK itu keluar dan Dinas Pariwisata (Kota Bekasi) menentukan titik-titik destinasinya, baru saya menentukan rute dan tarifnya," katanya.

Fatikun mengusulkan, memang sebaiknya tarif bus wisata digratiskan untuk menarik minat masyarakat. Dia pun mendorong Organda Kota Bekasi mencari sponsor agar masyarakat tidak perlu membayar tiket bus. "Nanti Organda bisa mencari pengganti, misal menggandeng sponsor atau bagaimana teknisnya kan dengan pihak perizinan. Ya kita lagi bahas soal itu juga," ungkapnya.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Bekasi Tedy Hafni menambahkan, rute bus wisata itu direncanakan menyasar wisata alam maupun wisata belanja. Dia menerangkan, wisata alam yang dimaksud meliputi Situ Rawa Gede di Rawalumbu, Hutan Bamboe di Bekasi Timur, serta sentral kuliner dan batik khas Bekasi di Pasar Proyek.

Pihaknya juga merancang nantinya bus itu akan mengitari Kalimalang untuk mengajak penumpang menikmati wisata air. Namun, saat ini penataan Kalimalang belum dilakukan karena masih menunggu proyek Tol Becakayu selesai dibangun. "Kami akui wisata alam kita masih minimalis. Maka, saya harap agar unsur masyarakat turut memajukan area wisata-wisata yang ada atau bahkan membuka area wisata baru. Kami, pemkot, pasti terus kembangkan itu," kata Tedy. n antara ed: erik purnama putra


×