Suasana Masjidil Haram | republika

Jurnal Haji

27 Jun 2022, 03:52 WIB

Akses Masuk ke Makkah Diperketat

Menjelang puncak haji, Pemerintah Arab Saudi memperketat akses masuk ke Kota Suci Makkah.

ALI YUSUF, ACHMAD SYALABY ICHSAN

MAKKAH – Menjelang puncak haji, Pemerintah Arab Saudi memperketat akses masuk ke Kota Suci Makkah. Terkait hal ini, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi meminta jamaah Indonesia tidak melakukan kunjungan ke luar batas tanah Haram di Makkah.

“Dikhawatirkan ada permasalahan terhadap jamaah dan diamankan oleh kepolisian Arab Saudi karena tidak memiliki tasrih,” kata Kepala Daerah Kerja (Daker) Makkah, Mukhammad Khanif, saat dihubungi Republika, Ahad (26/6).

Khanif mengatakan, menjelang puncak haji beberapa akses masuk ke Kota Makkah diperketat. Mobil dan penumpang yang akan masuk harus memiliki tasrih. Pengetatan ini selain untuk menghalau jamaah haji yang tidak resmi, juga untuk mengurangi kepadatan lalu-lintas di Makkah.

“Mengingat jalan di Kota Makkah ini lebar-lebar dan kecepatan kendaraan yang lewat cukup tinggi, maka jamaah dimohon berhati-hati dalam menyeberang jalan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” katanya.

photo
Jamaah haji Indonesia gelombang pertama mulai melaksanakan umrah di Masjidil Haram, Makkah, Senin (13/6/2022). - (Tim MCH)

Menurut Koordinator Emergency Medical Team (EMT) PPIH Arab Saudi Bidang Kesehatan Daker Makkah, Erwinsyah Pattah Parang, untuk memperketat akses ke Makkah, Pemerintah Saudi menggelar beberapa titik pemeriksaan (check point). Selama musim haji ini, lanjut dia, Pemerintah Saudi hanya membolehkan orang yang memiliki visa haji yang bisa masuk ke Makkah.

“Menjelang haji ketat banget,” ujar dia.

Erwinsyah mengatakan, pengetatan ini dilakukan karena selama ini banyak orang yang masuk Makkah tanpa visa haji. “Banyak orang yang mencuri-curi kesempatan, tidak punya visa haji pura-puranya mau ke saudaranya, padahal nyatanya mau ikut haji,” katanya.

Terkait hal ini, Kepala Daker Madinah PPIH Arab Saudi, Amin Handoyo menjelaskan, pengetatan yang terjadi di Makkah bukan untuk jamaah haji. Menurut Amin, jamaah haji yang mengambil miqat dari Bir Ali di Madinah dan Jeddah hanya akan mendapatkan pemeriksaan melalui satu check point.

“Dari Madinah ke Makkah yaitu di Jumum. Kalau dari Jeddah yakni di Sumaisy,” jelas dia.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Kementerian Agama RI (kemenag_ri)

Amin menjelaskan, otoritas Arab Saudi memang memperketat penjagaan selama musim haji bagi mereka yang memang bukan jamaah haji. Biasanya, kata Amin, untuk penduduk luar Makkah yang mau masuk ke Makkah. “Nantinya mereka akan diperiksa iqomahnya atau KTP-nya apakah tempat tinggalnya di Makkah,”jelas dia.

Daker Madinah PPIH Arab Saudi akan memberangkatkan 1.973 jamaah dari lima kloter pada Senin (27/6) menuju Makkah. Mereka akan mengambil Mmiqat di Dzul Hulaifah atau Bir Ali untuk berniat ihram sebelum menunaikan ibadah umrah wajib di Masjidil Haram, Makkah.

Diberitakan sebelumnya, semakin banyak pos pemeriksaan dokumen yang terlihat di sekitar Makkah menjelang puncak haji. Dilansir dari laman Kemenag, warga Indonesia yang sudah lama menetap di Arab Saudi, Nur Hasan, menjelaskan, pos pemeriksaan dokumen seperti ini biasanya akan terus diperketat seiring semakin dekatnya puncak musim haji pada awal Juli 2022.

"Kalau di hari-hari biasa, paling hanya ada satu check point, yang ada di gerbang utama masuk Kota Makkah saja. Tapi kalau semakin dekat puncak haji, jumlah check point diperbanyak, bisa sampai tujuh," kata dia.

 


Peta Dunia Karya Monumental Al-Idrisi

Dalam membuat peta dunia, sang ilmuwan Muslim didukung Raja Roger II.

SELENGKAPNYA

Al-Idrisi Sang Perintis Peta Dunia

Muhammad al-Idrisi membuat peta dunia pertama yang begitu informatif yang sudah selesai dikerjakan pada 1154.

SELENGKAPNYA

Pencuri yang ‘Kecurian’

Malik bin Dinar hanya melihat pencuri dari kamar tempatnya shalat.

SELENGKAPNYA
×