Dokter hewan dari Dinas Peternakan Kabupaten Bangkalan menyuntikkan vaksin penyakit mulut dan kuku (PMK) kepada hewan ternak sapi di Desa Dakiring, Bangkalan, Madura, Jawa Timur, Jumat (24/6/2022). Pemerintah Kabupaten Bangkalan menargetkan pemberian vaks | ANTARA FOTO/Patrik Cahyo Lumintu

Kabar Utama

25 Jun 2022, 03:50 WIB

Nakes Vaksinasi PMK Harus Ditambah

Tenaga kesehatan hewan yang tersedia masih harus ditambah untuk bisa mempercepat penyuntikan

JAKARTA -- Vaksinasi massal penyakit mulut dan kuku (PMK) telah dimulai. Namun, tenaga kesehatan hewan yang tersedia masih harus ditambah untuk bisa mempercepat penyuntikan.

Pemerintah daerah pun diharapkan bisa segera menunjuk dokter hewan atau tenaga kesehatan (nakes) lainnya untuk dilibatkan dalam vaksinasi PMK. Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian (Kementan) Nasrullah mengatakan, tenaga yang tersedia sejauh ini baru sebanyak 23.368 orang.

Jumlah itu terdiri atas dokter hewan, para medis veteriner, inseminator, dan petugas lainnya di luar dokter hewan. "Tenaga sebanyak 23 ribu orang ini kalau kita lihat masih diperlukan intervensi tambahan. Potensi-potensi yang ada di luar ini adalah potensi perguruan tinggi," kata Nasrullah dalam rapat koordinasi Penanganan Wabah PMK secara virtual, Jumat (24/6).

photo
Dokter hewan dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung memeriksa kesehatan seekor kambing yang dijual di salah satu tempat penjualan hewan kurban di Jalan Soekarno Hatta, Cipamokolan, Kota Bandung, Jumat (24/6/2022). Pemeriksaan tersebut untuk memastikan seluruh hewan kurban yang dijual oleh pedagang terbebas dari penyakit mulut dan kuku (PMK) dan layak dikonsumsi oleh masyarakat. Foto: Republika/Abdan Syakura - (REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA)

Nasrullah mengatakan, tenaga tambahan yang bisa dilibatkan bisa berasal dari mahasiswa kedokteran hewan atau peternakan yang sudah memasuki tingkat akhir. Menurut dia, opsi itu sangat memungkinkan untuk ditempuh demi mempercepat vaksinasi massal ternak.

"Di dinas ada program Kampus Merdeka Belajar, kita bisa membicarakan hal ini dan tentu asosiasi profesi lainnya dengan sejumlah sumber daya manusia (SDM) bisa kita pakai untuk bersama-sama melakukan pekerjaan ini," katanya.

Nasrullah mengatakan, seluruh standar operasional mengenai vaksinasi telah dibuat secara detail dan sudah disosialisasikan hingga ke tingkat daerah. Selanjutnya, daerah masing-masing dapat mengembangkan sendiri strategi untuk mendukung vaksinasi.

Kementan menyampaikan, sebanyak 800 ribu dosis vaksin PMK impor asal Prancis telah tiba di Indonesia dari total pemesanan 3 juta dosis. Sebanyak 655.100 dosis telah didistribusikan ke 19 provinsi hingga Jumat (24/6). Selanjutnya, vaksinasi dimulai pada Sabtu (25/6) hingga Kamis (7/7).

Ia mengaku yakin penyuntikan vaksin bisa rampung pada akhir Juni ini. Kementan, kata Nasrullah, telah berkoordinasi dengan seluruh pemerintah kota/kabupaten untuk memastikan kesanggupan menyelesaikan vaksinasi sesuai waktu yang ditetapkan.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Ditjen PKH Kementan RI (ditjen_pkh)

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto memastikan Satuan Tugas Penanganan Penyakit Kuku dan Mulut (PMK) melakukan percepatan penanganan di 19 provinsi wilayah zona merah. "Kami akan langsung turun ke lapangan berkeliling ke 19 provinsi utama. Besok pagi (hari ini—Red) kami berangkat," ujar Suharyanto yang juga menjabat sebagai kepala Satuan Tugas (Satgas) PMK.

Ia mengatakan, Satgas Pusat PMK bersama satgas PMK daerah memantau penanganan agar tidak menimbulkan kepanikan serta tidak menimbulkan kelangkaan harga kebutuhan pokok, terutama harga daging. Dia menjelaskan, Presiden Joko Widodo sudah memberikan sejumlah arahan kepada Satgas PMK.

Salah satunya adalah memerintahkan penguncian wilayah atau lockdown untuk wilayah yang berstatus zona merah PMK bagi provinsi yang kecamatannya sudah terinfeksi lebih dari 50 persen. "Ini tidak boleh ada pergerakan hewan dari satu titik ke titik lain. Jadi, semuanya di-lockdown," kata Suharyanto.

 
Tidak boleh ada pergerakan hewan dari satu titik ke titik lain. Jadi, semuanya di-lockdown.
 
 

 

Target dari kebijakan tersebut agar daerah merah wabah PMK tidak lagi bertambah. Selain itu, komunikasi publik menjelang Idul Adha juga perlu dilakukan, seperti edukasi kesehatan hewan dan penjelasan kepada masyarakat dengan sejelas-jelasnya.

Arahan lainnya adalah pembentukan satgas daerah untuk mendata dan memastikan ketersediaan dokter hewan dan otoritas veteriner di daerah masing-masing. Arahan ketiga, mendata kebutuhan vaksin dan tenaga vaksinator karena Kementan akan melaksanakan vaksinasi PMK pada akhir pekan ini.

Data-data tersebut kemudian diintegrasikan dengan sistem pelaporan data Covid-19 yang selama ini sudah berjalan.

photo
Suasana pasar hewan yang sepi di Ngaren, Ngadirejo, Temanggung, Jawa Tengah, Jumat (24/6/2022). Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan kabupaten Temanggung mencatat sebanyak 321 kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang mengakibatkan pedagang maupun pembeli takut mendatangi pasar hewan. - (ANTARA FOTO/Anis Efizudin)

Koordinator Tim Pakar Satgas PMK Wiku Adisasmito menjelaskan, jumlah vaksin yang sudah tersedia sekitar 800 ribu dosis. "Kami harapkan seluruhnya, 800 ribu dosis itu, bisa selesai disuntikkan pekan depan karena Bapak Presiden sudah mengetahui tentang jumlah ini dan ada 3 juta dosis yang diadakan, dan masih ada 2,2 juta. 

Wiku mengatakan, upaya percepatan lainnya adalah mengintegrasikan posko yang ada menjadi posko Satgas PMK. Tujuannya untuk memantau lalu lintas hewan ternak.

"Upaya pengobatan maupun vaksinasi ini harus didukung dengan tenaga veteriner. Tetapkan dokter hewan, ASN maupun bukan, supaya kita punya SDM mumpuni di daerah untuk pengobatan vaksinasi ternak," katanya.

Vaksinasi dimulai

Distribusi vaksin PMK terus dilakukan ke berbagai daerah. Pemerintah daerah juga mulai melakukan vaksinasi, seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Salatiga, Jawa Tengah. Vaksinasi PMK tahap awal dilakukan terhadap hewan ternak yang sehat. Vaksin ini disuntikkan untuk memberi kekebalan hewan ternak dari penularan PMK.

Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kota Salatiga Henni Mulyani mengatakan, Kota Salatiga menjadi satu dari delapan daerah di Jawa Tengah yang mendapat alokasi vaksin PMK tahap awal. Total ada 55 botol vaksin PMK yang didapatkan untuk hewan ternak di Salatiga.

"Satu botol vaksin dapat digunakan untuk vaksinasi hingga 100 ekor sapi. Sementara untuk satu suntikan vaksin PMK pada hewan ternak ini dosisnya 2 mililiter," ungkap Henni kepada wartawan.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Kementerian Pertanian RI (kementerianpertanian)

Ia menjelaskan, hewan ternak yang divaksinasi adalah hewan ternak yang sehat. Vaksinasi perdana dilakukan di Kecamatan Tingkir yang menjadi kecamatan zona hijau PMK. Sebanyak 55 botol vaksin yang diterima Kota Salatiga akan disuntikkan untuk 5.500 hewan ternak yang terdiri atas sapi, kambing, dan kerbau. 

Sementara itu, kegiatan awal vaksinasi PMK di Kecamatan Tingkir pada Jumat kemarin menyasar 100 ekor sapi. Vaksinasi selanjutnya akan menyusul sambil menunggu pengiriman vaksin.

Berdasarkan data Dinas Pangan dan Pertanian Kota Salatiga, ada 586 ekor hewan ternak yang telah terindikasi PMK. "Delapan ekor hewan ternak di antaranya mati," kata dia.

photo
Petugas dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung menunjukkan label sehat layak hewan kurban saat pemeriksaan kesehatan hewan kurban yang dijual di Riung Bandung, Bandung, Jawa Barat, Jumat (24/6/2022). - (ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi)

Di tempat lain, Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah mendapatkan tambahan 119 ribu dosis vaksin dari Kementan untuk mencegah penularan PMK. Menurut Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Jabar M Arifin Soedjayana, pihaknya sebelumnya sudah mendapatkan 1.600 dosis vaksin yang sudah didistribusikan ke kabupaten/kota di Jabar, termasuk ke Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, ketika Gubernur Jabar Ridwan Kamil turut menyuntikkan vaksin pada sapi di sana.

"Bakal ada 120 ribu dosis vaksin PMK di Jabar. Selanjutnya kami akan berkoordinasi dengan kabupaten/kota, kemudian akan didistribusikan mulai besok agar mereka langsung melakukan vaksinasi," ujar Arifin, Jumat (24/6).

Arifin mengatakan, dengan keterbatasan jumlah vaksin yang didapat, pihaknya akan memprioritaskan distribusi vaksin ke sentra-sentra sapi perah di Jabar. Adapun sentra-sentra sapi perah di Jabar, kata dia, di antaranya Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Garut, Kabupaten Kuningan, dan Kabupaten Bogor.

"Yang sentra-sentra sapi perah di Jabar yang tergabung kepada Gabungan Koperasi Susu Indonesia (GKSI). Kita juga menggandeng mereka untuk pelaksanaan vaksinnya karena harus langsung diunggah ke Sistem Informasi Kesehatan Hewan Nasional (iSikhnas)," kata Arifin.

Sumber : Antara


Satgas PMK Dibentuk

Model penanganan Covid-19 akan diterapkan dalam penanganan PMK.

SELENGKAPNYA

Puluhan Paspampres Bersenjata Lengkap Kawal Jokowi di Kiev

Paspampres menyiapkan tim penyelamatan yang biasanya saat kegiatan tertentu tidak diikutsertakan.

SELENGKAPNYA

Selamat Datang, Ronaldinho!

Ronaldinho dijadwalkan akan mendarat di Indonesia pada Jumat (24/6) hari ini.

SELENGKAPNYA
×