Penampakan Jumbo Floating Restaurant pada Selasa (14/6/2022), sebelum tenggelam pada Ahad (19/6/2022). | Kin Cheung/AP

Kisah Mancanegara

22 Jun 2022, 03:45 WIB

Restoran Apung Ikonik di Hong Kong Itu Terbalik

Restoran ini mewujudkan puncak kemewahan di masa kejayaan Stanley Ho dan menjadi ikon bersejarah bagi Hong Kong.

OLEH DWINA AGUSTIN, RIZKY JARAMAYA

Jumbo Floating Restaurant yang ikonik di Hong Kong terbalik di Laut Cina Selatan, Ahad (19/6). Restoran ini sudah mengalami kondisi yang buruk saat melewati Kepulauan Xisha atau dikenal sebagai Paracel Islands di Laut Cina Selatan pada Sabtu (18/6).

Menurut perusahaan pemilik Jumbo Floating Restaurant, Aberdeen Restaurant Enterprises Ltd, air masuk ke dalam kapal dan mulai membuat kapal itu miring. Perusahaan mengatakan tidak ada yang terluka, tetapi upaya untuk menyelamatkan kapal gagal. Kapal akhirnya terbalik pada Ahad.

"Karena kedalaman air di tempat kejadian lebih dari 1.000 meter, (itu membuatnya) sangat sulit untuk melakukan pekerjaan penyelamatan," kata perusahan itu dalam sebuah pernyataan pada Senin (20/6),

Jumbo Floating Restaurant dibuka pada 1976 oleh mendiang taipan kasino Stanley Ho.

photo
Jumbo Floating Restaurant (tengah), berlabuh di Aberdeen, Hong Kong, pada 2020 lalu. - (EPA-EFE/JEROME FAVRE)

Restoran yang panjangnya hampir 80 meter ini telah menjadi simbol di Hong Kong selama lebih dari empat dekade. Pembangunan restoran apung terbesar di dunia ini menelan biaya lebih dari 30 juta dolar Hong Kong atau 3,8 juta dolar AS.

Restoran ini mewujudkan puncak kemewahan di masa kejayaan Stanley Ho dan menjadi ikon bersejarah bagi Hong Kong. Jumbo Floating Restaurant memiliki desain seperti istana kekaisaran Cina, dan pernah dianggap sebagai landmark yang harus dikunjungi wisatawan. Ratu Inggris, Elizabeth II hingga aktor ternama Tom Cruise pernah mengunjungi restoran tersebut.

Restoran itu, juga pernah menjadi lokasi syuting untuk beberapa film. Salah satunya adalah film "Contagion" karya Steven Soderbergh, yang bercerita tentang pandemi global.

Tempat makan ini akhirnya ditutup pada 2020 karena pandemi dan memberhentikan semua stafnya. Aberdeen Restaurant Enterprises mengatakan, restoran itu menjadi beban keuangan bagi pemegang saham, dengan jutaan dolar Hong Kong dihabiskan untuk pemeriksaan dan pemeliharaannya meskipun tidak beroperasi.

photo
Jumbo Floating Restaurant (tengah), berlabuh di Aberdeen, Hong Kong, pada 2020 lalu. - (EPA-EFE/JEROME FAVRE)

Perusahaan investasi Melco International Development bulan lalu mengatakan, bisnis restoran apung itu tidak menguntungkan sejak 2013. Restoran itu mencatat kerugian kumulatif melebihi 100 juta dolar Hong Kong atau 12,7 juta dolar AS.

"Restoran itu menghabiskan jutaan dolar untuk biaya pemeliharaan setiap tahun, dan sekitar puluhan bisnis dan organisasi telah menolak tawaran untuk mengambil alih restoran tersebut," kata pernyataan Melco International Development yang dikutip Aljazirah, Selasa (21/5).

Jumbo Floating Restaurant itu ditarik dari tempatnya pada pekan lalu. Perusahaan berencana untuk memindahkannya ke lokasi yang lebih murah agar pemeliharaan dapat dilakukan. Sebelum keberangkatan tempat makan terapung itu, kapal telah diperiksa secara menyeluruh oleh insinyur kelautan dan papan penyangga pun dipasang.

Namun, restoran ini ternyata tidak dapat diselamatkan. Kepergian Jumbo Floating Restaurant dari Hong Kong memberikan kesedihan dan nostalgia dari sebagian besar warga Hong Kong. 


WHO Tegaskan Pandemi Belum Usai 

Negara anggota G-20 telah merintis adanya dana perantara keuangan atau financial intermediary fund (FIF) untuk mengantisipasi pandemi pada masa mendatang.

SELENGKAPNYA

Aneka Trik Berhemat Bensin di Seluruh Dunia

Harga bensin dan solar meroket, yang dipicu perang Rusia di Ukraina dan pandemi Covid-19

SELENGKAPNYA

Kasus Aktif Covid-19 Kota Bandung Naik 100 Persen

Kesiagaan terhadap kenaikan Covid-19 juga dilakukan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi

SELENGKAPNYA
×