Pekerja menggulung tembaga yang menjadi komponen utama pembuatan Transformator Daya buatan Elsewedy Electric Indonesia di Cileungsi, Bogor, Jawa Barat, Selasa (8/3/2022). Transformator untuk sektor utilitas listrik buatan anak bangsa ini selain memasok un | ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/tom.

Ekonomi

21 Jun 2022, 08:44 WIB

Virtual Holding PLN Rampung Akhir Juni

Holding dan subholding yang Kementerian BUMN lakukan di PLN sebenarnya mirip dengan PT Pertamina.

BOGOR -- Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sedang mematangkan pembentukan holding dan subholding PT PLN (Persero). Proses pembentukan holding dan subholding PLN akan dilakukan secara bertahap, mulai dari virtual holding hingga penandatanganan dokumen legal (legal end-state).

"Insya Allah sesuai target, kita berharap di akhir Juni ini kita sudah bisa finalisasi untuk melakukan pembentukan virtual holding dan subholding," kata Wakil Menteri BUMN I Pahala Nugraha Mansury di Bogor, Jawa Barat, Senin (20/6).

Pahala menargetkan penandatanganan dokumen legal holding dan subholding akan terealisasi pada akhir tahun ini. Ia mengatakan, penandatanganan dokumen legal holding dan subholding juga akan memberikan penjelasan lebih perinci mengenai aset-aset yang dimiliki holding dan subholding PLN.

"Artinya, ada pembentukan aset-aset diturunkan ke bawah dan sebagainya. Nanti biar Pak Menteri BUMN yang mengumumkan," ujar Pahala menambahkan.

photo
Petugas mengisi daya mobil listrik di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di kawasan Aeropolis, Kota Tangerang, Banten, Rabu (25/5/2022). SPKLU tersebut merupakan SPKLU kelima di Banten yang dibangun PT PLN (Persero) untuk menjamin kebutuhan pengisian baterai pengguna kendaraan listrik di daerah tersebut sekaligus menjadi bentuk dukungan terhadap program pemerintah menurunkan emisi gas rumah kaca sebagai kontribusi pencapaian Net Zero Emission (NZE) pada 2060. - (ANTARA FOTO/Fauzan)

Pahala juga memberikan sedikit gambaran mengenai struktur organisasi holding dan subholding, salah satunya mengenai pembangkit-pembangkit PLN. Ia mengindikasikan pembangkit-pembangkit PLN akan ditempatkan dalam beberapa subholding.

"Kira-kira jumlah pembangkit yang dimiliki PLN mungkin terlalu besar kalau dijadikan satu subholding, ini nanti dalam proses kajian bagaimana bisa difinalisasi," kata Pahala.

Pahala menyebutkan, pembentukan holding dan subholding merupakan upaya Kementerian BUMN dalam meningkatkan kinerja PLN ke depan. Hal ini juga merupakan bagian dari transformasi dan optimalisasi PLN agar masing-masing subholding bisa lebih fokus dalam bisnis inti.

"Ini merupakan bagian untuk kinerja PLN di level pembangkit, distribusi, transmisi, ritel ini lebih transparan lagi kepada masyarakat dengan skema organisasi holding dan subholding," kata Pahala.

Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir berencana membentuk holding dan subholding PLN pada 2023. “Holding dan subholding PLN sendiri rencananya tahun ini akan virtual dulu, sebelum kita dorong benar-benar menjadi holding dan subholding pada tahun depan," ujar Erick.

Bahkan, Kementerian BUMN, Erick menambahkan, sudah memetakan, misalnya contoh bagaimana subholding PLN, salah satunya ada Beyond Kwh, artinya lebih dari menjual listrik. "Karena memang kabel-kabel yang sekarang dimiliki oleh PLN memiliki nilai tambah atau value added sendiri, yang kita bisa lakukan tentu membantu daripada penetrasinya dalam digitalisasi," kata Erick.

photo
Petugas PT PLN (Persero) melakukan perbaikan dan perawatan untuk mengoptimalkan jaringan listrik di Banda Aceh, Aceh, Kamis (28/4/2022). PT PLN (Persero) menyiagakan 48.442 personel di 2.925 posko siaga di seluruh tanah air untuk merawat dan memperbaiki jaringan listrik apabila terjadi gangguan selama bulan Ramadhan dan menjelang hari raya Idul Fitri 1443 Hijriah. - (ANTARA FOTO / Irwansyah Putra)

Lalu, pembangkit listrik atau powerplant di mana ke depannya bukan berarti berdiri sendiri. Apalagi, Indonesia merupakan negara yang kaya akan hydropower, sinar matahari, angin, dan panas bumi.

Banyak negara tetangga tidak memiliki kekayaan alam ini, jadi tentu sudah seyogianya selain PLN menjadi perusahaan yang fondasinya kuat melayani pelayanan listrik di Indonesia, maka bukan tidak mungkin sekarang beberapa proyek hydropower sudah dijual juga ke Malaysia. Namun, ini menjadi konsolidasi yang terukur.

"Kenapa juga banyak negara melihat potensi energi terbarukan di Indonesia, ini salah satu yang kita mau sama-sama rajut, tapi bukan berdiri sendiri. PLN sendiri tetap akan fokus pada transmisi dan juga return daripada listriknya secara baik, serta tentu ini kita dorong apakah namanya digitalisasi dalam pelayanan kepada masyarakat supaya tepat sasaran," ujar Erick.

Menurut Erick, holding dan subholding yang Kementerian BUMN lakukan di PLN sebenarnya mirip dengan PT Pertamina (Persero). Ketika Pertamina sekarang memiliki subholding-subholding yang sehat, tidak saling tergantung.

Erick menyampaikan, siap membentuk subholding di PLN untuk memperkuat pelayanan dan bisnis listrik yang dilakukan oleh perusahaan negara tersebut. Ia menjelaskan, pembentukan subholding ini juga diperuntukkan pembangkit listrik.

Erick menyiratkan, tidak ada tumpang- tindih antara pembangkit dan PLN Batubara yang merupakan anak usaha PLN untuk menyediakan batu bara berkualitas dalam penyediaan energi listrik.


Presiden: Segera Kendalikan Harga Bahan Pokok

Mendag menargetkan dapat menyelesaikan persoalan minyak goreng dalam waktu satu bulan.

SELENGKAPNYA

WHO Tegaskan Pandemi Belum Usai 

Negara anggota G-20 telah merintis adanya dana perantara keuangan atau financial intermediary fund (FIF) untuk mengantisipasi pandemi pada masa mendatang.

SELENGKAPNYA

Wira-wiri Petugas di Bir Ali

Jamaah laki-laki siap dengan dua lembar kain ihram masing-masing.

SELENGKAPNYA
×