Desa Sukawangi, tempat terjadinya pergeseran tanah. | ANTARA FOTO

Bodetabek

18 Jun 2022, 17:17 WIB

Tanah Sepanjang 2,4 Km Bergeser di Desa Sukawangi

Kali ini, pergeseran tanah di Desa Sukawangi disinyalir akibat hujan deras yang turun beberapa hari ke belakang.

BOGOR — Masyarakat dihebohkan dengan terjadinya pergeseran tanah sepanjang 2,4 kilometer di RW 06 Kampung Gombong Lega, Desa Sukawangi, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor, pada Kamis (16/6). Akibat peristiwa alam tidak biasa itu, sejumlah rumah warga terancam ambruk dan sebagian jalan alternatif Bogor-Cianjur mengalami kerusakan.

Kepala Desa Sukawangi Budiyanto menjelaskan, peristiwa pergeseran tanah di Kampung Gombong Lega, Desa Sukawangi, ternyata pernah terjadi pula pada 2020. Kali ini, pergeseran tanah disinyalir akibat hujan deras yang turun beberapa hari ke belakang. "Dulu sempat geser karena posisinya persawahan. Dua atau tiga hari ke belakang sempat hujan gede tuh itu langsung anjlok tanahnya turun, geser," kata Budiyanto di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis.

Dia menjelaskan, saat ini warga sedang bergotong royong agar akses jalan bisa dilalui mobil dan sepeda motor. Perbaikan jalan harus dilakukan agar kendaraan milik warga bisa keluar masuk kampung dengan lancar.

Adapun warga yang rumahnya terancam memilih belum mengungsi. Hal itu karena pergeseran tanah masih masuk area persawahan, tidak tepat mengenai rumah. "Kalau posisi sekarang, perkampungan masih aman," ujar Budiyanto.

Kasie Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor Adam Hamdani menjelaskan, berdasarkan analisis sementara, kondisi tanah yang labil mengakibatkan pergeseran dan pergerakan tanah. Ditambah hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi beberapa hari ke belakang membuat terjadi retakan di dalam tanah. "BPBD menilai perkiraan kerusakan saat bencana. Untuk penilaian detail kerusakan dilakukan oleh instansi teknis terkait," katanya.

Berdasarkan data sementara, BPBD mencatat ada beberapa rumah yang terancam roboh akibat pergeseran tanah. Lokasinya berada di RT 02, RW 06 Kampung Gombong Lega dengan jumlah sembilan kepala keluarga (KK) berisi 30 jiwa dan di RT 03, RW 06, dengan jumlah satu KK terdiri empat jiwa. Termasuk sebuah bangunan vila yang berada di RT 01, RW 06, ikut terancam karena terletak tidak jauh dari tanah yang terbelah.

Adam mengatakan, efek pergerakan tanah juga mengakibatkan sawah dan ladang cabai serta jahe milik warga terdampak dengan luas 30 hektare. Sedangkan, jalan penghubung Kabupaten Bogor menuju Cianjur juga terdampak 550 meter dengan lebar tiga meter.

Personel Tim Rescue Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Bogor sudah melakukan penilaian dan berkoordinasi dengan aparatur wilayah terkait peristiwa alam tersebut. Menurut Adam, warga juga telah diberikan edukasi dan imbauan untuk mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan. "Saat ini tanah masih bergeser dan sebagian jalan sudah diperbaiki oleh warga setempat serta memasang tali pengukur pergerakan tanah," ujarnya.


×