Mitra layanan ojek daring Gojek menunjukkan logo merger perusahaan Gojek dan Tokopedia yang beredar di media sosial di shelter penumpang Stasiun Kereta Api Sudirman, Jakarta, Jumat (28/5/2021). | ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

Kabar Utama

15 Jun 2022, 03:50 WIB

Telkom Pastikan Investasi di GoTo Patuhi GCG 

Akhir pekan lalu, Telkom mencatatkan keuntungan investasi di GoTo senilai Rp 2,74 triliun.

JAKARTA -- CEO Telkom Group Ririek Adriansyah memastikan investasi Telkomsel di Gojek Tokopedia atau GoTo sudah sesuai dengan prinsip good corporate governance (GCG) atau tata kelola perusahaan yang baik.

Hal tersebut juga diamini Anggota Komisi VI DPR dari Fraksi Gerindra Andre Rosiade yang ikut dalam rapat Panitia Kerja Investasi BUMN ke Perusahaan Digital bentukan Komisi VI pada Selasa (14/6). Kemarin, Ririek bersama Direktur Utama Telkomsel Hendry Mulya Syam memenuhi undangan Komisi VI untuk mengikuti rapat panja perdana.

Ririek mengatakan, dirinya bersama Hendry Mulya memberi penjelasan soal rencana Telkom ke depan, ekspansi, dan sebagainya. "Kita juga sampaikan proses investasi Telkomsel pada GoTo yang kami yakini proses itu sudah memenuhi berbagai prinsip GCG yang berlaku,” kata Ririek kepada wartawan seusai rapat kerja di Komisi VI DPR, Selasa (14/6).

Ririek menyambut baik anggota Panja DPR yang memberikan kesempatan kepadanya untuk menjelaskan mengenai investasi tersebut. Dia merasa forum itu bisa dijadikan tempat untuk menjawab berbagai pertanyaan yang berkembang mengenai investasi Telkomsel di GoTo.

Ia menegaskan, proses investasi di GoTo sudah melalui berbagai proses dan inisiasi yang dilakukan oleh tim. Ide awal untuk investasi dimulai oleh Telkomsel yang sudah disetujui pemilik saham lain, seperti Singtel.

"Singtel juga menginisiasi ini, apalagi mereka lebih pengalaman dan independen, kemudian sampai berbagai proses yang sesuai dengan aturan. Kami memastikan proses ini tidak melibatkan Komisaris Telkom apalagi Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN)," tegas Ririek.

photo
Pengemudi daring Gojek membawa kemasan paket dari Tokopedia di Titipaja Warehouse, Jakarta, Jumat (28/5/2021). - (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)

"Jadi keputusan ini tidak melibatkan komisaris Telkom, apalagi Kementerian BUMN. Itu enggak ada. Memang aturan UU seperti itu,” ucapnya.

Ririek dalam kesempatan tersebut menambahkan, pihaknya telah memperhatikan capital gap dan potensi sinergi value dari investasi ke GoTo. Dia mengungkapkan, investasi Telkomsel ke GoTo pada 2021 menghasilkan income revenue sebesar Rp 473 miliar. 

“Pada kuartal I 2022 itu sudah ada sekitar Rp 153 Miliar. Artinya kalau dikalikan empat saja, itu sudah sekitar Rp 600 miliar lebih, sudah ada pertumbuhan sekitar 25 persen dibandingkan income revenue pada 2021,” terang Ririek.

Menurut Ririk, pencapaian tersebut membuktikan bahwa investasi ke GoTo tidak menyebabkan kerugian. Dia menyebut, harga saham GoTo pada Senin (13/6) sebesar Rp 368 per lembar saham. Apabila dibandingkan ketika Telkomsel investasi di angka Rp 270, Telkomsel mendapat keuntungan hingga Rp 2,8 triliun.

Jika dihitung dengan dengan asumsi harga penutupan saham GoTo pada Selasa (14/6) yang berada di level Rp 400 per saham, nilai investasi Telkomsel sudah mencapai sekitar Rp 9,48 triliun. Telkomsel  menggenggam sebanyak 23,7 miliar dengan investasi awal sebesar Rp 6,4 triliun atau setara Rp 270 per saham. Artinya, investasi Telkomsel di GoTo sudah memberikan keuntungan lebih dari Rp 3,08 triliun.

Direktur Utama Telkomsel Hendri Mulya Syam turut mengatakan, proses investasi Telkomsel di GoTo telah mengikuti tata kelola perusahaan yang baik, serta sesuai dengan peraturan perusahaan dan regulasi yang berlaku, termasuk melibatkan penasihat independen di bidang legal dan finansial.

"Investasi Telkomsel di GoTo menghasilkan kenaikan nilai investasi, adopsi talenta digital serta inisiatif kolaborasi dan sinergi yang telah dilakukan sejak akhir 2020 hingga hari ini juga menghasilkan nilai tambah bagi kedua perusahaan dalam melayani masyarakat Indonesia," kata Hendri.

Anggota Komisi VI Andre Rosiade mengatakan, pendalaman masih perlu dilakukan Komisi VI terkait investasi yang dilakukan oleh Telkomsel ke Gojek Tokopedia atau GoTo. Ia menjelaskan, rapat dengan Telkom dan Telkomsel terhambat oleh Rapat Paripurna DPR Masa Sidang V Tahun Sidang 2021-2022. 

photo
Gojek Tokopedia (Goto) melantai di Bursa Efek Indonesia. - (istimewa)

Meski begitu, Komisi VI sudah mendengarkan secara langsung terkait garis besar investasi tersebut. Untuk saat ini, Andre memandang bahwa proses investasi Telkom ke GoTo sudah sesuai GCG. "Insya Allah investasi tersebut sudah sesuai prosedur yang berlaku," ujar Andre seusai rapat tertutup dengan Telkom dan Telkomsel di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (14/6).

Panja tersebut juga telah mendengarkan bahwa Telkom mendapat keuntungan dari saham GoTo sebesar Rp 2,8 triliun. Adapun dari sinergi antara Telkom dan GoTo, disebutnya telah meraih pendapatan hampir mencapai Rp 800 miliar.

Kendati demikian, proses pendalaman dari Komisi VI akan terus dilakukan dengan mengundang pakar agar pihaknya dapat mendapatkan penjelasan dari berbagai sisi. Hal ini termasuk mendalami lebih jauh potensi untung dan rugi dari investasi yang dilakukan sejak 2020 itu.

"Kita ingin tahu, apakah Telkom dan Telkomsel ini saat investasi di GoTo mempertimbangkan undang-undang, KUHP, dan peraturan internal yang berlaku atau tidak," ujar Andre.

Wakil Ketua Komisi VI dari Fraksi Partai Nasdem Martin Manurung mengatakan, rapat antara Panja dengan Telkom dan Telkomsel perlu dilakukan kembali dalam waktu dekat. Pasalnya, pihaknya belum memberikan tanggapan. 

 
Pada akhir pekan lalu, Telkom mencatatkan keuntungan investasi di GoTo senilai Rp2,74 triliun.
 
 

Menunjang bisnis

Head of Investment PT Reswara Gian Investa Kiswoyo Adi Joe menilai investasi Telkom melalui Telkomsel di GoTo memiliki tujuan utama untuk menunjang bisnis perseroan, bukan mengejar profit dalam jangka pendek.

Dengan menjadi pemegang saham GoTo, kata dia, Telkomsel berpeluang untuk menggarap bisnis bersama dengan GoTo. "Perusahaan sebesar Telkom tidak mungkin berinvestasi layaknya investor ritel yang mengejar keuntungan dari kenaikan harga saham dalam tempo singkat," ujar Kiswoyo, kemarin. 

Menurut Kiswoyo, investasi Telkomsel di GoTo tidak bisa dilihat hanya dari pergerakan harga saham. Hal yang menjadi incaran Telkomsel justru lebih besar lagi, yaitu keuntungan dari kolaborasi dengan Gojek dan Tokopedia. Hal yang sama juga dilakukan oleh sejumlah investor kakap di GoTo, seperti Google, Tencent, KKR, Facebook, dan Visa.

Pada akhir pekan lalu, Telkom mencatatkan keuntungan investasi di GoTo senilai Rp2,74 triliun. Lonjakan keuntungan investasi Telkom terjadi akibat rally saham GoTo dalam sebulan terakhir. Saham GoTo tercatat melesat 73 persen, dari Rp 194 pada 13 Mei 2022 menjadi Rp 386 pada 10 Juni 2022. Dalam sebulan terakhir, saham GoTo hanya terkoreksi tiga kali, 14 kali mencatat kenaikan dan dua hari stagnan.

"Dengan kenaikan harga saham GoTo sekarang, Telkomsel sudah untung lumayan. Namun, jika harga saham GoTo nanti turun lagi, seharusnya tidak menjadi masalah. Kenaikan maupun penurunan harga saham GoTo semestinya bukan persoalan karena tujuan investasinya adalah untuk menunjang bisnis Telkomsel dengan menggaet komunitas GoTo," kata kata Kiswoyo.

Sumber : Antara


‘Jangan Gegabah Menangani Pengalihan Honorer’

Penghapusan tenaga honorer di instansi pemda tidak bisa dilakukan secepatnya pada 2023 dan diseragamkan waktunya.

SELENGKAPNYA

Perjalanan Ekstrem Fauzan, Bersepeda Menuju Makkah

Fauzan berangkat dari Indonesia pada 4 November 2021.

SELENGKAPNYA

Ketika Lengkung Kuning McDonald's Raib di Rusia

McDonald's menjual semua restorannya setelah beroperasi di Rusia selama lebih dari 30 tahun, menyusul invasi Rusia ke Ukraina sejak 24 Februari.

SELENGKAPNYA
×