Sebuah bus listik Damri melintas usai diluncurkan di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (25/11/2021). Perum Damri meluncurkan bus listrik untuk angkutan penumpang rute bandara sebagai bentuk komitmen dalam mendorong penggunaan bus listrik be | ANTARA FOTO/Fauzan

Ekonomi

08 Jun 2022, 08:14 WIB

Sejumlah BUMN akan Merger Tahun Ini

Merger Damri dan PPD merupakan langkah terbaik agar kedua perum tersebut tidak tumpang tindih.

JAKARTA — Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berencana menggabungkan sejumlah perusahaan pelat merah pada tahun ini. Rencananya, Perum Damri dan Perusahaan Umum Pengangkut Penumpang Djakarta (Perum PPD) akan dimerger, sedangkan Perusahaan Umum Produksi Film Negara (Perum PFN) akan diambil alih PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. 

Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo mengatakan, rencana merger kedua perum ini merupakan aksi korporasi yang dicanangkan Kementerian BUMN tahun ini, selain pengambilan PFN ke dalam Telkom. "Proses merger Damri dengan PPD karena fungsinya sama," kata Tiko, sapaan akrab Kartika Wirjoatmodjo, saat rapat kerja dengan Komisi VI DPR di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (7/6).

photo
Menteri BUMN Erick Thohir berbincang dengan Wamen BUMN II Kartika Wirjoatmodjo sebelum mengikuti rapat kerja dengan Komisi VI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (7/6/2022). Rapat tersebut membahas Rencana Kerja Anggaran (RKA) dan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Kementerian Negara/ Lembaga (RKA-KL) Tahun Anggaran 2023, usulan BUMN penerima PMN Tahun Anggaran 2023 dan usulan tentang rencana IPO/Right Issue.Prayogi/Republika. - (Prayogi/Republika.)

Tiko menilai, merger Damri dan PPD merupakan langkah terbaik agar kedua perum tersebut tidak tumpang tindih lantaran memiliki fokus bisnis yang sama. Tiko menyebutkan, merger tersebut akan memperkuat kondisi perusahaan dan lebih fokus dalam meningkatkan kinerja dan pasar ke depan. "Saat ini, dua-duanya terdampak karena Covid-19, lebih baik digabungkan agar lebih kuat sehingga bisa menjangkau jaringan lebih luas," ujar Tiko.

Tiko menambahkan, Kementerian BUMN juga mengusulkan Damri mendapatkan penyertaan modal negara (PMN) pada 2023 sebesar Rp 870 miliar. Hal ini untuk penugasan dan pengembangan usaha dalam penyediaan armada untuk penugasan perintis, KSPN, armada bus listrik untuk perkotaan melalui buy the service, dan meningkatkan kapasitas bisnis perusahaan.

"Damri juga cukup lama tidak terima PMN, ini untuk perintis karena cukup banyak penugasan dari Kemenhub untuk daerah-daerah baru, termasuk mereformasi bus listrik di kota besar, Jakarta, Medan, Surabaya. Pelan-pelan kota-kota ini akan konversi seluruh busnya jadi bus listrik," kata Tiko menambahkan.

Terkait PFN ke Telkom, Tiko mengatakan, ada rencana Telkom mengambil alih PFN. Tiko mengatakan, rencana pengambilalihan PFN tengah dalam kajian karena hal ini merupakan upaya Kementerian BUMN dalam menjaga keberlangsungan PFN.

Tiko menilai, PFN akan mengalami kesulitan jika berdiri sendiri dalam membangun ekosistem perfilman nasional. Dengan bergabung ke dalam Telkom, menurut Tiko, hal ini akan memperkuat ekosistem perfilman nasional ke depan.

"Kami melihat ekosistem perfilman PFN kalau berdiri sendiri sulit. Kami akan gabungkan PFN ke dalam ekosistem di Telkom untuk produksi film yang nantinya ditayangkan di platform Telkom melalui Maxstreem dan Indihome," kata Tiko menambahkan.


Memuluskan Transisi ke Dunia Hibrid

Pandemi telah mendefinisikan ulang apa arti bekerja dan kantor bagi banyak orang.

SELENGKAPNYA

Bulog Jalin Kerja Sama Distribusi Minyak Goreng

Produsen migor mendapatkan pasokan minyak sawit seharga Rp 9.500 per liter.

SELENGKAPNYA

Erick Thohir Targetkan Dividen BUMN Rp 50 Triliun

Kementerian BUMN juga berhasil menekan utang dan modal BUMN hingga ke 35 persen .

SELENGKAPNYA
×