Ustaz Haikal Hassan bersama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan | Erdy Nasrul/Republika

Jakarta

Haikal Hassan: Kita Bangga Saksikan Keberhasilan Formula E

Formula E menjadi kebanggaan Indonesia

Gelaran Formula E di Jakarta International E-Prix Circuit (JIEC) Sabtu (4/6)  berjalan sukses. Cuaca di sekitar Ancol sangat mendukung balapan mobil listrik ini. Tidak ada hujan dan tidak terlalu panas. 

Namun, event berskala Internasional ini justru lebih dulu memanas menjadi isu politik, mulai dari rencana Formula E yang sempat dijegal para politisi, mencuatnya isu korupsi hingga tak ada satu pun BUMN yang menjadi sponsor Formula  E. Berbeda dengan Moto GP Mandalika yang mendapat sponsor penuh dari BUMN. 

Bahkan, Babe Haikal Hassan ikut terseret ketika mendoakan kesuksesan Formula E gara-gara menghadiri undangan Jakpro. Kalau di Moto GP Mandalika, ada pawang hujan, maka di Formula E ada Haikan Hassan, begitu cuitan para buzzer. "Seharusnya kita bangga dan mendukung Formula E jangan diframing dengan politik, kok terlalu khawatir Formula E makin menaikan popularitas Anies, " ungkap Babe.

Babe Haikal menambahkan pentingnya bangsa ini memiliki akhlak dan pendidikan yang tinggi agar bisa bersatu. Tidak mudah digiring hoax dan isu pecah belah. "Berlaku adillah, tidak perlu pilih kasih dan takut tersaingi karena ajang ini untuk menaikkan harkat dan martabat bangsa," tambah Babe Haikal. 

Formula E diikuti oleh 11 tim dan pabrikan otomotif dunia, seperti Jaguar, Mercedes, Porche dan Nissan. Untuk ajang di Jakarta kali ini dimenangkan oleh Mitch Evans dari Tim Jaguar TCS Racing, sedangkan Jean Eric Vergne (DS Techeetah) yang dalam babak kualifikasi sebagai pembalap tercepat harus puas di posisi kedua.

Warga antusias

Antusiasme penonton ajang balap mobil listrik Formula E (FE) terasa di lokasi balap sejak Sabtu (4/6) pagi. Salah satu penonton Festival 3A di Ancol, Gindo Sulaiman (47 tahun) menyebut telah membeli tiket sejak jauh hari. Dia mengaku, sengaja memborong 10 tiket Formula E sejak dua pekan sebelum gelaran untuk dinikmati bersama keluarga dan kerabat terdekat.

“Soalnya ini menarik, ini bakal masuk ke teknologi masa depan. Apalagi saya sekeluarga suka sama teknologi ini,” kata Sulaiman ketika ditemui Republika di lokasi.

Bukan hanya teknologi maupun ajang balapnya saja, kata dia, lokasi balapan yang digunakan saat ini juga sangat menarik. Pasalnya, sirkuit Formula E di Ancol sebagai ikon Jakarta, kata dia, juga memiliki kelebihan pemandangan dari Jakarta International Stadium (JIS). “Apalagi keliatan jelas JIS dari sirkuitnya kan,” tutur dia.

Sementara itu, penonton lainnya dari grand stand, Taufik (37) mengatakan, menonton Formula E pertama di Indonesia kali ini akan sangat berarti bagi pengalamannya. Terlebih, kata dia, bagi adiknya yang sangat suka dengan otomotif dan dunia balap. “Ini bakal menarik banget sih. Soalnya pertama (di Indonesia) dan baru juga teknologinya,” jelas dia.

Terpisah, Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan, mengimbau, para penonton atau semua yang hadir di Formula E Sabtu (4/6) ini bisa fokus pada ajang balapan mobil listrik tersebut. Dia meminta, para pengunjung tak mempersiapkan atribut apapun yel-yel politik.

“Ingat, jangan ada spanduk-spanduk, kaos, seragam atau atribut apapun yang bernada politis. Jangan ada dan jangan ada sama sekali,” kata Anies dalam keterangan videonya, dikutip di Jakarta, Sabtu (4/6). 

Ihwal demikian, dia mengatakan, yel-yel dan sorak-sorak bisa diberikan pada para pembalap yang sedang berkompetisi di ajang balap Formula E pertama di Indonesia itu. Karenanya, Anies meminta para penonton dan tamu undangan bisa fokus menjadikan acara itu sebagai sejarah. “Kita jadikan sejarah Formula E pertama di Indonesia ini menjadi kenangan yang indah, kenangan yang berkesan bagi semuanya,” ucapnya. 

Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.

Donasi Literasi Umat