Sejumlah delegasi mengikuti penutupan Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) 2022 di Nusa Dua, Bali, Jumat (27/5/2022). | ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

Nusantara

28 May 2022, 03:45 WIB

Belasan Peserta Konferensi di Bali Positif Covid-19

Jumlah kasus Covid-19 secara nasional masih terkendali usai libur panjang.

DENPASAR – Sebanyak 15 orang peserta acara Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) di Bali dinyatakan positif Covid-19. Tiga orang berasal dari Indonesia, dan selebihnya berasal dari luar negeri.

Satuan Tugas Penanganan Covid-19 memastikan sebanyak 15 orang tersebut tertangani dengan baik. Juru Bicara Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC) Bali, mengatakan saat ini 15 orang tersebut tengah menjalani karantina di tempat menginap masing-masing.

"Semua yang teridentifikasi, semuanya diisolasi di masing-masing hotel dan selalu termonitor oleh Satgas. termasuk Dinas Kesehatan Provinsi Bali dan dilakukan tracing sehingga kita tahu keadaannya relatif dalam keadaan baik. Di setiap hotel tempat mereka menginap disediakan tempat isolasi," ujar Wiku, Jumat (27/5).

Selain itu, Wiku memastikan seluruh orang yang berkumpul di acara GPDRR dalam kondisi tidak tertular sama sekali. Menurutnya, angka positif tersebut sangat kecil dibandingkan ribuan orang yang menghadiri acara secara luring.

photo
Sejumlah delegasi mengikuti acara penutupan Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) 2022 di Nusa Dua, Bali, Jumat (27/5/2022). - (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)

Ia juga memastikan para peserta yang berinteraksi dengan orang yang terpapar Covid-19 dilakukan screening dan testing yang hasilnya dapat diverifikasi langsung secara digital di dalam area penyelenggaraan GPDRR. Sebanyak 15 orang yang dilaporkan terpapar virus pun tidak menunjukkan gejala sakit.

Wiku memastikan para peserta GPDRR yang terpapar Covid-19 dapat kembali bepergian dengan aman dan keadaan sehat, sehingga dapat kembali ke tempat asal masing-masing.

"Jadi Satgas bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Provinsi Bali dan juga Kementerian Kesehatan, memastikan bahwa orang-orang yang positif Covid-19 tentunya akan disediakan post recovery certificate, agar mereka bisa kembali ke negaranya masing-masing. Karena pesertanya yang positif bukan hanya dari negara asing tapi juga dari sini," ujar Wiku.

Sebelumnya, Ketua Satgas Covid-19 Letjen TNI Suharyanto saat ditemui awak media pada Kamis (26/5) mengatakan, terdapat 15 orang positif Covid-19. Mereka yang terpapar diyakinkan tidak memasuki wilayah Bali Nusa Dua Convention Center, dan langsung menjalani karantina di hotel tempat menginap masing-masing.

Wiku juga mengatakan kasus positif Covid-19 secara nasional terkendali pascaperiode libur panjang dengan mobilitas masyarakat yang tinggi. Apabila dilihat secara lebih mendalam kasus positif nasional kembali mengalami penurunan.

“Pada tiga pekan lalu kasus yang pada mulanya hanya bertambah sekitar 1.300 kasus, sedikit mengalami kenaikan menjadi 2.300 kasus, dan pada pekan lalu angkanya kembali menurun pada kisaran 1.500 kasus," ujar Wiku.

Menurut Wiku, capaian baik tersebut perlu untuk dipertahankan mengingat Indonesia tidak pernah luput dari lonjakan kasus pada periode libur panjang. Kenaikan kasus yang sempat terjadi cenderung tidak signifikan jika dibandingkan dengan kenaikan kasus yang telah dialami pada periode libur panjang sebelumnya.

Terlebih jika pada tanggal 15 Mei 2022 terdapat 24 provinsi yang mengalami kenaikan kasus mingguan di tengah penurunan kasus positif nasional. Kemudian per tanggal 22 Mei 2002 hanya terdapat 10 provinsi yang mengalami dan yang kenaikannya tertinggi yakni Maluku, Lampung, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Tengah, Kepulauan Riau, Jawa Tengah, Aceh, Bengkulu, Nusa Tenggara Barat dan Gorontalo.

photo
Peta Risiko Covid-19 di Indonesia per Senin (9/5/2022). - (covid19.go.id)

"Meskipun demikian kenaikan kasus pada provinsi-provinsi ini cenderung kecil yaitu pada kisaran satu hingga 11 kasus dalam satu minggu nya. Jadi ini adalah sinyal positif kontribusi positif bagi penyelenggaraan GPDRR (Global Platform for Disaster Risk Reduction) Indonesia pada minggu ini," kata dia.

Naik

Sementara itu, Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, mencatat berdasarkan peta zonasi Covid-19 yang dihimpun Dinas Kesehatan Sleman per 22 Mei 2022, kelurahan zona merah di wilayah itu mengalami kenaikan hingga tiga kali lipat.

"Pada periode sebelum 22 Mei, kelurahan zona merah tinggal dua kelurahan saja, namun saat ini mengalami kenaikan tiga kali lipat hingga terdapat enam kelurahan zona merah," kata Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Sleman Shavitri Nurmaladewi, Jumat.

Menurut dia, enam kelurahan yang masuk dalam zona merah tersebut meliputi Kelurahan Selomartani, Sendangsari, Sendangadi, Bokoharjo, Tambakrejodan Pondokrejo. Ia mengatakan sedangkan dari 86 kelurahan yang ada di Sleman, tidak ada kelurahan yang masuk dalam zona oranye, kemudian kelurahan zona kuning ada delapan kelurahan atau 9,3 persen.

"Sedangkan kelurahan yang masuk zona hijau Covid-19 di Sleman saat ini tercatat sudah mencapai 81,4 persen atau sebanyak 70 kelurahan," kata dia.

Shavitri mengatakan peta zonasi Covid-19 tingkat kelurahan yang dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sleman ini bersifat dinamis dan diterbitkan secara berkala. 

Sumber : Antara


×