Pekerja pelabuhan menerobos banjir rob di dalam Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, Jawa Tengah, Jumat (27/5/2022). | Wihdan Hidayat / Republika

Nasional

28 May 2022, 03:45 WIB

Penambalan Tanggul Jebol Terus Dipercepat

Ada dua tanggul yang jebol dan saat ini sedang dalam proses perbaikan.

JAKARTA - Upaya penanganan jebolnya tembok pelindung kawasan industri Lamacitra yang diduga menjadi salah satu penyebab terjadinya banjir rob di wilayah Tanjung Emas, Kota Semarang, masih berlanjut hingga Jumat (27/5).

Penanganan jebolan tembok pelindung yang berbatasan langsung dengan laut itu merupakan tindak lanjut dari penanganan banjir rob di wilayah itu. Plt Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, penanganan darurat itu dilakukan dengan membuat tanggul sementara.

Tembok pelindung tersebut menggunakan 3.500 kantong pasir dari Pelindo, 1.000 kantong pasir dari PT Lamicitra Nusantara, dua truk tronton kantong pasir dari DPU Kota Semarang, dan BBWS serta geobag dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

"Tim gabungan itu juga menggunakan potongan bambu dan peralatan lain seadanya untuk menambal dua titik tembok penahan yang jebol sepanjang 20 meter di PT Lamicitra Nusantara dan tujuh meter di sisi barat," kata Muhari, Jumat (27/5).

photo
Pekerja pelabuhan menggunakan ojek kapal ke lokasi pabrik di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, Jawa Tengah, Jumat (27/5/2022). Pekerja mulai masuk kembali untuk membersihkan pabrik sisa banjir rob akibat tanggul jebol. Meski banjir mulai surut, beberapa titik di Pelabuhan Tanjung Emas masih tergenang air rob dengan ketinggian maksimal sepinggang orang dewasa. - (Wihdan Hidayat/Republika)

Sekretaris BPBD Kota Semarang Winarsono mengatakan, proses penambalan tanggul laut yang jebol di kawasan Lamicitra di kompleks Pelabuhan Tanjung Emas Semarang kembali dilanjutkan. "Kemarin sempat dihentikan sementara karena air pasang serta turun hujan," kata Winarsono.

Sementara itu, beberapa kendala yang menjadi tantangan bagi tim gabungan dalam penanganan darurat, yakni masih berlangsungnya gelombang pasang, kondisi wilayah terdampak di Kelurahan Tanjung Mas dengan topografi yang mengakibatkan air sulit keluar, terbatasnya pompa air, dan akses menuju lokasi yang sulit dilalui.

Berdasarkan data perkembangan hingga Jumat, hampir seluruh wilayah kabupaten dan kota di sepanjang pesisir Pantai Utara (Pantura) Jawa Tengah dilanda banjir rob dan gelombang pasang sejak Senin (23/5).

Adapun wilayah terdampak, yaitu Kabupaten Brebes, Kabupaten Tegal, Kota Tegal, Kabupaten Pemalang, Kabupaten Pekalongan, Kota Pekalongan, Kabupaten Batang, Kabupaten Kendal, Kota Semarang, Kabupaten Demak, Kabupaten Jepara, Kabupaten Pati, dan Kabupaten Rembang.

Luapan air laut yang saat ini masih menggenangi kawasan Pelabuhan Tanjung Emas di Kota Semarang mulai dipompa ke laut. Kapolrestabes Semarang Kombes Polisi Irwan Anwar mengatakan, pengurasan genangan air laut di kawasan pelabuhan dilakukan seiring dengan penambalan tanggul laut yang jebol di kawasan industri Lamicitra.

"Pemompaan air ke laut dari kawasan pelabuhan sudah dilakukan," kata Irwan, Jumat. Ia berharap, aktivitas pelabuhan dan kegiatan warga bisa kembali normal setelah genangan air dikuras.

photo
Banjir Rob masih menggenangi kawasan berikat di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, Jawa Tengah, Jumat (27/5/2022). Pekerja mulai masuk kembali untuk membersihkan pabrik sisa banjir rob akibat tanggul jebol. Meski banjir mulai surut, beberapa titik di Pelabuhan Tanjung Emas masih tergenang air rob dengan ketinggian maksimal sepinggang orang dewasa. - (Wihdan Hidayat / Republika)

Kepala Regional 3 PT Pelindo III Tanjung Emas Semarang Ardhy Wahyu Basuki mengatakan, ada dua bagian tanggul laut yang jebol masing-masing sepanjang 20 meter dan delapan meter di kawasan industri Lamicitra. Menurut dia, dua bagian tanggul laut yang jebol sudah ditutup menggunakan kantong-kantong berisi pasir.

"Sudah tertutup, tapi masih akan ditinggikan sekitar tiga meter," kata Ardhy.

Luapan air laut di Pelabuhan Tanjung Emas menyebabkan antrean truk mengular di depan pintu utama pelabuhan, Jumat. Antrean truk mengular di sejumlah jalan menuju pelabuhan, seperti Jalan Arteri Yos Sudarso dan Jalan Ronggowarsito.

Kasat Lantas Polrestabes Semarang AKBP Sigit membenarkan antrean panjang kendaraan yang akan masuk ke pelabuhan itu. "Anggota sudah di lapangan untuk membantu mengatur arus lalu lintas," kata Sigit.

photo
Pekerja pelabuhan menerobos banjir rob di dalam Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, Jawa Tengah, Jumat (27/5/2022). - (Wihdan Hidayat / Republika)

Sementara itu, kondisi pintu masuk utama pelabuhan Semarang tersebut sudah tidak lagi tergenang. Genangan rob hanya ada di sisi timur pintu utama yang merupakan pos IV pelabuhan itu.

"Sudah tidak ada genangan di depan pintu masuk. Untuk genangan di dalam, mobil pribadi sudah bisa melintas," kata salah seorang petugas pelabuhan yang membantu mengatur truk yang akan masuk.

Relokasi mangrove

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Jawa Tengah menilai, banjir rob yang terjadi di sejumlah wilayah pesisir utara Jawa Tengah turut dipicu oleh pembangunan infrastruktur secara masif. Pemerintah diminta segera menghentikan pembangunan, terutama pembangunan Tol Semarang-Demak yang disertai relokasi mangrove.

photo
Petugas mengoperasikan pompa penyedot banjir portabel berkapasitas sedot 500 liter per detik untuk mengatasi banjir limpasan air laut ke daratan atau rob di kawasan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Jawa Tengah, Jumat (27/5/2022). Kementerian PUPR menyiagakan sejumlah mobil penyedot banjir berbagai kapasitas untuk mempercepat proses pengeringan sejumlah titik kawasan pelabuhan yang masih terendam banjir rob. - (ANTARA FOTO/Aji Styawan)

Manajer Advokasi dan Kampanye Walhi Jateng Iqbal Alma menjelaskan, rob terjadi bukan semata karena cuaca ekstrem, melainkan juga karena ada eksploitasi lingkungan yang berlangsung dalam jangka waktu lama. Eksploitasi lingkungan itu berupa pembangunan infrastruktur secara masif yang pada akhirnya menurunkan kualitas lingkungan.

"Meski rob terus terjadi setiap tahun, pembangunan industri di wilayah pesisir tetap saja dilakukan," kata Iqbal.

Iqbal memaparkan beberapa pembangunan di pesisir utara Jateng, mulai dari pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal, Kawasan Industri Terpadu Batang, Jatengland Industrial Park Sayung, hingga Kawasan Industri Wijayakusuma.


Amplop Pernikahan Milik Siapa?

Amplop yang diterima dari para tamu undangan pernikahan menjadi milik siapa?

SELENGKAPNYA

Panggung The Special One untuk AS Roma

Trofi ini menjadi titel juara pertama AS Roma di level kompetisi Eropa.

SELENGKAPNYA

Terima Kasih Wahai Musuh

Bahwa tipu daya setan akan selalu menjadi musuh bagi manusia.

SELENGKAPNYA
×