Seorang pelayat menaburkan bunga di atas makam almarhum Achmad Yurianto di pemakaman umum Dadaprejo, Batu, Jawa Timur, Ahad (22/5/2022). | ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto

Kisah Dalam Negeri

Selamat Jalan Jubir Pertama Pandemi Indonesia

Proses pemakaman diawali dengan upacara pelepasan secara militer dari pihak keluarga ke negara yang dilaksanakan oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat.

OLEH DIAN FATH RISALAH, WILDA FIZRIYANI

Achmad Yurianto, mantan juru bicara pemerintah untuk Penanganan Covid-19, meninggal dunia pada Sabtu (21/5) pukul 18.58 WIB di Malang, Jawa Timur. Ia memiliki pesan terakhir yang disampaikan kepada keluarganya.

Adik kandung almarhum Achmad Yurianto, Edy Suhartono, seusai prosesi pemakaman di Kota Batu, Ahad (22/5) mengatakan, pesan terakhir yang disampaikan kakaknya bahwa ia merindukan sosok ibunda Rr Mientarti dan ingin pulang ke Kota Batu.

"Beliau ketika sakit, hanya satu permintaannya, kangen dengan ibunda. Ingin pulang," kata Edy.

Edy menjelaskan, karena permintaan anak ketujuh dari sembilan bersaudara itu, pihak keluarga memutuskan untuk memindahkan perawatan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Saiful Anwar Malang. "Dengan segala risiko kita geser (perawatan) ke Malang," katanya.

photo
Achmad Yurianto berpose di Graha BNPB, Jakarta, Kamis (18/6/2020). - (Hafidz Mubarak A/ANTARA FOTO)

Sebelumnya, Achmad Yurianto dirawat di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Jakarta akibat kanker usus. Ayah dari dua anak laki-laki tersebut meninggal dunia setelah mendapatkan perawatan selama tiga hari di RSUD Saiful Anwar Malang.

Ia menambahkan, Yuri, panggilan akrab Achmad Yurianto, merupakan sosok yang sangat dekat dengan ibunda Rr Mientarti yang meninggal pada 2014. Ke mana pun Yuri akan dinas, ia selalu berkunjung ke Kota Batu bertemu orang tuanya.

"Beliau sangat dekat dengan ibunda. Setiap akan berangkat bertugas selalu pulang untuk berpamitan. Jika tidak bisa pulang, selalu menelepon," katanya.

Sesuai dengan kesepakatan keluarga, jenazah Yuri dimakamkan tepat di samping pusara ibunda Rr Mientarti di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Dadaprejo, Kota Batu. Proses pemakaman dilakukan dengan upacara militer.

photo
Anggota TNI dari Yonkes 2/Divif 2 Kostrad bersiap melakukan upacara pemakaman jenazah almarhum Achmad Yurianto untuk dimakamkan di pemakaman umum Dadaprejo, Batu, Jawa Timur, Ahad (22/5/2022). - (ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto)

Proses pemakaman diawali dengan upacara pelepasan secara militer dari pihak keluarga ke negara yang dilaksanakan oleh TNI Angkatan Darat. Jenazah kemudian diberangkatkan menuju TPU Dadaprejo dari rumah duka di Jalan Ir Soekarno Nomor 31, Kota Batu sekitar pukul 10.00 WIB.

Jenazah diusung secara bergantian oleh prajurit TNI AD, keluarga, tetangga, dan kerabat almarhum. Lokasi TPU Dadaprejo dari rumah duka hanya berjarak kurang lebih 200 meter. Pada saat proses mengantarkan jenazah ke TPU, arus lalu lintas di jalur utama antara Kabupaten Malang dengan Kota Batu dihentikan sementara.

Dikawal sejumlah prajurit TNI AD dari Yonkes 2, jenazah Achmad Yurianto tiba di TPU Dadaprejo sekitar pukul 10.05 WIB. Kemudian proses upacara pemakaman jenazah suami dari Dwiretno Yuliarti berakhir kurang lebih pukul 11.00 WIB.

Edy Suhartono mengatakan, sosok Achmad Yurianto merupakan pribadi yang setia terhadap tugas yang diemban. Almarhum juga sosok panutan di dalam keluarga. "Beliau merupakan orang yang tidak pernah ingkar kepada tugasnya dan selalu berusaha menyelesaikan tugas dalam keadaan apa pun," katanya.

photo
Anggota TNI dari Yonkes 2/Divif 2 Kostrad memanggul peti berisi jenazah almarhum Achmad Yurianto untuk dimakamkan di pemakaman umum Dadaprejo, Batu, Jawa Timur, Ahad (22/5/2022). - (ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto)

Kakak Achmad Yurianto, Sri Yuriati mengungkapkan, almarhum termasuk sosok yang sangat mengayomi keluarga. Sisi ini tidak hanya ditunjukkan untuk adik-adiknya, tapi kakak-kakaknya juga.

Menurut Yuriati, almarhum di keluarga bukan termasuk orang yang banyak bicara. Meskipun demikian, almarhum memiliki karakter yang menyenangkan. "Kalau pendiam sih tidak, ya guyonan (suka becanda)," ucapnya.

Ada banyak kebaikan yang telah dilakukan almarhum kepada keluarganya. Selain memiliki karakter mengayomi dan menyenangkan, almarhum juga berhasil mengumrahkan semua keluarganya. Hal terpenting, yang bersangkutan juga bukan sosok yang suka mengeluh.

Mantan menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto, menyebut Achmad Yurianto adalah prajurit TNI yang gigih dan pantas diteladani. “Almarhum juga menjadi teman diskusi saya di Kemenkes,” ujarnya.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengaku mengenal Yurianto sebagai sosok periang. Saking periangnya, Yurianto tak pernah menunjukkan tanda-tanda gelisah karena sakit kanker usus yang dideritanya.

"Saya benar-benar kehilangan. Almarhum adalah sosok pekerja keras. Saya selama ini tidak tahu kalau beliau mengidap penyakit karena beliau selalu periang. Artinya tidak ada tanda-tanda gelisah atau sakit," kata Muhadjir dalam keterangannya.

Juru Bicara Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito usai pemakaman mengatakan, almarhum merupakan sosok pribadi yang sabar dalam menangani kondisi awal pandemi Covid-19. "Beliau adalah tokoh yang luar biasa, tenang, penuh kesabaran pada saat menangani seluruh kondisi awal pandemi dan meletakkan dasar (penanganan Covid-19), sehingga saat ini terkendali," kata Wiku.

photo
Achmad Yurianto berpose di Graha BNPB, Jakarta, Kamis (18/6/2020). - (Hafidz Mubarak A/ANTARA FOTO)

Dalam menghadapi berbagai informasi terkait pandemi penyakit akibat penyebaran virus korona di Indonesia pada tahap awal, diperlukan pribadi yang penuh ketenangan seperti Achmad Yurianto agar penanganan pandemi bisa berjalan baik. Almarhum selama lebih dari 140 hari secara terus menerus menyampaikan berbagai informasi dan berita ke masyarakat tentang bahaya yang dihadapi, termasuk menenangkan warga dalam menghadapi penyebaran Covid-19.

"Beliau orangnya tenang sekali dan luar biasa. Memerlukan ketenangan dalam menghadapi bencana non-alam seperti ini, yang melanda seluruh dunia dan beliau mampu menanganinya dengan baik," ujarnya.

Achmad Yurianto merupakan kakak kelas Wiku pada saat menempuh pendidikan di SMAN 3 Kota Malang. Keduanya memiliki hubungan yang sangat dekat layaknya keluarga.

Almarhum Achmad Yurianto merupakan purnawirawan TNI dengan pangkat terakhir Kolonel CKM. Ia mengawali karier pada 1987 sebagai dokter militer. 

Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.

Donasi Literasi Umat

Tabrani, Komunitas Cina, dan Menteri Tahu-Tempe

Tabrani yang dari Madura dianggap lebih layak menjadi menteri karena ia telah banyak berbuat untuk warga Cina peranakan.

SELENGKAPNYA

Jangan Lupa Bahagia

Kebahagiaan sesungguhnya datang dari kemampuan memaknai hidup dan nilai-nilai yang dijunjung.

SELENGKAPNYA

Zainab binti Abu Salamah Tumbuh di Bawah Asuhan Rasulullah

Zainab meriwayatkan hadis tentang ketentuan masa berkabung untuk seorang perempuan.

SELENGKAPNYA