The Huawei logo is seen at the IFA consumer technology fair, in Berlin, Germany September 3, 2020. | REUTERS/Michele Tantussi

Ekonomi

20 May 2022, 10:48 WIB

Huawei Dukung Penguatan Digital Indonesia

Huawei telah memupuk lebih dari 58 ribu talenta digital.

JAKARTA -- Penyedia layanan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) global, Huawei, menegaskan komitmennya untuk mendukung pengembangan digitalisasi di Indonesia. CEO Huawei Indonesia Jacky Chen mengatakan, digitalisasi telah mempercepat laju transformasi seluruh sektor di Tanah Air. Ia menegaskan, Huawei akan selalu berkomitmen mendukung ekosistem melalui pengembangan digital.

“Sejalan dengan komitmen I Do, Huawei ingin berkontribusi lebih bagi negara Indonesia, tempat kami telah mengakar dan bertumbuh selama lebih dari dua dekade. Kami akan konsisten memberikan sumbangsih dan menciptakan nilai tambah untuk membangun Indonesia yang terkoneksi sepenuhnya, berorientasi 5G, lebih cerdas, digital, berkelanjutan, dan inspiratif,” ujar Chen melalui keterangan pers, Kamis (19/5).

Sebagai bagian dari komitmen tersebut, Huawei telah memupuk lebih dari 58 ribu talenta digital. Targetnya adalah menyiapkan sebanyak 100 ribu talenta digital pada 2025.

Setiap tahunnya, Indonesia membutuhkan 600 ribu talenta digital agar dapat memenuhi kebutuhan industri, termasuk talenta-talenta yang memegang sertifikasi kompetensi. Mereka diharapkan menjadi kunci pertumbuhan lima ribu perusahaan startup pada 2024.

Dalam Huawei APAC Digital Innovation Congress 2022, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno juga menggarisbawahi potensi nasional yang besar dalam bidang perekonomian digital. Indonesia memiliki 205 juta pengguna internet dan 190 juta pengguna aktif media sosial.

“Saat ini, ekonomi digital memberikan sumbangsih sebesar 70 miliar dolar AS bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Angka ini diprediksikan mencapai 146 miliar dolar AS pada 2025,” ujarnya.

Menurut dia, pemerintah telah mengalokasikan Rp 500 triliun untuk berbagai program demi menyediakan dua juta lapangan pekerjaan baru. Diharapkan, kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi dapat menyentuh angka 2 persen.

“Kami berharap kolaborasi dan kemitraan dengan Huawei ini dapat memperkuat ekosistem digital di Asia Pasifik secara keseluruhan. Seluruh pemangku kepentingan harus bahu-membahu bekerja sama, bersinergi, dan saling mendukung untuk mempercepat transformasi digital di Indonesia maupun di kawasan Asia Pasifik,” ujarnya.

Kemenparekraf juga telah menandatangani nota kesepahaman dengan Huawei dalam rangka mengakselerasi pemulihan ekonomi, meningkatkan kompetensi talenta digital, dan mendorong pelaku usaha yang bergerak dalam bidang pariwisata dan ekonomi digital.

Kepala Organisasi Riset Elektronika dan Informatika, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Budi Prawara menyoroti pentingnya sinergi antarpelaku ekosistem. “Dunia masa depan yang kita siapkan bagi anak-cucu kita tergantung pada penguatan kolaborasi di bidang riset dan inovasi secara efektif serta efisien. Di Indonesia, kami berkolaborasi dengan segenap pemangku kepentingan kunci terutama pemimpin di ranah teknologi dan inovasi di kancah global Huawei sejak 2020," kata Budi.

Budi menyampaikan, salah satu kontribusi Huawei adalah berbagi pengetahuan dan pembelajaran terkait teknologi kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI) dalam rangka pengembangan Strategi Nasional Kecerdasan Artifisial. "Kami berharap dapat terus melangsungkan sinergi yang baik ini dengan ekosistem sehingga manfaat yang didapatkan dari dunia riset dapat dirasakan umat manusia serta masyarakat," tuturnya.


Jokowi Buka Keran Ekspor CPO 

Jokowi mengakui harga minyak goreng di beberapa daerah masih relatif tinggi.

SELENGKAPNYA

Menkeu Pastikan Harga Pertalite tak Naik

Menkeu mengusulkan tambahan anggaran subsidi energi ke Banggar DPR.

SELENGKAPNYA
×