Amrina Rosyada dan Membuka Akses Komputer Masuk Desa | Istimewa

Uswah

15 May 2022, 05:37 WIB

Membuka Akses Komputer Masuk Desa

Warga dan pelajar bergotong royong untuk mengoperasikan komputer dengan mesin diesel

OLEH IMAS DAMAYANTI

Indonesia merupakan negeri kepulauan yang luas, di mana  konektivitas antar satu dengan pulau lainnya belum  memadai. Namun demikian, di balik semua tantangan tersebut, selalu ada ‘tangan-tangan’ kebaikan yang menyentuh wilayah terpencil dengan mengagumkan. 

Amrina Rosyada berbagi kisah mengenai pengabdiannya di  Desa Semukut, Pulau Merbau, Kepulauan Meranti, Provinsi Riau. Muslimah ini mencoba untuk memberikan akses terhadap dunia komputer kepada pelajar setempat.

Relawan Zakat Development Community (ZDC) Baznas ini menjadikan para siswa di Desa Semukut sebagai target pemberdayaan. “Jangankan untuk mengakses komputer, kala itu (sebelum akhir 2018) listrik saja masih terbatas,” kata Amrina saat dihubungi Republika, Rabu (27/4).

Pada akhir 2018, Baznas memberikan bantuan berupa enam unit komputer berikut akses sanitasi kepada Desa Semukut. Saat itu, kata dia, kondisi Desa Semukut yang masih terbatas dari aliran listrik membuat para warga dan pelajar  saling bergotong-royong untuk mengoperasikan komputer dengan mesin diesel.

Amrina mengenang pengorbanan panjang mereka terhadap akses komputer. Tak sedikit para siswa yang harus menyeberang ke wilayah kabupaten terlebih dahulu hanya untuk  memperoleh listrik dan jaringan demi mengoperasikan komputer. “Ya waktu itu saya dampingi mereka karena tantangannya memang luar biasa ya,” kata Amrina.

Para siswa mempelajari komputer dimulai dari pengetahuan dasar. Menurut Amrina, mereka sebelumnya hanya memperoleh beragam teori mengenai komputer tanpa pernah mempraktikkannya secara langsung. Lambat laun, kehadiran enam unit komputer dari Baznas menjadi berkah tersendiri untuk desa tersebut karena manfaat yang dihadirkan begitu terasa.

Pada 2019, Baznas kembali memberikan bantuan komputer sebanyak lima unit. Bak gayung bersambut, pada awal 2020 PLN telah beroperasi 24 jam di Desa Semukut. Menurut Amrina, kehadiran listrik menjadi babak baru dalam membuka cakrawala informasi dan pengetahuan bagi warga dan pelajar di Desa Semukut.

photo
Amrina Rosyada dan Membuka Akses Komputer Masuk Desa - (Istimewa)

Mandiri berkat kompüter

Seiring dengan makin pandainya pelajar dan warga dalam mengoperasikan komputer,  Amrina mengatakan, kepala sekolah dan para siswa di MA Desa Semukut berinisiatif membuat tower secara mandiri.

Jika sebelumnya mereka harus menyewa bahkan mendatangi kabupaten tetangga untuk mencari jaringan, Amrina pun menyaksikan betapa warga setempat mampu mandiri berkat inovasi. “Justru sekarang, warga-warga di desa-desa yang ada di Kepulauan Meranti ini datang ke MA tersebut untuk menyewa dan memanfaatkan tower dan juga komputer yang ada di Desa Semukut. Sehingga mereka tidak harus menyeberang ke kabupaten,” kata dia.

Selain membuka akses terhadap komputer, Amrina juga telah sukses melakukan pemberdayaan kepada warga di Desa Semukut secara ekonomi. Melalui pemberdayaan terhadap usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Desa Semukut, Amrina dan warga setempat mampu memproduksi olahan-olahan sagu untuk dipasarkan ke sejumlah tempat.

Kini, desa terpencil itu mampu berdiri tegak dengan sentuhan manfaat zakat. “Saya berharap kebaikan-kebaikan dan juga manfaat zakat seperti ini dapat mengakses wilayah-wilayah terpencil Indonesia lainnya,” kata dia


×