Seorang Teller menghitung uang Rupiah dan Dolar Amerika Serikat di Bank Mandiri, Jakarta, Senin (7/1/2018). Rupiah ditutup menguat 1,26 persen menjadi Rp14.085 per satu Dolar AS. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/ama | ANTARA FOTO

Ekonomi

12 May 2022, 12:24 WIB

Bank Mandiri Fokus ke Kredit Sektor Infrastruktur

Dukungan Bank Mandiri terhadap pemerataan ekonomi di Tanah Air juga diwujudkan lewat pembiayaan ke proyek infrastruktur.

JAKARTA — PT Bank Mandiri (Persero) Tbk fokus membidik penyaluran kredit ke sektor berkelanjutan dan infrastruktur. Tercatat dari penyaluran kredit Bank Mandiri sebesar Rp 1.072,9 triliun pada kuartal I 2022 atau tumbuh 8,93 persen secara tahunan.

Sekretaris Perusahaan Bank Mandiri Rudi As Aturridha mengatakan, upaya ini selaras dengan langkah pemerintah yang mempercepat pembangunan di Indonesia lewat implementasi proyek strategis nasional. Merujuk data Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas, sebanyak 201 proyek dan 10 program dalam proyek strategis nasional terbaru tersebar di Pulau Jawa dan di luar Pulau Jawa. 

“Segmen wholesale yang menjadi core competence Bank Mandiri juga mampu mencatat pertumbuhan sebesar tujuh persen secara tahunan atau Rp 549,8 triliun pada Maret 2022,” kata Rudi, di Jakarta, Rabu (11/5).

Jika diperinci, penyaluran kredit wholesale Bank Mandiri ditopang beberapa sektor unggulan, seperti proyek pemerintah yang mencatatkan pertumbuhan sebesar 19 persen pada kuartal I 2022 secara tahunan. Di samping itu, sektor makanan dan minuman serta energi dan air juga tumbuh masing-masing sebesar 18 persen dan 14 persen secara tahunan pada kuartal I 2022.

photo
Pekerja menyelesaikan proyek infrastruktur Depo LRT (Light Rail Transit) di Jatimulya, Bekasi, Jawa Barat, Kamis (10/3/2022). Progres perkembangan pembangunan transportasi Lintas Rel Terpadu atau LRT yang akan melintas di Jakarta - Bogor - Depok - Bekasi (Jabodebek) tersebut sudah mencapai 90 persen, dan capaian ini diantaranya 94,5 persen untuk lintas pelayanan Cawang-Cibubur, 89,1 persen untuk lintas pelayanan Cawang-Dukuh Atas, 92,9 persen untuk lintas pelayanan Cawang-Bekasi Timur. - (ANTARA FOTO/Galih Pradipta/YU)

Dukungan Bank Mandiri terhadap pemerataan ekonomi di Tanah Air juga diwujudkan lewat pembiayaan ke proyek infrastruktur. Pada kuartal I 2022, Bank Mandiri, Rudi menambahkan, telah berhasil menyalurkan kredit ke sektor infrastruktur sebesar Rp 226,8 triliun atau tumbuh 2,93 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu. 

“Pembiayaan tersebut disalurkan ke dalam proyek pembangunan yang sebagian besar digagas pemerintah, antara lain, sektor konstruksi, jalan, migas, energi terbarukan, transportasi, dan lain-lain, termasuk untuk pembangunan jalan tol, bandara, pelabuhan laut, dan jalur kereta api yang sudah dimanfaatkan masyarakat saat periode cuti bersama Lebaran kemarin,” kata Rudi.

Dari nilai tersebut, pembiayaan yang telah disalurkan pembangunan jalan sebesar Rp 41,7 triliun dan pembangunan transportasi sebesar Rp 57,7 triliun. Melihat pencapaian yang positif ini, Bank Mandiri optimistis target pertumbuhan kredit pada tahun ini dapat terealisasi. 

Chief Economist Bank Mandiri Andry Asmoro mengatakan, dalam upaya mendorong pertumbuhan ekonomi, sektor infrastruktur memiliki andil yang cukup besar. “Proyek infrastruktur memiliki multiplier effect yang besar dalam perekonomian, termasuk penciptaan kesempatan kerja,” ujar Andry.

Sebagai contoh, berdasarkan hasil riset Tim Ekonom Bank Mandiri pada pertengahan 2021, sektor konstruksi telah berhasil mempekerjakan lebih dari 8,29 juta orang. Secara jangka menengah dan panjang, pembangunan infrastruktur juga bisa berdampak positif bagi industri turunannya, seperti pengadaan listrik dan gas, penyediaan akomodasi makan dan minum, transportasi dan pergudangan, hingga industri pengolahan dan properti.

“Sejalan dengan keberhasilan pemerintah dalam penanganan Covid-19 yang baik, proyek infrastruktur tahun ini akan semakin masif dan optimal. Hal ini akan berdampak positif pada pertumbuhan ekonomi, khususnya di daerah,” kata Andry.

photo
Foto udara Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Jeranjang di Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung, Lombok Barat, NTB, Jumat (27/8/2021). Menurut data PT PLN (Persero) UIP Nusa Tenggara hingga bulan Agustus 2021 realisasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) untuk pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan PLN di Nusa Tenggara mencapai 51 persen yang dominan disupport oleh industri dalam negeri diantaranya untuk pembangkit di NTB, TKDN terbesar disumbang oleh PLTU 2 NTB di Jeranjang dan PLTU FTP2 Sembelia sedangkan di NTT disumbang oleh PLTU Timor 1. - (ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi/aww.)

Dalam jangka panjang, pertumbuhan ekomomi daerah disertai dengan pemerataan pendapatan antara masyarakat di luar Pulau Jawa dan Pulau Jawa diharapkan akan semakin baik. Sebab, dengan begitu, ketimpangan pendapatan antara wilayah luar Jawa dan Pulau Jawa serta akan menurun sehingga dapat mendorong peningkatan ekonomi di daerah.

Menurut Andry, faktor yang akan mendorong ekonomi daerah akan dapat dipicu lewat pembangunan infrastruktur yang semakin merata, pembangunan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di Kawasan Industri dan kawasan ekonomi khusus (KEK) yang tersebar merata di seluruh wilayah Indonesia. 

Terlepas dari itu, peningkatan penetrasi ekonomi digital juga perlu digencarkan agar semakin memperluas akses pasar dari sentra-sentra produksi di daerah, bahkan sampai ke luar negeri.


Ancang-Ancang Bank Indonesia Sebelum Kenaikan Suku Bunga

Bank Indonesia tetap memasang target inflasi 2022 yang diperkirakan berada dalam kisaran sasaran 2-4 persen.

SELENGKAPNYA

Rowing Bersinar di SEA Games 2021

Kontingen rowing Indonesia di SEA Games 2021 Vietnam menyelesaikan hari yang sukses.

SELENGKAPNYA

Garuda Ajukan Perpanjangan Proses PKPU

PKPU bertujuan mendapatkan win-win solution bagi Garuda Indonesia dan seluruh pihak yang terkait dengan prinsip kehati-hatian.

SELENGKAPNYA
×