Petugas kesehatan menyuntikkan vaksin dosis ketiga kepada seorang wisatawan saat vaksinasi booster di kawasan objek wisata Tanah Lot, Tabanan, Bali, Rabu (4/5/2022). Kegiatan yang digelar di kawasan objek wisata tersebut sebagai upaya mendukung percepatan | ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo

Nasional

12 May 2022, 11:19 WIB

Kasus Aktif Covid-19 di Bantul Menurun

Banyak pemda telah meningkatkan vaksinasi booster untuk mencegah Covid-19.

JAKARTA -- Kasus aktif Covid-19 atau yang menjalani isolasi di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, terus menurun hingga Rabu (11/5) tinggal tiga orang, menyusul adanya pasien yang pulih, namun tidak ada tambahan kasus baru dalam sehari terakhir.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Bantul dikutip dari keterangan resmi Pemkab di Bantul, Rabu, kasus konfirmasi positif Covid-19 bertambah nol orang, sementara kasus konfirmasi sembuh satu orang, kemudian kasus konfirmasi Covid-19 meninggal nol orang.

Dengan perkembangan kasus harian itu, maka total kasus positif Covid-19 di Bantul sejak awal pandemi hingga kini terakumulasi 73.792 orang, dengan telah dinyatakan sembuh berjumlah 72.079 orang, sedangkan kasus meninggal totalnya tercatat 1.710 orang.

Dengan demikian jumlah kasus aktif Covid-19 atau pasien yang masih menjalani isolasi untuk proses pemulihan tinggal tiga orang yang masing-masing berasal dari wilayah Kecamatan Kasihan, Piyungan dan Pajangan.

Sementara itu, Bupati Bantul Abdul Halim Muslih bersyukur dengan terus menurunnya angka pasien isolasi, dan dapat terkendalinya penularan COVID-19, dan berharap kondisi yang membaik ini terus berlanjut menuju Kabupaten Bantul bebas kasus Covid-19.

"Alhamdulillah, syukur kalau kasus Covid-19 menurun dan semakin menurun, nanti akan kita buka (kegiatan masyarakat), dan sebentar lagi ini akan menjadi urusan kabupaten bila pandemi diturunkan menjadi endemi," katanya.

Jika Covid-19 masih menjadi pandemi maka menjadi urusan pemerintah pusat dalam pengendalian dan pengaturan pembatasan kegiatan masyarakat, namun apabila sudah menjadi endemi maka menjadi urusan kabupaten.

"Kalau melandai Insya Allah kita tidak menuntut pemerintah pusat, konsepnya kan begitu kalau pandemi nasional, endemi daerah, kalau sudah endemi keputusan berada di pemerintah daerah nanti kita yang akan atur, akan kita turunkan level sampai nol kalau sudah endemi," katanya.

19 ASN Depok positif Covid-19

Sebanyak 2.359 pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) dan non-ASN di lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Depok menjalani swab antigen Covid-19 usai libur nasional hari raya Idul Fitri 1443 Hijriyah. Mereka menjalani tes saat masuk hari pertama kerja di Balai Kota Depok, Senin (9/5). Hasilnya tes tersebut, sebanyak 19 orang ASN terkonfirmasi positif Covid-19.

"Dari seluruh pegawai yang menjalani swab, sebanyak 19 orang atau 0,8 persen dinyatakan positif Covid-19," ujar Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok, Mary Liziawati, di Balai Kota Depok, Selasa (10/5).

Menurut Mary, 19 orang yang dinyatakan positif Covid-19 tersebut antara lain 13 orang yang menjalani pemeriksaan di lingkup Balai Kota Depok. Lalu, enam orang yang menjalani pemeriksaan di luar Balai Kota Depok. 

"Untuk perangkat daerah di luar Balai Kota, mereka menjalani pemeriksaan di Puskesmas setempat dan sejumlah tempat yang telah ditentukan," terangnya.

Mary menjelaskan, bagi ASN ataupun non-ASN dengan hasil positif Covid-19 diarahkan untuk melakukan isolasi mandiri. Kemudian, dilakukan tracing bagi keluarganya atau kontak erat. 

Pemkot Depok melalui Dinkes kembali melakukan swab pada Selasa (10/5) dan Rabu (11/5). Swab antigen itu dilakukan untuk para guru.

Sumber : Antara


Layanan Jamaah Haji di Saudi Difinalisasi

Kunci untuk mengurangi angka kesakitan dan kematian pada jamaah haji adalah edukasi.

SELENGKAPNYA

WHO: Cina Perlu Ubah Strategi 'Nol Covid-19'

Strategi nol Covid-19 yang Cina terapkan untuk mengalahkan pandemi bukanlah langkah berkelanjutan.

SELENGKAPNYA

Sri Lanka Kerahkan Militer Redam Kerusuhan

Sri Lanka mengerahkan personel dan kendaraan militer ke jalan-jalan.

SELENGKAPNYA
×