Pekerja mengikat tali sapi pada pipa besi di kandang Rumah Potong Hewan (RPH) Pegirian, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (24/3/2022). (ilustrasi) | ANTARA FOTO/Moch Asim/rwa.

Nasional

10 May 2022, 03:45 WIB

Menkes: Penyakit Mulut dan Kuku Jarang Menular ke Manusia

Ribuan ternak di Jawa Timur terinfeksi penyakit mulut dan kuku.

JAKARTA – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meminta masyarakat agar tak khawatir terhadap penularan penyakit mulut dan kuku pada hewan. Penularan penyakit ini jarang terjadi ke manusia seperti halnya virus SARS-Cov 2 yang berasal dari kelelawar ke manusia serta penyakit flu babi dan flu burung yang bisa meloncat ke manusia.

Menkes menyebut telah berdiskusi dengan Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan Badan Kesehatan Hewan Dunia terkait penyakit mulut dan kuku pada hewan ini. “Khusus untuk mulut dan kuku, virus ini memang adanya hanya di hewan yang berkuku. Sangat jarang yang loncat ke manusia. Jadi tidak perlu khawatir dari sisi kesehatan manusianya,” kata Budi saat keterangan pers bersama Menteri Kabinet Indonesia Maju di Kantor Presiden, Senin (9/5).

Menurutnya, penyakit ini memang sangat menular pada hewan. Namun, ia memastikan penyakit ini jarang menular ke manusia. Pada manusia sendiri juga terdapat penyakit kaki, mulut, dan tangan. Namun, penyakit ini berbeda dengan penyakit yang muncul pada hewan. Selain itu, penyakit ini biasanya menyerang pada anak-anak dan masih tergolong ringan.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto juga menyampaikan penyakit mulut dan kuku menjadi perhatian Presiden Joko Widodo. Airlangga mengatakan, Presiden meminta kasus munculnya penyakit ini diawasi dengan serius. "Penyakit mulut dan kuku untuk betul-betul diawasi,” tegas Airlangga.

Sebelumnya, ribuan ternak di Jawa Timur terinfeksi penyakit mulut dan kuku (PMK). PMK merupakan penyakit hewan menular karena serangan virus ke ternak seperti sapi, kerbau, kambing, kuda, dan babi. Namun penyakit ini tak menular ke manusia.

Guru Besar Fakultas Kedokteran Hewan UGM Prof Wasito mengatakan, gajala paling umum dari ternak yang terinfeksi PMK adalah demam dan pembentukan lepuh. Selain itu, bisul maupun koreng di mulut, lidah, hidung, kaki, dan puting. Bahkan, terdapat lesi di kaki dan sela jari kaki.

Bagi ternak yang terinfeksi biasanya mengalami depresi, enggan bergerak dan hilang nafsu makan, sehingga menyebabkan penurunan produksi susu, turun berat badan dan pertumbuhan buruk. 

Meski wabah ini terjadi di Jatim, tapi penularan PMK perlu diantisipasi agar tidak mewabah ke daerah atau provinsi lain. Wasito menyarankan agar tidak ada lalu lintas ternak antarkabupaten/kota di daerah sumber wabah. Selain itu, lakukan pengawasan transportasi ketat, terutama kepada kendaraan dan manusia yang akan ke luar daerah wabah.

Juga perketat pos-pos pemeriksaan lalu lintas hewan. Lalu, segera dilakukan bio surveillance serentak pada semua hewan ternak yang mungkin dapat tertular PMK, termasuk hewan ternak dan hewan liar yang ada di kebun binatang.

Wasito menekankan, harus dapat diterapkan isolasi PMK, ditentukan serotipe atau serovar, serta dilakukan sequencing dan phylogenetic. Tidak cukup sampai di situ, pihak berwenang harus melakukan vaksinasi di daerah yang ditengarai menjadi lokasi wabah PMK.

Sedangkan, di seluruh kandang ternak dilakukan disinfektansi di daerah dan di luar sekitar wabah. Wabah PMK yang menjangkiti ternak di Jatim jadi perhatian karena sejak 1990 Indonesia bebas penyakit mulut dan kuku.

Jika kini terjadi wabah dan penularan masif, Wasito menengarai masuk dari impor ternak atau daging negara endemik PMK.  ';

Ekonomi Kian Pulih

BPS mencatat aktivitas produksi, konsumsi, dan investasi mengalami peningkatan.

SELENGKAPNYA

Presiden Targetkan Tiga Besar di SEA Games

Tim Indonesia yang akan berpartisipasi dalam gelaran SEA Games tahun ini berjumlah 499 atlet yang terdiri dari 313 atlet putra dan 186 atlet putri.

SELENGKAPNYA

Minyak Goreng Hingga Bensin Kerek Inflasi

Tingginya angka inflasi pada April memberikan sentimen negatif terhadap kurs rupiah.

SELENGKAPNYA
×