Nasabah melakukan transkasi melalui mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) Link di Jakarta, Minggu (23/5/2021). Mulai 1 Juni 2021, bagi nasabah bank BUMN yaitu Bank Mandiri, BNI, BRI, dan BTN yang melakukan transaksi di ATM Link akan dikenakan biaya untuk cek | GALIH PRADIPTA/ANTARA FOTO

Ekonomi

09 May 2022, 18:09 WIB

Bank BUMN Kompak Kantongi Untung

Bank BUMN berkomitmen memberikan layanan terbaik kepada para nasabah.

Mengejar keuntungan menjadi salah satu tujuan berbinis. Tak terkecuali bank milik negara dalam menjalankan bisnisnya. Memasuki kuartal I 2022, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor perbankan kompak mengantongi untung atau laba bersih. 

Dari segi profitabilitas, laba bersih keempat bank pelat merah di Tanah Air mengalami peningkatan secara signifikan. Republika mencoba merangkum kinerja empat bank BUMN pada kuartal I 2022.

Dari laporan keuangan empat bank BUMN, laba bersih PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk tercatat paling tinggi. BRI mencatatkan laba bersih sebesar Rp 12,22 triliun pada kuartal I 2022 atau tumbuh 78,13 persen secara year on year (yoy). 

Direktur Utama BRI Sunarso mengatakan, pencapaian laba perseroan tak lepas dari pulihnya perekonomian nasional serta menggeliatnya aktivitas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang merupakan core business.

"Kondisi UMKM yang mulai pulih saat ini mendorong penyaluran kredit BRI tumbuh 7,43 persen yoy menjadi sebesar Rp 1.075,93 triliun. Pertumbuhan tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan penyaluran kredit perbankan nasional pada kuartal I 2022 sebesar 6,65 persen," kata Sunarso, beberapa waktu lalu. 

Posisi kedua ditempati PT Bank Mandiri (Persero) Tbk yang meraup laba bersih konsolidasi sebesar Rp 10 triliun pada kuartal I 2022. Realisasi laba bersih tersebut tumbuh 70 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi mengatakan, dalam tiga bulan pertama 2022, perseroan menangkap momentum pertumbuhan ekonomi. Hal ini seiring berbagai inisiatif digital yang dilakukan perseroan, termasuk memperluas akses Bank Mandiri ke pasar serta ekosistem digital. “Pencapaian tersebut merupakan hasil dari eksekusi strategi secara disiplin dan prudent yang dimaksimalkan perseroan dalam dua tahun terakhir,” ujar Darmawan.

Bank BUMN lainnya, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, juga mencatatkan laba bersih sebesar Rp 3,96 triliun pada kuartal I 2022. Realisasi ini tumbuh 63,2 persen secara tahunan. 

Direktur Utama BNI Royke Tumilaar mengatakan, pencapaian laba bersih dihasilkan dari pendapatan operasional sebelum pencadangan (PPOP)  tumbuh 7,3 persen yoy menjadi Rp 8,5 triliun. "Pencapaian pendapatan operasional bahkan tertinggi yang pernah dihasilkan BNI, lebih tinggi dari pendapatan operasional sebelum pandemi," kata Royke.

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk juga tak ketinggalan membukukan laba bersih tahun berjalan sebesar Rp 774,42 miliar pada kuartal I 2022. Adapun realisasi ini tumbuh 23,89 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 625 miliar. 

Direktur Utama BTN Haru Koesmahargyo mengatakan, pertumbuhan laba bersih perseroan ditopang oleh kenaikan penyaluran kredit, pengelolaan aset kredit bermasalah, efisiensi biaya dana, dan operasional.

"Ditinjau dari sisi topline maupun bottom line, kinerja kami tumbuh menggembirakan. Pencapaian ini berkat bisnis model dan implementasi strategi yang tepat. Ke depan, kami tetap optimistis karena ekonomi semakin pulih seiring berakhirnya pandemi,” ujar Haru.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Bank Mandiri (bankmandiri)

';

Apakah Berkurban tidak Rasional?

Berlomba-lomba dalam ikhtiar agar bisa berkurban menjadi sebuah adab dan tuntunan

SELENGKAPNYA

Wajah Baru Doctor Strange

Film ini membawa penonton menempuh perjalanan melalui banyak realitas berbeda.

SELENGKAPNYA

Apa Saja Persiapan Berhaji 2022?

Jamaah haji harus mempersiapkan kesehatannya di tengah pandemi yang masih mengancam.

SELENGKAPNYA
×