Erick Thohir bersama Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo pada penyerahan bantuan alat kesehatan (alkes) bantuan BUMN kepada Pemprov Jawa Tengah, di rumah dinas Guberur Jawa Tengah, Puri Gedeh, Kota Semarang, Sabtu (16/5) | istimewa

Opini

09 May 2022, 03:45 WIB

Ganjar-Erick, Pemimpin 2024?

Stabilitas sosial-politik penting untuk membawa Indonesia maju pada 2045.

ENDANG TIRTANA, Peneliti Senior Maarif Institute Jakarta

Pesta demokrasi Pemilu 2024, tak hanya bursa calon presiden yang marak diperbincangkan. Sejumlah skenario duet calon presiden dan calon wakil presiden sudah muncul di publik dari beberapa lembaga survei.

Salah satunya, survei SMRC pada 13-20 Maret 2022. Survei ini menunjukkan dalam simulasi tiga pasangan masih imbang antara Prabowo-Puan (27,5 persen), Ganjar-Airlangga (28,5 persen), dan Anies-AHY (29,8 persen).

Dengan memperhitungkan margin of error ±3,12 persen, ada kemungkinan pemilu berlangsung dua putaran.

Jika dalam simulasi dua pasangan, persaingan ketat terjadi antara Prabowo-Puan (41,0 persen) melawan Anies-AHY (37,9 persen) maupun Prabowo-Puan (39,3 persen) dengan Ganjar-Airlangga (40,3 persen). Artinya, belum ada pasangan unggul telak jika polanya seperti itu.

 
Dengan memperhitungkan margin of error ±3,12 persen, ada kemungkinan pemilu berlangsung dua putaran.
 
 

Lawan potensial Prabowo-Puan yaitu Anies, kini figur sentral di kalangan oposisi terhadap pemerintahan Jokowi. Mencuatnya wacana penundaan pemilu atau perpanjangan masa jabatan Jokowi mendorong Puan membuka peluang berduet dengan Anies.

Hasilnya, survei Center for Political Communication Studies (CPCS) pada 11-20 April 2022 menunjukkan Anies-Puan (43,8 persen) bisa menjadi alternatif Prabowo-Puan (45,0 persen). Masing-masing unggul dalam simulasi tiga pasangan, selain Ganjar-Airlangga (38,0 persen) dan Anies-Andika (35,4 persen).

Survei Index Research pada 21-30 Maret 2022 mengunggulkan Anies-Puan dengan elektabilitas 51,3 persen dalam salah satu simulasi. Prabowo-Puan hanya 27,8 persen dalam simulasi yang lain, bahkan kalah dari Anies-AHY (38,0 persen).

Arus Ganjar-Erick

Di antara kemungkinan Prabowo-Puan dan Anies-Puan ataupun Anies-AHY, skenario lain yang mencuri perhatian adalah Ganjar dengan pasangannya. Nama Ganjar selalu muncul dalam tiga besar elektabilitas capres selain Prabowo dan Anies.

 
Di antara kemungkinan Prabowo-Puan dan Anies-Puan ataupun Anies-AHY, skenario lain yang mencuri perhatian adalah Ganjar dengan pasangannya. 
 
 

Survei Indikator pada 11-21 Februari 2022 membuat beberapa simulasi tiga pasangan, hasilnya Ganjar paling tinggi ketika dipasangkan dengan Erick Thohir (32,2 persen). Dalam simulasi dua pasangan, Ganjar-Erick bahkan unggul (41,8 persen) dari Prabowo-Puan (39,0 persen).

Sebagai perbandingan, survei Charta Politika pada 10-17 April 2022, mengunggulkan Ganjar-Erick (33,6 persen) dari Anies-AHY (27,0 persen) dan Prabowo-Puan (23,3 persen). Ganjar unggul di simulasi lain, dengan Sandiaga (34,3 persen), Ridwan Kamil (34,1 persen), dan Khofifah (33,3 persen).

Dalam Rembuk Rakyat oleh Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Ganjar dan Erick menjadi tokoh yang dianggap paling cocok menjadi penerus Jokowi. Hasil polling live per 6 Mei 2022 menunjukkan Ganjar memimpin 43,63 persen, Erick kedua 27,60 persen.

Nasdem yang berencana menggelar rakernas pada Juni 2022, tengah menggodok usulan nama capres-cawapres. Masuknya nama Ganjar dan Erick dalam dukungan kader Nasdem menjadi pertanda kedua tokoh ini memiliki magnet politik yang kuat.

 
Dalam Rembuk Rakyat oleh Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Ganjar dan Erick menjadi tokoh yang dianggap paling cocok menjadi penerus Jokowi.
 
 

Dapat disimpulkan sementara, pasangan Ganjar-Erick berpeluang mendulang dukungan cukup besar, ketika berhadapan dengan poros Prabowo maupun Anies. Dari sisi latar belakang, Ganjar-Erick mewakili kombinasi politisi dan pengusaha.

Ganjar meniti karier politik di PDIP, menjadi anggota DPR, dan terpilih sebagai gubernur selama dua periode di Jawa Tengah, basis PDIP.  

Erick sukses membangun bisnis media dan hiburan, serta berkarier di dunia olahraga. Ia memiliki klub basket, membeli Inter Milan, dan sukses menyelenggarakan Asian Games 2018. Ia masuk politik saat menjadi ketua tim kampanye Jokowi, hingga menjadi menteri BUMN.

Ganjar-Erick, menampilkan perimbangan Jawa dan Luar Jawa. Ganjar memiliki basis dukungan kuat di Pulau Jawa, Erick merepresentasikan tokoh nasional asal Sumatra bagian selatan.

 
Secara ideologis, pasangan Ganjar-Erick mengakomodasi perpaduan nasionalis dan Islam. 
 
 

Secara ideologis, pasangan Ganjar-Erick mengakomodasi perpaduan nasionalis dan Islam. Ganjar berangkat dari politik nasionalis, Erick pengusaha nasional, pemilik Republika yang jadi bacaan umat Islam, dan memimpin Masyarakat Ekonomi Syariah (MES).

Keduanya punya kedekatan dengan Jokowi. Ganjar memimpin provinsi asal Jokowi, dari partai yang sama (PDIP) dan mirip Jokowi suka blusukan. Erick pembantu Jokowi di kabinet, sukses memimpin Kementerian BUMN, dan kerap menemani kunjungan Jokowi.

Jika mendapat mandat untuk memimpin Indonesia, Ganjar-Erick memegang amanat melanjutkan kepemimpinan Jokowi pasca-2024. Selama dua periode Jokowi meletakkan pondasi pembangunan nasional, khususnya infrastruktur yang digenjot pembangunannya.

Ganjar-Erick diharapkan mampu mendayagunakan keunggulan bonus demografi untuk mendorong perekonomian. Stabilitas sosial-politik penting untuk membawa Indonesia maju pada 2045 atau tepat pada 100 tahun kemerdekaan.


Indonesia Setelah Oktober 2022

Enam besar ekonomi dunia akan didominasi oleh kekuatan Asia yaitu Cina, Jepang, India, Indonesia.

SELENGKAPNYA

Arus Balik Melandai

Masih ada sekitar 46 persen kendaraan yang belum kembali pada arus balik.

SELENGKAPNYA

Kemenkes Pantau Kasus Covid-19 

Dampak mudik Lebaran terhadap kasus Covid-19 baru dapat dilihat dalam waktu sebulan.

SELENGKAPNYA
×