Oni Sahroni | Daan Yahya | Republika

Konsultasi Syariah

22 Apr 2022, 16:50 WIB

Adab-Adab Dalam Mem-Follow Akun Media Sosial

Akun yang di-follow itu berpengaruh dalam kadar tertentu terhadap mereka yang mem-follow-nya.

DIASUH OLEH USTAZ DR ONI SAHRONI; Anggota Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia

Sudah menjadi fenomena yang lumrah, mem-follow sekian akun, baik Instagram maupun Facebook, menjadi realitas bermedia sosial. Ada beragam motif saat follow akun tertentu, seperti keren-kerenan, belajar, hiburan, update info terkini, hingga silaturahim dengan teman dan warganet yang lain.

Follow dalam Instagram berarti mengikuti secara sadar (melakukan permintaan) untuk menerima. Sedangkan, follow dalam Facebook berarti setiap unggahan akun Facebook teman akan bisa terlihat di lini masa yang ada di halaman awal ketika membuka aplikasi Facebook.

Akun-akun yang di-follow itu beragam, dari mulai tokoh politik, akun pemain sepak bola, artis dan aktor, figur publik, youtuber dan selebgram, akun-akun yang berisikan canda dan lawakan, akun-akun media, akun-akun perusahaan produk kecantikan, obat-obatan, dan lainnya.

Akun-akun yang di-follow itu berpengaruh dalam kadar tertentu terhadap mereka yang mem-follow-nya karena konten-konten tersebut itu hadir menghampiri para followers-nya di gadget-nya. Setiap kali pemilik akun meng-upload dan mem-posting konten, secara otomatis konten itu dibaca, disaksikan, dan dinikmati oleh yang mem-follow-nya. Baik atau buruk konten tersebut menjadi bacaan dan tontonan rutin followers-nya.

 
Setiap kali pemilik akun meng-upload dan mem-posting konten, secara otomatis konten itu dibaca, disaksikan, dan dinikmati oleh yang mem-follow-nya.
 
 

Agar kebiasaan mem-follow akun-akun itu bermanfaat dan terhindar dari risiko penyimpangan akhlak dan aturan, ada adab-adab yang harus ditunaikan. Di antaranya, pertama, ada maksud dan target yang positif (baik), seperti update info terkini, menyambung silaturahim dengan teman dan warganet, belajar, agar terhibur pada masa lelah, dan lainnya.

Kedua, memilih akun-akun yang bermanfaat. Di antara tuntunan umum seputar kemanfaatan bermedia sosial, termasuk mem-follow akun tertentu sebagaimana dijelaskan dalam Fatwa MUI:

“Kemanfaatan konten/informasi antara lain: (a) Bisa mendorong kepada kebaikan (al-birr) dan ketakwaan (al-taqwa). (b) Bisa mempererat persaudaraan (ukhuwwah) dan cinta kasih (mahabbah).

(c) Bisa menambah ilmu pengetahuan. (d) Bisa mendorong untuk melakukan ajaran Islam dengan menjalankan seluruh perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. (e) Tidak melahirkan kebencian (al-baghdla’) dan permusuhan (al-‘adawah)”. (Fatwa MUI No. 24 Tahun 2017 tentang Hukum dan Pedoman Bermuamalah Melalui Media Sosial).

Mem-follow beberapa akun yang menghibur, tetapi dalam batas kesantunan itu sesuai dengan tuntunan umum syariah, di antaranya hadis Rasulullah SAW: “Dari Hanzhalah Al-Usaidi ; .... Rasulullah SAW bersabda: ‘‘Demi Dzat yang jiwaku di tangan-Nya, sungguh jika kamu senantiasa menetapi apa yang kamu lakukan ketika kamu berada di sisiku dan ketika kamu berzikir, niscaya para malaikat akan menjabat tanganmu dalam setiap langkah dan perjalananmu. Namun, Hanzhalah, lakukanlah sesaat demi sesaat. Beliau mengulangi kata-kata itu tiga kali” (HR Muslim).

Ketiga, setiap orang mengukur dan menakar dengan mem-follow tidak menyita waktu produktif atau melalaikan dari aktivitas yang lebih bermanfaat. Hal ini sebagaimana pesan dan arahan Rasulullah SAW : “Di antara tanda kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan perkara-perkara yang tidak bermanfaat baginya” (HR Tirmidzi).

Wallahu a'lam.


India Buldoser Bangunan Milik Muslim

Sentimen anti-Muslim dan serangan meningkat di seantero India, dalam 10 hari terakhir.

SELENGKAPNYA

Kapolri Minta Swasta Cuti Lebih Awal

Apindo menilai perusahaan sangat mungkin memberikan cuti lebih awal kepada karyawan.

SELENGKAPNYA

Ummu Sulaim: Jelita Parasnya, Cantik Hatinya

Rasulullah menyebut ia mendengar langkah kaki Ummu Sulaim di surga karena ketakwaannya.

SELENGKAPNYA
×