Peserta delegasi negara G20 mengikuti rapat pertemuan Trade, Industry, and Investment Working Group (TIIWG) G20 di Hotel Alila Solo, Jawa Tengah, Rabu (30/3/2022). | ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha

Internasional

21 Apr 2022, 03:45 WIB

Barat Siapkan Skenario Walkout di Pertemuan Menkeu G-20

Beberapa negara Barat mengatakan Rusia seharusnya dilarang mengikuti pertemuan global.

WASHINGTON -- Negara-negara Barat mempersiapkan skenario walkout dan langkah diplomasi lainnya di pertemuan menteri keuangan G20 di Washington, Amerika Serikat, Rabu (20/4) waktu setempat. Langkah itu sebagai bentuk protes invasi Rusia ke Ukraina.

"Selama dan setelah pertemuan kami akan memberikan pesan tegas dan kami tidak sendirian dalam melakukannya," kata sumber pemerintah Jerman.

Ia menuduh Rusia memulai konflik yang menyebabkan kenaikan harga pangan dan energi dunia. Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Janet Yellen berencana menghindari pertemuan yang juga dihadiri pejabat Rusia dalam pertemuan selingan dengan IMF dan Bank Dunia.

Namun, kata seorang pejabat Kementerian Keuangan AS, Yellen akan menghadiri sesi pembukaan mengenai perang Ukraina walaupun sesi itu juga dihadiri Rusia. Sumber pemerintah Inggris mengatakan Menteri Keuangan Rishi Sunak juga tidak akan menghadiri beberapa sesi pertemuan saja.

photo
Menteri Keuangan AS Janet Yellen. - (AP/Evan Vucci)

Pada Selasa (19/4), Moskow mengkonfirmasi Menteri Keuangan Anton Siluanov akan memimpin delegasi Rusia dalam pertemuan tersebut. Walaupun diplomat Barat sudah berulang kali mengancam mereka tidak akan datang ke pertemuan itu.

Beberapa negara Barat mengatakan Rusia seharusnya dilarang mengikuti pertemuan global. Perekonomian terbesar kedua di dunia, Cina, tidak sepakat dengan pandangan tersebut. Sedangkan Indonesia yang menjadi ketua G-20 memilih bersikap menyoroti pada isu kemanusiaan dalam konflik Rusia dan Ukraina.

Sementara seorang pejabat Kementerian Keuangan Prancis memprediksi sejumlah menteri negara G-7 akan meninggalkan ruangan saat wakil Rusia berbicara. Pejabat Prancis dan Jerman mengatakan, tidak ada kesepakatan untuk menyampaikan pernyataan bersama di akhir pertemuan.

Risiko terpecah

Namun, perpecahan G-20 atas invasi Rusia ke Ukraina ini dinilai membahayakan masa depan kelompok itu sebagai forum utama perekonomian dunia. "G-20 beresiko pecah dan pekan ini sangat amat penting," kata direktur Atlantic Council's GeoEconomics Center dan mantan penasihat Dana Moneter Internasional (IMF) Josh Lipsky, Rabu.

G20 dikenal sebagai wadah perekonomian negara kaya dan berkembang  dalam upaya bersama pemulihan krisis finansial 2008-2009. Sejak itu G-20 melakukan banyak hal mulai dari reformasi pajak internasional, menyalurkan pinjaman bantuan pandemi Covid-19 sampai upaya menanggulangi dampak perubahan iklim. Tapi tidak semua programnya berhasil.

Lipsky mengatakan jika negara-negara demokrasi Barat melemah demi G7 atau kelompok lain. Maka hanya akan menguatkan pengaruh ekonomi Cina.

"Rusia bisa bersekutu dengan Cina dan saya pikir dari perspektif Rusia itu akan menjadi hasil yang baik dan sebenarnya memberi mereka lebih berpengaruh dibandingkan yang mereka miliki di lembaga seperti G-20," kata Lipsky.

Pejabat IMF lainnya juga memperingatkan tentang resiko perpecahan perekonomian dunia. "Salah satu skenarionya, kita telah terpecah menjadi dua blok yang tidak lagi saling berdagang satu sama lain dan memiliki standar yang berbeda, maka itu akan menjadi bencana bagi perekonomian global," kata kepala ekonom IMF  Pierre-Olivier Gourinchas.

IMF juga telah memangkas prediksi pertumbuhan ekonomi dunia hampir setengah poin. Mereka menyinggung perang Rusia di Ukraina dan memperingatkan inflasi merupakan "bahaya saat ini dan nyata" bagi banyak negara.  ';

Fenomena Stres

Siapapun tidak mudah menghindari stres. Yang dapat dilakukan ialah bagaimana mengurangi stres itu sampai dalam batas yang wajar.

SELENGKAPNYA

Habib bin Zaid, Syahid Membawa Pesan Rasulullah

Ketika sakratul maut datang, dalam kepedihan yang tak tertahankan, Habib tetap mempertahankan syahadatnya.

SELENGKAPNYA

BI Turunkan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi

BI menyampaikan, perbaikan ekonomi domestik tetap berlangsung seiring dengan meningkatnya mobilitas masyarakat.

SELENGKAPNYA
×