Pedagang pisang menunggui pelanggan di Kairo, Mesir, Selasa (22/3/2022). Perang Rusia-Ukraina ikut memicu inflasi harga pangan di Mesir. | AP/Amr Nabil

Internasional

14 Apr 2022, 03:45 WIB

Uni Eropa Luncurkan Diplomasi Pangan

Mesir dan Lebanon menghadapi kekurangan pasokan gandum dan pupuk sejak invasi Ukraina.

BRUSSEL -- Uni Eropa (UE) akan berupaya mengatasi kenaikan harga gandum dan pupuk di Balkan, Afrika Utara, dan Timur Tengah melalui diplomasi pangan. Langkah ini diambil untuk melawan narasi Rusia yang menyalahkan Barat tentang dampak invasi ke Ukraina.

"Kerawanan pangan menyebabkan kebencian di negara-negara rentan di wilayah ini, sementara Moskow menggambarkan krisis sebagai konsekuensi sanksi Barat terhadap Rusia. Ini menimbulkan ancaman potensial terhadap pengaruh UE," kata seorang diplomat UE yang berbicara dengan syarat anonim.

"Kami tidak bisa mengambil risiko," ujar seorang diplomat Eropa lainnya yang berbicara dengan syarat anonim.

UE juga ingin meningkatkan upaya internasional untuk mengurangi dampak kekurangan pasokan pangan, bersama badan di bawah PBB yaitu Program Pangan Dunia (WFP). Prancis, yang merupakan produsen pertanian terbesar UE, mendorong inisiatif FARM. Inisiatif ini mencakup mekanisme distribusi makanan global untuk negara-negara miskin.

Sementara, Hungaria telah menyarankan untuk meningkatkan hasil pertanian Uni Eropa dengan mengubah tujuan iklimnya. Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) mengkonfirmasi, mereka sedang mempertimbangkan fasilitas pembiayaan impor pangan.

Namun, dinas luar negeri UE mengatakan kerja sama dengan Direktur Jenderal FAO, Qu Dongyu terkait kerawanan pangan global cukup menantang. Sebuah dokumen UE yang dilihat oleh Reuters menunjukkan, UE mendorong FAO untuk bertindak cepat. Namun, Qu menyatakan, negara-negara yang bergantung pada impor pangan dari Rusia dan Ukraina harus mencari pemasok alternatif untuk meredam guncangan.

Pekan lalu, Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan, sanksi Barat telah memicu krisis pangan global dan melonjaknya harga energi. Negara tetangga UE, khususnya Mesir dan Lebanon, sangat bergantung pada impor gandum dan pupuk dari Ukraina dan Rusia.

Sejak Rusia melancarkan invasi ke Ukraina, Mesir dan Lebanon menghadapi kekurangan pasokan gandum dan pupuk, sehingga harga melonjak tajam. "Bukan sanksi yang menciptakan risiko krisis pangan di masa depan, ini pendudukan Rusia di Ukraina," kata Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Yves Le Drian.

photo
Warga menikmati hidangan roti Kairo, Mesir, Selasa (22/3/2022). Perang Rusia-Ukraina ikut memicu inflasi harga pangan di Mesir. terkait impor gandum dari kedua negara tersebut - (AP/Amr Nabil)

Pejabat tinggi UE Josep Borrell mengatakan, Ukraina sulit untuk mengirimkan produk pertanian karena pelabuhan dan  gudang gandum diserang. Beberapa fasilitas penyimpanan bahan bakar di Ukraina juga dibom. Akibatnya, Ukraina tidak dapat mengekspor karena kekurangan bahan bakar.

UE sedang mencoba untuk memfasilitasi ekspor makanan melalui Polandia, dan mendukung pengiriman bahan bakar ke petani Ukraina untuk meringankan situasi krisis pangan.

UE juga memberikan dukungan keuangan kepada negara-negara yang paling rentan. Pekan lalu Uni Eropa mengumumkan bantuan 225 juta euro untuk Afrika Utara dan Timur Tengah.

Hampir setengah dari bantuan tersebut akan diarahkan ke Mesir. Sementara Lebanon, Yordania, Tunisia, Maroko, dan Otoritas Palestina akan menerima dana darurat masing-masing antara 15 dan 25 juta euro. Bantuan pertanian senilai 300 juta euro lainnya akan diberikan kepada negara-negara Balkan Barat, sebagai bagian dari pendanaan reguler UE ke kawasan itu.

Pada Ahad (10/4), Mesir melaporkan bahwa tingkat inflasi tahunan lebih dari 12 persen pada periode Maret 2021 hingga April 2022. Penyebab utamanya karena perang Rusia dan Ukraina yang mengganggu pasar global.

Harga pangan dan minuman naik 4,5 persen pada Maret dibanding Februari. Bahkan harga sereal dan roti naik mencapai 11 persen akibat kenaikan harga gandum dan bij-bijian. Mesir termasuk  salah satu pengimpor gandum terbesar di dunia. ';

‘Kinder Joy Sudah Nggak Ada’

Penarikan produk Kinder telah dilakukan sejak Senin (12/4) malam.

SELENGKAPNYA

Sri Lanka Cari Pinjaman 2,5 Miliar Dolar ke Cina

Saat ini Sri Lanka yang tengah dilanda krisis itu memiliki cadangan devisa terbatas.

SELENGKAPNYA

Unicef: Dua Pertiga Anak Ukraina Mengungsi

Sekitar 4,8 juta dari 7,5 juta anak Ukraina kehilangan tempat tinggal dalam waktu singkat.

SELENGKAPNYA
×