Basmawati Haris mulai menginisiasi kampung zakat pada 2019. | Istimewa

Uswah

09 Apr 2022, 04:56 WIB

Tumbuhkan Potensi Desa Lewat Kampung Zakat

Basmawati mulai menginisiasi kampung zakat pada 2019.

OLEH IMAS DAMAYANTI

 

Menebar manfaat zakat hingga ke pelosok negeri tak hanya membutuhkan kerja keras, tetapi juga kerja cerdas. Basmawati Haris merupakan seorang Muslimah yang memiliki peran besar dalam menggagas Kampung Zakat di Desa Kahayya, Bulukumba, Sulawesi Selatan.

Pegiat kemanusiaan kelahiran Bulukumba 29 tahun lalu ini mampu mengoneksikan setiap bidang manfaat zakat dalam satu kesatuan aksi di kampung zakat binaan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).

Basmawati mulai menginisiasi kampung zakat pada 2019. Dia mengenang betapa Kahayya merupakan desa terpencil yang sulit untuk diakses oleh transportasi. Satu-satunya kendaraan yang bisa masuk ke desa itu hanya sepeda motor.  Medan yang dihadapi pun cukup menantang.

“Saat itu Desa Kahayya sangat terpencil, akses transportasi sangat sulit. Ketika ditunjuk menjadi sahabat ZCD (Zakat Community Development) Baznas, saya langsung ke Desa Kahayya dan mencoba mencari potensi apa yang bisa digali di sana,” kata perempuan yang akrab disapa Basma ini saat dihubungi Republika, Rabu (6/3).

photo
Basmawati Haris munumbuhkan potensi desa lewat Kampung Zakat. - (Istimewa)

Setelah melakukan observasi lapangan, Basma melihat potensi wisata desa tersebut bisa dikembangkan. Basma pun  segera menyasar  anak muda dalam menjalankan programnya.  Basma  cukup dekat mereka lantaran pernah terjun ke bidang pendidikan saat menjadi pegiat literasi.

Setelah melakukan konsolidasi, ia membentuk komunitas di tiga dusun di Desa Kahayya. Masing-masing dusun diisi oleh 20 anak muda. Basma membimbing mereka dengan berbagai bekal dari sosial, pendidikan, kesehatan, ekonomi hingga dakwah. Basma menginginkan konsep kampung zakat  dapat mengoneksi beragam manfaat  agar lebih efisien.

Secara demografis, Desa Kahayya didominasi oleh 98 persen kepala keluarga yang bermata pencaharian sebagai petani kopi. Dia pun mulai berpikir untuk mengembangkan produk kopi Desa Kahayya dengan lebih massif dan terukur. Basma mengajak para pemuda yang telah dibina untuk mengelola, memproduksi, hingga membantu penjualan kopi.

Tak hanya itu, Kahayya pun dikenal sebagai desa yang elok. Panorama bukit yang hijau, sungai dan jeram memanjakan mata siapapun yang mengunjunginya. Namun sayangnya, Basma menceritakan, saat itu pariwisata di sana belum cukup hidup.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Basmawati Haris (basmawatiharis)

Karena itu, Basma menerjunkan para pemuda binaannya untuk menghidupkan pariwisata. “Kami buat semacam wisata edukasi di sana. Misalnya kami membuat rumah lebah yang membuat orang bisa datang dan melihat bagaimana panen madu, karena selain kopi tadi, Desa Kahayya memang dikenal dengan madunya yang berkualitas,” ujar dia.

Seiring berjalannya waktu, ide itu pun sukses besar. Basma lantas membangun pusat oleh-oleh yang langsung didampingi para pemuda binaan. Perlahan, apa yang diupayakan Basma dapat menghadirkan manfaat yang juga terkoneksi satu sama lain.

Contohnya adalah bagaimana ketika Desa Kahayya dapat bergerak perlahan dengan sosial, dakwah, kesehatan, pendidikan, dan ekonomi yang maju. Desa Kahayya jadi lebih mandiri dan berdaya. Buktinya, kata Basma, beberapa kali masyarakat menggelar aktivitas sosial tanpa menggunakan anggaran dan pengajuan proposal.

 
Hadirnya kampung zakat, kami bisa mengirim para pemuda yang telah kami bina di bidang dakwah untuk mengisi pengajian dan berkhutbah di masjid-masjid.
 
 

“Misalnya seperti Ramadhan, setiap masjid biasanya selalu kekurangan dai. Tapi berkat hadirnya kampung zakat, kami bisa mengirim para pemuda yang telah kami bina di bidang dakwah untuk mengisi pengajian dan berkhutbah di masjid-masjid,” kata dia.

Basma sadar suksesnya program kampung zakat   tak lepas dari   partisipasi masyarakatnya yang tinggi. Basma  berharap, hadirnya kampung zakat dapat memberikan manfaat yang lebih dahsyat sehingga kelak dapat mengangkat mustahik menjadi muzakki. N ed: a syalaby ichsan

 

PROFIL

Nama lengkap: Basmawati Haris

Tempat, tanggal, lahir: Bulukumba, 23 Maret 1993

Riwayat pendidikan: STKIP Muhammadiyah Bulukumba 2012-2016

Riwayat aktivitas: Alumni beasiswa Young Leader JICA Japan, Leader WCD Chapter Bulukumba, Sahabat ZCD Baznas, Mitra Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulsel, Founder Rumah Baca Pinisi Nusantara.

Prestasi: Sejumlah prestasi telah ditorehkan Basmawati, salah satunya adalah penerima penghargaan program JICA Young Leader Japan 2018 dan juga fasilitator kampung zakat terbaik Baznas 2020. Basmawati juga aktif menelurkan sejumlah karya tulis dalam buku.


×