Fesyen Muslim halal. | Prayogi/Republika.

Ekonomi

30 Mar 2022, 08:44 WIB

Fesyen Halal Perlu Peta Jalan Berkelanjutan

Fesyen halal adalah salah satu fokus pemerintah dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah, utamanya produk halal.

JAKARTA -- Wakil Presiden Ma'ruf Amin mendorong industri fesyen halal muslim Indonesia menjadi kiblat dunia. Namun, untuk mewujudkan hal tersebut, diperlukan ekosistem yang baik agar fesyen halal muslim dapat berkembang dengan baik dan berkelanjutan.

"Saya minta Menteri Perdagangan dan Kadin ini untuk mengkoordinasikan, merangkum semua unsur untuk membangun ekosistem fesyen muslim Indonesia ini, termasuk peta jalannya (roadmap) ke depan secara sustainable (berkelanjutan)," kata Wapres saat audiensi dengan Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi dan Kamar Dagang dan Industri di Kediaman Resmi Wapres, Jakarta, Selasa (29/3).

Wapres mengatakan, selain perencanaan, diperlukan juga mitigasi kendala yang mungkin dihadapi. Sehingga, seluruh pihak dapat dengan sigap menghadapi tantangan yang terjadi ke depan.

Hal itu disampaikan Wapres usai mendengar laporan para pelaku usaha fesyen muslim Indonesia terkait kendala yang membuat fesyen halal Indonesia tidak berkembang.

"Saya minta ini dikoordinasikan ekosistemnya, termasuk peta jalannya ke depan secara sustainable, kemudian juga kendala-kendalanya dari hulu ke hilir sehingga apa yg tadi disinggung dan dimunculkan dalam pertemuan ini bisa kita tindaklanjuti," katanya.

Industri fesyen halal muslim salah satu bagian fokus pemerintah dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah, utamanya produk halal. Wapres mengatakan, dengan potensi masyarakat muslim yang besar, saat ini merupakan babak baru pengembangan fesyen halal Indonesia.

Dalam kesempatan itu, Wapres juga mendukung rencana diselenggarakannya Jakarta Muslim Fashion Week 2022 pada Oktober mendatang. Ia pun kembali menekankan agar Menteri Perdagangan dapat melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk kelancaran penyelenggaraan acara ini.

"Saya mendukung dan saya minta Pak Menteri Perdagangan nanti mengkoordinasikan dengan kementerian terkait, (Kementerian) Perindustrian dan juga (Kementerian) Koperasi UKM," katanya.

Sementara, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengatakan analisis Kementerian Perdagangan memprediksi akan terjadi peningkatan daam industri fesyen muslim pada tahun 2024. Karena itu, dengan peluang ini akan diselenggarakan Jakarta Muslim Fashion Week 2022 dan beberapa rangkain acara lainnya yang keseluruhannya akan menonjolkan industri fesyen muslim Indonesia.

Hal ini kata Lutfi. sesuai arahan Wapres agar industri fesyen muslim Indonesia bisa menjadi kiblat fesyen dunia. Apalagi dengan 90 persen dari 270 juta penduduk adalah muslim, menjadikan potensi tersebut terbuka lebar.

"Ini sedang menuju kesana setidaknya mengadakan enam kali putaran untuk mengundang seluruh industri, pelaku usaha, desainer dan seluruh stakeholder daripada fashion Islam ini untuk bisa bersama sama," kata Lutfi.

Selain Menteri Perdagangan hadir dalam audiensi ini Wakil Ketua Umum Bidang Perdagangan KADIN Juan Permata Adoe, Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Jemmy Kartiwa, Ketua Panitia HIPMI Syariah Ibnu Riyanto, dan Perwakilan dari Indonesia Halal Lifestyle Center Jetti R. Hadi, dan sejumlah desainer dan pelaku usaha fesyen halal muslim.

Data halal Indonesia akan terintegrasi Blockchain

Indonesia bekerja sama dengan Malaysia dan Islamic Development Bank (IsDB) untuk membuat pusat data ekosistem halal berbasis blockchain. Proyek ini termasuk dalam program Kerja Sama Selatan-Selatan dan Triangular untuk mendukung pengembangan produk halal sesuai standar internasional.

Inovasi tersebut dilaksanakan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) bersama IsDB, Universitas Brawijaya, dan Serunai Malaysia. Kepala Bappenas Suharso Monoarfa menyampaikan, kerja sama ini memiliki tujuan utama menjadikan Indonesia sebagai pusat ekosistem halal digital dunia.

"Kolaborasi yang melibatkan semua pihak ini akan bermanfaat untuk semua serta selaras dengan SDGs dan agenda 2030," kata Suharso dalam seremoni peresmian kerja sama tersebut pada Senin (28/3).

Menurut dia, kerja sama ini akan membawa investasi masuk ke Indonesia melalui sektor industri halal. Hal ini sangat diperlukan sebagai strategi untuk meningkatkan ekonomi halal berbasis produk bernilai tambah.

Suharso menyampaikan, sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, Indonesia harus berperan penting dalam pasar halal global. Oleh karena itu, diperlukan perbaikan iklim yang mendukung pengelolaan sistem halal termasuk melalui digitalisasi.

Dia mengatakan, pengembangan industri produk halal menjadi salah satu strategi peningkatan nilai tambah ekonomi, penyerapan tenaga kerja, investasi, dan industrialisasi. Sebagai negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam, Indonesia juga akan mengoptimalkan peluang di pasar halal.

“Beberapa praktik terbaik ditunjukkan dalam kerja sama inseminasi buatan sapi, ekspor 42.750 dosis semen beku untuk sapi ke Kirgistan dan delapan negara lainnya, serta pengembangan vaksin halal dengan Maroko, Tunisia, dan Senegal,” kata Suharso.

Deputi Bidang Polhukhankam Bappenas, Slamet Soedarsono, menyampaikan, IsDB bersama dengan Serunai Malaysia menggelontorkan investasi sebesar 2,06 juta dolar AS untuk mendanai program tersebut. 

"Kerja sama yang akan berlangsung dalam dua tahun ke depan ini memiliki target kalau bisa membantu jutaan UMKM dalam mendapatkan sertifikasi halal," katanya.

Dalam pelaksanaannya, proyek tersebut akan menyediakan platform bagi UMKM mengajukan sertifikasi halal. Percepatan sertifikasi halal UMKM melalui platform ini akan dilakukan dengan waktu maksimal 21 hari sesuai arahan dalam undang-undang.

Platform ini akan dilengkapi dengan data halal global yang terintegrasi dan disediakan oleh Serunai Malaysia. Group CEO Serunai Commerce Malaysia, Amnah Shaari, mengatakan, Serunai telah berpengalaman secara global untuk menyediakan data halal dengan pemanfaatan teknologi.

Ia mengatakan, proyek ini nantinya akan mengintegrasikan data-data halal di Indonesia ke dalam platform blockchain, termasuk data bahan baku produk-produk halal. Tidak hanya blockchain, Serunai juga akan memanfaatkan teknologi digital lainnya.

"Kita akan buat pool data halal nantinya untuk Indonesia, kita integrasikan menggunakan blockchain sehingga halal traceability di Indonesia ini bisa diraih dan berintegritas," kata dia.

Serunai telah menjadi penyedia data halal global. Selain di Indonesia, proyek serupa juga dilaksanakan di Uganda, Maroko, dan Thailand. Ia berharap, dengan kerja sama ini, maka data-data halal dapat tersentralisasi. 

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by BPJPH Kementerian Agama RI (halal.indonesia)


×