Warga bersama anaknya berbelanja di salah satu toko di Bandung Indah Plaza, Jalan Merdeka, Kota Bandung, Selasa (21/9). Pemerintah memperbolehkan anak-anak di bawah usia 12 tahun untuk beraktivitas di pusat perbelanjaan atau mal dengan pengawasan dan pend | REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA

Inovasi

Memastikan Perjalanan Pengalaman Konsumen

Pengalaman pelanggan dalam menikmati sebuah layanan makin menjadi faktor penentu.

Dunia digital menawarkan berbagai pengalaman baru dalam perjalanan menikmati berbagai layanan. Di industri retail, misalnya. Saat ini, masyarakat dengan bantuan konektivitas, dapat memenuhi berbagai macam kebutuhannya hanya melalui aplikasi.

Saat ini, pengalaman pelanggan dalam menikmati sebuah layanan makin menjadi faktor penentu. Apabila pengalaman yang dirasakan oleh konsumen selama berinteraksi dengan jenama tertentu, berlangsung dengan mulus, maka bisa dipastikan kinsmen akan senang dan kembali di kemudian hari.

Sebaliknya, ketika ada sandungan dalam perjalanan selama bertransaksi, bukan tak mungkin berbagai saluran keluhan akan menjadi pelampiasan. Bagaikan bola salju, efek viral akan membuat keluhan yang disampaikan konsumen makin teramplifikasi dan dapat menciptakan reputasi buruk bagi pelaku usaha.

Menurut data yang dirilis Nielsen pada 2017, saat ini 70 persen konsumen dari kalangan milenial, lebih memilih menyampaikan keluhannya melalui saluran sosial media. Langkah ini pun dinilai lebih manjur, ketimbang cara yang lebih konvensional, seperti berbicara dengan customer service.

Pelaku e-commerce, seperti Tokopedia pun terus memanfaatkan pengembangan teknologi untuk memastikan perjalanan pelanggan selama berbelanja, berlangsung dengan mulus. “Selama ini, Tokopedia terus berupaya menyeimbangkan antara human touch, teknologi, dan data dalam setiap aspek hubungan dengan para pengguna,” ujar Leontinus Alpha Edison (Vice Chairman/Co-founder Tokopedia, dalam webinar, “Mengulik Masa Depan Industri dan Pengalaman Konsumen di Era Digital: Perbankan, Retail, Kesehatan, dan Telco”, Selasa, (29/3).

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Tokopedia Care (@tokopediacare)

Menurutnya, ada berbagai inovasi yang telah dilakukan Tokopedia dalam memastikan perjalanan konsumen selama ini berjalan dengan baik. Di antaranya, adalah dengan menghadirkan ‘Tanya’ yang merupakan chatbot yang dapat menjawab surel dari pelanggan secara terautomasi.

Tak berhenti sampai di situ, ‘Tanya’ juga dapat membantu mencarikan solusi dalam dispute yang terjadi antara pembeli dengan penjual. “Di era digital saat ini, yang diperlukan pelanggan adalah solusi, bukan sekadar saluran untuk menyampaikan keluhan,” ujar Leontinus.

Tokopedia, lanjut dia, juga memiliki one stop command center di mana berbagai konversasi yang terjadi di jagat maya, dapat terus dipantau secara real time. Dengan demikian, ketika ada kendala yang dirasakan oleh pelanggan, kami bisa langsung melakukan sweeping untuk menyelesaikan kendala yang terjadi,” ujar Leontinus.

 
Sebanyak 70 persen konsumen dari kalangan milenial, lebih memilih menyampaikan keluhannya melalui saluran sosial media. 
Riset Nielsen, 2017
 
 

 

Lebih Praktis di Era Serba Pintar

photo
Tije Smart Locker dari Paxel memungkinkan masyarakat menitipkan barang ketika bepergian. - (Dok Paxel )

Perlahan tapi pasti, konsep Kota Pintar, mulai dapat ditemui dalam berbagai aspek kehidupan kita sehari-hari. Untuk meningkatkan kualitas layanan PT Transportasi Jakarta, pada Senin (29/3), Paxel memperkenalkan Tije Locker by PaxelBox, smart locker untuk titip barang.

Tije Locker ini sudah bisa diakses di 18 halte mulai akhir Maret 2022. “Salah satu tahapan penting untuk Jakarta menjadi smart city terkemuka dunia adalah penggunaan smart locker sebagai fasilitas publik,” jelas Zaldy Ilham Masita, selaku co-founder Paxel.

Menurutnya, hampir semua kota besar di negara maju sudah menyediakan smart locker sebagai fasilitas layanan publik smart city.  “PaxelBox pun mendukung penuh Transjakarta menjadi pionir smart locker untuk transportasi publik dalam kota. Hal ini sekaligus membuat perjalanan masyarakat semakin mudah, aman, dan nyaman,” ujar Zaldy.

Untuk tahap awal, PaxelBox saat ini tersedia di lima halte, yaitu Ragunan, Cawang, Pemuda, CSW, dan Harmoni. Lebih kurang 100 ribu warga Jakarta yang setiap hari berangkat dari halte tersebut pun, kini bisa menjalani hari dengan lebih praktis karena dapat menitipkan barang-barangnya di Tije Locker.

Tidak hanya aman, ekonomis, dan mudah diakses lewat aplikasi Paxel. Melalui aplikasi, pengguna loker akan dapat mencari spot loker terdekat, kemudian melakukan booking. Sementara untuk buka tutup dari loker pun akan dapat dilakukan melalui kode QR yang nantinya akan dikirimkan ke pesan singkat di smartphone pelanggan.

Saat ini Paxel menerapkan sistem all-day rental seharga Rp1 sampai dengan 3 April 2022. Diharapkan, hal ini akan dapat makin mendorong percepatan gaya hidup baru yang lebih praktis dan mendukung kebangkitan ekonomi di Ibu Kota. 

Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.

Donasi Literasi Umat

Geliat Perangkat Penunjang WFH

Selama pandemi, rumah terus mengalami perluasan fungsi,

SELENGKAPNYA

Makanan Andalan Saat Ramadhan

Menu selama berpuasa di bulan Ramadhan tetap menerapkan konsep makanan dengan gizi seimbang.

SELENGKAPNYA