Kantor Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH).Petugas mempersiapkan kantor baru Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) yang bertempat di Gedung Laboratorium Halal, Pondok Gede, Jakarta Timur, Selasa (25/4). Penempatan dan kegiatan BPJP | Yasin Habibi/ Republika

Khazanah

29 Mar 2022, 09:57 WIB

BPJPH Yakin Capai Target 10 Juta Produk Halal

BPJPH menyiapkan berbagai langkah konkret yang dilakukan untuk mencapai target 10 juta produk bersertifikat halal pada tahun ini.

JAKARTA — Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas meluncurkan program 10 Juta Produk Bersertifikat Halal. Bersamaan itu dilakukan  kick off program Sertifikasi Halal Gratis (Sehati) bagi pelaku usaha mikro dan kecil (UMK) tahun 2022.

Terkait hal itu, Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Muhammad Aqil Irham menyampaikan, ada berbagai langkah konkret yang dilakukan untuk mencapai target 10 juta produk bersertifikat halal pada tahun ini. Langkah tersebut telah dimulai sejak Januari lalu.

Aqil menjelaskan, di antara langkah yang dilakukan, yaitu melakukan rekrutmen lembaga pendampingan proses produk halal (PPH). Lembaga ini terdiri atas perguruan tinggi keagamaan Islam negeri (PTKIN) seluruh Indonesia, perguruan tinggi negeri dan swasta, organisasi sosial keagamaan, dan lembaga keagamaan Islam seperti pondok pesantren.

"Semua itu sebagian besar sudah teregistrasi dan sebagian lagi dalam proses teregistrasi di BPJPH," ujar dia dalam Rakernas BPJPH 2022 bertajuk "Akselerasi Transformasi Layanan Penyelenggaraan Jaminan Produk Halal" yang ditayangkan secara virtual, Ahad (28/3).

Aqil juga mengatakan, kini telah ada 200 lembaga pendampingan PPH dan 710 pelatih pendamping PPH serta 2.210 pendamping PPH. Sebanyak 200 lembaga tersebut telah menjadwalkan untuk mengadakan pelatihan pendamping PPH kepada 64 ribu orang. Targetnya adalah 100 ribu pendamping PPH yang disiapkan BPJPH. "Insya Allah itu akan kita kejar terus sampai April," ujar dia.

Sebanyak 100 ribu pendamping PPH, Aqil melanjutkan, akan turun ke lapangan mendampingi pelaku usaha. Setiap pendamping mengemban tugas yang targetnya mewujudkan 100 produk yang tersertifikasi halal. "Dengan 100 produk bersertifikat halal, dikali 100 ribu pendamping PPH, target 10 juta produk bersertifikat halal pada akhir tahun ini akan tercapai," kata Aqil.

Dari 2012 hingga 2018, ketika Majelis Ulama Indonesia (MUI) menjadi otoritas tunggal dalam sertifikasi halal, jumlah produk yang tersertifikasi halal sebanyak 668.615. Lalu saat beralih ke BPJPH, dimulai sejak 17 Oktober 2019 hingga 25 Maret 2022, ada 313 ribu produk yang telah tersertifikasi halal. Berdasarkan tren data tersebut, perkembangan tahunan sertifikasi halal yang dicapai MUI dan BPJPH berarti mencapai 100 ribu per tahun.

Sementara, Indonesia Halal Watch (IHW) mengapresiasi program 10 Juta Produk Bersertifikat Halal pada 2022 yang diluncurkan menag. "Ini capaian yang sangat luar biasa dan wajib kita apresiasi. Kalaupun belum memenuhi target nasional 100 persen, tapi ini sungguh prestasi luar biasa dalam rangka memenuhi mandatori halal guna mempercepat pertumbuhan industri halal," kata Direktur Eksekutif IHW Ikhsan Abdullah kepada Republika, Senin (28/3).

"Tapi, IHW sejauh ini belum memperoleh informasi lengkap mengenai jenis produk dan klasifikasi usaha apa saja dari 10 juta produk halal tersebut," ujar dia.

Ia berharap, BPJPH lebih inovatif dan agresif dalam menciptakan terobosan baru guna mempermudah sertifikasi halal. 

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by BPJPH Kementerian Agama RI (halal.indonesia)


×