Tim Satuan Tugas COVID-19 Kota Medan memeriksa empat sampel swab antigen pengunjung salah satu kafe saat razia protokol kesehatan di Marelan, Medan, Sumatra Utara, Sabtu (12/3/2022) malam. (ilustrasi) | ANTARA FOTO/Fransisco Carolio

Kisah Dalam Negeri

29 Mar 2022, 03:45 WIB

Risiko Tinggi Terinfeksi Covid-19 dan Flu Bersamaan

Pasien Covid-19 dan flu di waktu bersamaan cenderung mengalami gejala lebih berat.

OLEH ADYSHA CITRA RAMADHAN

Terinfeksi dengan virus penyebab Covid-19 dan flu di waktu yang bersamaan merupakan hal yang mungkin terjadi. Infeksi ganda ini akan membuat pasien lebih berisiko mengalami kematian.

Temuan ini diungkapkan dalam studi terbaru di jurnal The Lancet. Studi mengungkapkan, pasien yang terinfeksi virus SARS-CoV-2 dan virus influenza dalam waktu yang bersamaan memiliki risiko kematian 2,4 kali lebih besar dibandingkan pasien yang hanya terinfeksi SARS-CoV-2.

Tak hanya itu, pasien yang mengalami Covid-19 dan flu di waktu bersamaan juga cenderung mengalami gejala yang lebih berat. Mereka memiliki kemungkinan empat kali lipat lebih tinggi untuk membutuhkan bantuan ventilator.

Berdasarkan temuan ini, Prof Kenneth Baillie dari Edinburgh University menilai bahwa virus Covid-19 dan influenza bisa menjadi kombinasi yang membahayakan. Hal ini patut diwaspadai mengingat Covid-19 dan flu bisa menyebar di waktu yang bersamaan.

"Kami memperkirakan bahwa Covid-19 akan beredar bersamaan dengan flu, meningkatkan kemungkinan terjadinya koinfeksi," jelas Prof Baillie, seperti dilansir i News UK, Senin (28/3).

Temuan terbaru ini dirasa cukup mengejutkan bagi Prof Calum Semple dari Liverpool University. Menurut Prof Semple, temuan ini mengingatkan kembali mengenai pentingnya vaksinasi dan booster untuk melawan kedua virus tersebut.

Hasil studi ini dipublikasikan bertepatan dengan momen kembali melonjaknya kasus Covid-19 di beberapa negara. Kemunculan subvarian omikron BA.2 dinilai turut mempengaruhi terjadinya lonjakan kasus ini.

Di samping itu, pelonggaran restriksi yang dilakukan di banyak negara juga perlu menjadi perhatian. Alasannya, peningkatan kasus Covid-19 kerap terjadi setelah pelonggaran restriksi diberlakukan.

Di Inggris, misalnya, kegiatan berkerumun mulai banyak dilakukan dan penggunaan masker mulai ditinggalkan. Perubahan ini terjadi karena warga Inggris sedang memasuki fase baru hidup berdampingan dengan Covid-19 sehingga sejumlah restriksi telah dilonggarkan.

Akan tetapi, pelonggaran restriksi ini menjadi pedang bermata dua. Penambahan kasus Covid-19 di Inggris mengalami peningkatan selama tiga pekan terakhir.

Masih terkait infeksi ganda, pada Januari 2021 muncul istilah flurona yaitu singkatan dari influenza dan korona. Kasus pertama campuran dua penyakit Covid-19 dan influenza yang dijuluki flurona ini telah tercatat di Israel.

Laporan pihak berwenang lokal di Israel mengatakan bahwa pasien adalah seorang wanita hamil muda yang berada di rumah sakit tetapi memiliki gejala ringan. "Dia didiagnosis flu dan virus korona. Kedua tes kembali positif, bahkan setelah kami memeriksanya lagi," kata Arnon Vizhnitser, direktur departemen ginekologi Rumah Sakit Beilinson di kota Petah Tikva, dilansir dari Euronews.

"Penyakitnya adalah penyakit yang sama; mereka virus dan menyebabkan kesulitan bernapas karena keduanya menyerang saluran pernapasan bagian atas," katanya kepada surat kabar Hamodia.

Publikasi itu mengatakan, dia tidak divaksinasi terhadap Covid-19 atau influenza. Wanita itu dipulangkan setelah beberapa hari dirawat di rumah sakit. 


Fasilitas dan Stok Vaksinasi Dikeluhkan

Beberapa merek vaksin tidak tersedia untuk disalurkan ke fasilitas kesehatan.

SELENGKAPNYA

Vaksinasi Bukan Syarat Wajib Pembelajaran Tatap Muka

Vaksinasi tak menjadi halangan mendapatkan hak atas pendidikan.

SELENGKAPNYA

Sukacita Sambut Ramadhan

Mengingatkan umat Islam untuk menyambut Ramadhan dengan menyucikan diri dari dosa.

SELENGKAPNYA
×