Petugas melayani transaksi nasabah di Bank CIMB Niaga Syariah, Jakarta, Rabu (7/11). Total pembiayaan Unit Usaha Syariah CIMB Niaga mencapai Rp24,1 triliun dengan DPK sebesar Rp22,0 triliun per 30 September 2018. Bisnis Syariah terus meraih hasil yang pos | Republika/Prayogi

Ekonomi

CIMB Niaga Syariah Siapkan Penerbitan Sukuk Hijau

CIMB Niaga Syariah diharapkan jadi UUS pertama di Indonesia yang memiliki kesesuaian kriteria dengan SDGs.

JAKARTA -- CIMB Niaga Syariah akan meluncurkan sukuk hijau pada kuartal III 2022. Direktur Syariah Banking CIMB Niaga Pandji P Djajanegara mengatakan, CIMB Niaga Syariah mempertimbangkan penerbitan sukuk dalam format keuangan berkelanjutan.

"Kita sedang dorong sekali keuangan berkelanjutan, maka perlu ditunjang juga dari pendanaannya," kata dia dalam Media Gathering CIMB Niaga Syariah, Kamis (24/3).

Pandji menyampaikan, pada penerbitan kali ini, CIMB Niaga Syariah menargetkan penjualan Rp 1 triliun untuk menambal pengurangan sukuk yang beredar. Meski likuiditas masih melimpah, pemilihan sukuk dengan format berkelanjutan akan memberikan nilai tambah.

"Ini juga sebagai bentuk upaya untuk menggencarkan portofolio keuangan berkelanjutan," ujarnya.

Pandji menyampaikan, pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan atau sustainable development goals di CIMB Niaga Syariah terus digalakkan melalui program Abipraya. Melalui program ini, diharapkan pada 2024 CIMB Niaga Syariah sudah jadi UUS pertama di Indonesia yang memiliki kesesuaian kriteria dengan SDGs. Program ini memiliki sejumlah produk keuangan berkelanjutan, seperti green mortgage dan sustainable linked waqf.

"Kami semula targetkan kecil, tapi ternyata pencapaiannya jauh melebihi target," katanya.

Hingga saat ini, green mortgage cukup menopang pembiayaan perumahan. Pada 2021, pertumbuhannya mencapai 101 persen. Program wakaf yang semula ditargetkan hanya Rp 30 miliar mencapai realisasi Rp 154 miliar.

Ada juga program sustainable financing untuk UMKM yang semula diperkirakan hanya Rp 200 miliar mencapai realisasi Rp 474 miliar. Pada 2022, CIMB Niaga Syariah akan terus mendorong segmen tersebut untuk mencapai target keuangan berkelanjutan.

CIMB Niaga Syariah berhasil membukukan perolehan laba sebesar Rp 1,8 triliun pada 2021 atau naik 34,8 persen (yoy) pada 2021. Pertumbuhan laba tersebut didukung oleh penyaluran pembiayaan yang menjadi kontributor utama serta peningkatan pendapatan berbasis komisi dari bisnis treasury dan wealth management.

Pembiayaan tumbuh sebesar 15,8 persen menjadi Rp 37 triliun yang dikontribusikan utamanya oleh segmen konsumen. Sementara itu, penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) tumbuh sebesar 39,2 persen (yoy) menjadi Rp 41,5 triliun. Hal ini seiring dengan upaya CIMB Niaga Syariah dalam memberikan kemudahan layanan kepada nasabah melalui digitalisasi di berbagai kanal.

Aset CIMB Niaga Syariah tercatat tumbuh signifikan sebesar 32,3 persen (yoy) menjadi Rp 59,3 triliun. Dengan jumlah aset yang terus meningkat, CIMB Niaga Syariah menjadi salah satu pemimpin pasar perbankan syariah di Tanah Air dan mempertahankan posisinya sebagai UUS terbesar di Indonesia.

Kinerja positif CIMB Niaga Syariah juga sejalan dengan kinerja induk. PT Bank CIMB Niaga Tbk mencatatkan perolehan laba bersih konsolidasi sebesar Rp 4,1 triliun pada 2021. Jumlah tersebut naik sebesar 103,8 persen (yoy).

"Meskipun masih berada dalam kondisi yang menantang akibat pandemi Covid-19 saat ini, kami yakin bahwa pemulihan ekonomi dan aktivitas bisnis di seluruh industri akan terus berlanjut pada 2022," katanya. 

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Singgih Susilo Kartono (singgihskartono)

Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.

Donasi Literasi Umat