Warga menyaksikan gedung apartemen yang rusak akibat pengeboman di Mariupol, Ukraina, Ahad (13/3/2022). | AP/Evgeniy Maloletka

Internasional

17 Mar 2022, 03:45 WIB

Rusia: Ukraina Tawarkan Status 'Negara Netral'

Model netral yang memungkinkan adalah meniru Austria atau Swedia.

LONDON -- Rusia menyatakan, Rabu (16/3), perundingan mereka dengan Ukraina membahas kemungkinan status "negara netral" untuk Ukraina. Status itu mirip dengan Austria atau Swedia. Sementara Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy terus meminta jet tempur kepada Barat.

"Ukraina menawarkan versi Austria atau Swedia tentang negara netral dan demiliterisasi, tapi tetap memiliki angkatan darat dan angkatan laut," kata kepala perunding Rusia, Vladimir Medinsky.

Rusia menyebutkan, model Austria paling potensial untuk Ukraina. Model netral Austria terikat pada konstitusinya, sehingga melarang negeri itu masuk menjadi anggota aliansi militer atau mengizinkan berdirinya pangkalan militer di kawasannya.  

Kantor berita RIA mengutip juru bicara Istana Kepresidenan Kremlin, Dmitry Peskov, mengatakan bahwa opsi ini benar-benar menawarkan kompromi. Atmosfer perundingan Rusia dan Ukraina lebih positif sejak invasi Rusia ke Ukraina mulai 24 Februari 2022.

photo
Warga menyaksikan gedung apartemen yang rusak dan terbakar akibat pengeboman di Mariupol, Ukraina, Ahad (13/3/2022). - (AP/Evgeniy Maloletka)

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengatakan kepada RBC bahwa ada formula spesifik untuk status netral dan jaminan keamanan. "Menurut saya ini nyaris disepakati," kata Lavrov.

Kepala perunding Ukraina Mykhailo Podolyak juga mengatakan, salah satu alternatif adalah tentang jaminan keamanan. Alternatif ini mengikat secara hukum dan akan menawarkan perlindungan sekutu kepada Ukraina jika terjadi serangan di masa depan.

"Apa artinya? Yaitu kesepakatan baku yang melibatkan sejumlah negara penjamin yang bertanggung jawab secara aktif mencegah serangan," kata Podolyak di saluran Telegram.

"Artinya, para penandatangan yang memberi jaminan tidak lagi hanya berdiam diri saat Ukraina diserang, seperti hari ini," katanya.

Zelenskyy tampil

Zelenskyy berpidato lewat video yang ditayangkan di Kongres Amerika Serikat (AS), Rabu. Mantan aktor ini tampil dengan kaus lengan panjang khas warna hijau tentara. Anggota Kongres terlihat berdiri dan bertepuk tangan menyambut video Zelenskyy.

Dalam pidatonya ini, Zelenskyy mengutip Winston Churchill, Hamlet, dan kekuatan pandangan dunia yang untuk menggiring simpati dunia. Selama tiga pekan invasi Rusia, Zelenskyy mendorong para pemimpin dunia untuk memberlakukan no fly zone (NFZ). Alasannya, untuk mencegah Rusia melancarkan serangan ke Ukraina.

Desakan NFZ ini membuat Zelenskyy berseberangan dengan Presiden AS Joe Biden. Biden tidak ingin menyetujui NFZ atau mengerahkan jet tempurnya dari Polandia ke Ukraina.

Biden juga menegaskan, tidak akan ada pasukan AS yang akan dikirim ke Ukraina. Ia juga menyebutkan, permintaan  Zelenskyy agar AS mengirim pesawat perang adalah langkah berisiko. Bahkan, langkah itu bisa berpotensi eskalasi menjadi konfrontasi langsung dengan kekuatan nuklir Rusia.

"Konflik langsung antara NATO dan Rusia akan menjadi Perang Dunia III," kata Biden.

Sementara itu sumber di Kementerian Pertahanan AS mengaku bingung atas permintaan Zelensky tentang pesawat perang. Padahal Barat sudah membantu Ukraina dengan rudal Stinger yang mampu menembak helikopter dan pesawat lain.

Sementara pada Selasa (15/3), Zelensky juga menyampaikan pesan video kepada kepada pasukan ekspedisi Inggris. Ia mengatakan, dunia harus menerima bahwa Ukraina tidak akan bisa bergabung dengan NATO.

"Ukraina bukan anggota NATO. Kami memahaminya. Kami juga sudah mendengar selama bertahun-tahun ini bahwa pintu terbuka untuk kami, namun kami juga tahu bahwa kami tidak mungkin bergabung (dengan NATO). Itu kebenaran dan harus diakui," kata Zelenskyy, diikuti the Independent.

Rusia memang meminta jaminan dari NATO bahwa aliansi itu tidak akan menerima Ukraina sebagai anggotanya. Rusia memandang NATO terus memperluas wilayahnya hingga ke timur, mengepung Rusia.

Jaminan itu tak diberikan NATO kepada Rusia. Hal ini menjadi dalih Rusia untuk menginvasi sejak 24 Februari silam.  ';

Jokowi: Mandalika Jadi Jenama Baru Indonesia

Para pembalap menyatakan kekaguman dengan sambutan warga Jakarta.

SELENGKAPNYA

Perang Rusia-Ukraina: Sisi Muslim (2)

Agama tidak menjadi faktor dalam perang Rusia menghancurkan Ukraina.

SELENGKAPNYA

Telegram, Andalan di Tengah Perang Ukraina

Pengungsi dan warga Ukraina memilih Telegram untuk mendapatkan informasi seputar perang.

SELENGKAPNYA
×