Ilustrasi logo aplikasi telegram. | EPA-EFE/IAN LANGSDON

Kisah Mancanegara

17 Mar 2022, 03:45 WIB

Telegram, Andalan di Tengah Perang Ukraina

Pengungsi dan warga Ukraina memilih Telegram untuk mendapatkan informasi seputar perang.

OLEH LINTAR SATRIA

Pengungsi dan warga Ukraina memilih aplikasi kirim pesan Telegram untuk mendapatkan informasi dan berita seputar perang. Seperti Artem Kliuchnikov yang membawa keluarganya keluar dari Ukraina beberapa hari sebelum invasi Rusia.

Kini, bersama istri dan ketiga anaknya, Kliuchnikov hidup dengan aman di Paris, Prancis. Ia berusaha mendapatkan informasi dan berita mengenai perkembangan perang di Ukraina melalui Telegram.

"Seperti pengeboman rumah sakit bersalin di Mariupol, bahkan sebelum muncul di berita, Anda melihat video-videonya di saluran Telegram," kata Kliuchnikov kepada NPR, Senin (14/3). "Telegram telah menjadi sumber utama berita saya."

Sejak perang meletus, Telegram muncul menjadi tempat sumber berita tanpa filter bagi Ukraina maupun masyarakat Rusia. Berbeda dari kompetitor-kompetitornya, Telegram dikenal memiliki fitur saluran atau channel yang bisa diatur untuk umum atau public dan tertutup atau private.

photo
Warga berlindung di jalan masuk menuju apartemen di Mariupol, Ukraina, Ahad (13/3/2022). - (AP/Evgeniy Maloletka)

Sejumlah saluran jurnalis bawah tanah di Telegram cukup terkenal. Teknologi itu juga digunakan pekerja kemanusiaan dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy untuk menyiarkan berbagai pengumuman dan pidato. Jumlah orang yang mengikuti satu saluran tertentu tidak terbatas.

Telegram berbeda dari platform seperti Facebook, Twitter dan jaringan media sosial populer lainnya. Tidak ada iklan di Telegram dan arus informasi juga tidak dikendalikan algoritma.

Seorang pengusaha asal Rusia yang tinggal di Brasil, Andrey, mengatakan, Telegram salah satu dari sedikit ruang bagi warga Rusia untuk mendapatkan informasi independen mengenai perang. Ia menolak nama belakangnya dicantumkan.

"Warga Rusia benar-benar tak terhubung dengan kenyataan pada apa yang terjadi pada negara mereka, jadi Telegram sangat penting bagi masyarakat berbahasa Rusia untuk memahami apa yang terjadi," tambah Andrey.

photo
Warga memasak di jalan di Mariupol, Ukraina, Ahad (13/3/2022). Wilayah tersebut menjadi sasaran pengeboman belakangan. - (AP/Evgeniy Maloletka)

Namun, sejumlah pakar khawatir dengan keamanan Telegram. Alasannya, pesan-pesan yang disiarkan di aplikasi itu tidak sepenuhnya terenkripsi. Maka, secara teori, perusahaan dapat mengakses konten-konten yang disiarkan di aplikasi tersebut. Mereka juga dapat menyerahkan data bila diminta pemerintah.

"Terdapat risiko signifikan ancaman dari dalam atau peretasan sistem Telegram dapat mengekspos semua percakapan ini kepada Pemerintah Rusia," kata Direktur Keamanan Siber Electronic Frontier Foundation, Eva Galperin.

Standar emas enkripsi atau dikenal sebagai end-to-end encryption adalah ketika hanya pengirim dan penerima yang dapat membaca pesan. Telegram menyediakan fitur tersebut bila diaktifkan, namanya secret chat. Panggilan suara dan video juga sepenuhnya terenkripsi.

Namun, karena percakapan kelompok atau grup dan fitur saluran Telegram tidak menggunakan end-to-end encryption, menurut Galperin, privasi pengguna terancam. Ia mengaku tak memercayai Telegram. ';

Jokowi: Mandalika Jadi Jenama Baru Indonesia

Para pembalap menyatakan kekaguman dengan sambutan warga Jakarta.

SELENGKAPNYA

Perang Rusia-Ukraina: Sisi Muslim (2)

Agama tidak menjadi faktor dalam perang Rusia menghancurkan Ukraina.

SELENGKAPNYA

PBB: Perempuan Korban Terbesar dari Krisis dan Konflik

Setiap hari perang merusak kehidupan, harapan, dan masa depan perempuan serta anak perempuan.

SELENGKAPNYA
×