Sejumah wisatawan asing asal Singapura berada didalam bus pariwisata saat tiba di Pelabuhan Ferry Internasional Nongsapura, Batam, Kepulauan Riau, Rabu (23/2/2022). | ANTARA FOTO/Bagjana/Lmo

Nasional

08 Mar 2022, 03:45 WIB

Karantina Luar Negeri Jadi Hanya Satu Hari

Karantina satu hari berlaku untuk kepulangan umrah dan PPLN.

JAKARTA -- Penurunan kasus Covid-19 di Tanah Air membuat pemerintah mengeluarkan kebijakan karantina baru. Masa karantina bagi perjalanan umrah maupun pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) kini dikurangi menjadi satu hari berlaku mulai hari ini, Selasa (8/3).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang juga Koordinator PPKM Luar Jawa Bali mengatakan, kebijakan tersebut diputuskan Presiden Joko Widodo dalam rapat terbatas Senin (7/3). "Bapak Presiden (memerintahkan) bahwa karantina sudah dikurangi menjadi satu hari baik itu umrah maupun PPLN mulai dari besok," ujar Airlangga dalam konferensi persnya secara daring, Senin (7/3).

Ketentuan tersebut akan diikuti dengan penerbitan Surat Edaran (SE) Satgas Penanganan Covid-19 baru. Khusus kasus kepulangan umrah, tingkat kasus terkonfirmasi atau positivity rate dari orang pulang umrah diakui Airlangga masih tinggi mencapai 47 persen baik masuk atau keluar. Untuk mengantisipasi hal tersebut, kebijakan isolasi langsung diberlakukan bila ditemukan kasus positif.

Presiden Joko Widodo memberi arahan agar kebijakan visa kunjungan saat kedatangan (Visa on Arrival) dipersiapkan untuk di wilayah Batam-Bintan Kepulauan Riau. 

Visa on Arrival sebelumnya lebih dahulu diberlakukan di Bali mulai 7 Maret. "Dan tadi ada arahan dari Bapak Presiden untuk disiapkan Visa on Arrival di Batam-Bintan maupun yang sudah dilakukan di Bali," ujar Airlangga.

Airlangga mengatakan, pariwisata di Batam-Bintan saat ini menerapkan kebijakan travel bubble dan tanpa karantina bagi wisatawan yang masuk ke Batam-Bintan. Peraturan ini diubah dari sebelumnya, yang harus menjalani durasi karantina selama tujuh hari bagi yang baru vaksinasi dosis pertama dan tiga hari bagi yang sudah vaksinasi dua dosis maupun booster.

"Terkait dengan travel bubble di Batam Bintan, ini telah dibuat kebijakan sesuai arahan bapak Presiden yang tanpa karantina dan jumlah wisatawan yang akan ke Batam Bintan itu per 23 Februari-6 Maret ada 240 orang dan 25 Februari sampai 14 Maret di Bintan ada 519 orang," katanya.

Sebelumnya, Pemerintah lebih dahulu menerapkan pembukaan Visa on Arrival di Bali. Visa on Arrival (VOA) khusus wisata bagi wisatawan asing dari 23 negara yang akan berkunjung ke Bali.

photo
Sejumah wisatawan Singapura berjalan menuju bus pariwisata setibanya di Pelabuhan Ferry Internasional Nongsapura, Batam, Kepulauan Riau, Rabu (23/2/2022). Sebanyak 28 wisatawan mancanegara asal Singapura perdana berkunjung ke Pulau Batam untuk berwisata melalui skema gelembung perjalanan (travel bubble) yang telah dibuka pada 24 Januari 2022 lalu. - (ANTARA FOTO/Bagjana/Lmo/rwa.)

Negara-negara yang warganya dapat memasuki Bali menggunakan Visa On Arrival khusus wisata yakni Australia, Amerika Serikat, Belanda, Brunei Darussalam, Filipina, Inggris, Italia, Jepang, Jerman, Kamboja, Kanada, Korea Selatan, Laos, Malaysia, Myanmar, Perancis, Qatar, Selandia Baru, Singapura, Thailand, Turki, Uni Emirat Arab dan Vietnam.

Sejak kemarin, pemerintah juga mulai menerapkan uji coba tanpa karantina bagi PPLN yang masuk ke Bali. Menurut Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, pelaksanaan uji coba tanpa karantina memiliki sejumlah persyaratan.

Persyaratannya seperti PPLN yang masuk sudah harus vaksinasi lengkap atau booster. Juga melakukan entry PCR test dan menunggu di kamar hotel hingga hasil tes negatif keluar. Lalu kembali melakukan PCR test di hari ketiga.

Luhut menjelaskan, pandemi Covid-19 di Indonesia saat ini terus mengalami perbaikan. Dari data evaluasi, tren kasus harian nasional pun tercatat mengalami penurunan sangat signifikan. Selain itu, kondisi rawat inap rumah sakit juga menunjukkan penurunan dan tingkat kematian terpantau semakin melandai.

Kendati demikian, pemerintah menyoroti tingkat rawat inap rumah sakit di Provinsi DI Yogyakarta yang masih belum mengalami penurunan. Namun Luhut memperkirakan, angka rawat inap di Yogyakaera akan mengalami penurunan dalam beberapa hari ke depan.

Selain itu, jumlah kematian di Provinsi DKI Jakarta, Bali, dan Banten juga telah mengalami penurunan beberapa hari terakhir ini. “Kami memprediksi dalam waktu dekat provinsi lain juga akan mengalami penurunan, mengingat kasus kematian adalah lagging indikator,” kata dia.

Ketua Satgas Covid-19 Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Zubairi Djoerban mengatakan, ranking Indonesia dalam jumlah kasus Covid-19 baru mingguan turun dari nomor 10 ke nomor 14. "Ini kemajuan dan semoga trennya terus turun. Masih banyak yang harus dilakukan. Tapi saya optimistis kita bisa mengendalikannya sebelum bulan Ramadhan," katanya dalam cicitan di akun Twitternya.

Ia meyakini kondisi saat ini menuju endemi. Sebab, varian omikron yang mendominasi wilayah Indonesia serta kasus baru dan aktif turun drastis. Lalu, vaksinasi dua dosis sudah terpenuhi 70 persen. 

Sumber : antara


×