Ustaz Dr Amir Faishol Fath | Republika

Khazanah

05 Mar 2022, 07:08 WIB

Semua Datang dari Allah

Lakukanlah segala sesuatu dengan nama Allah. Sebab semua datang dari-Nya.

 

DIASUH OLEH USTAZ DR AMIR FAISHOL FATH; Pakar Tafsir Alquran, Dai Nasional, CEO Fath Institute

Mengapa kita harus membaca “basmalah”? Kata “basmalah” maksudnya, lakukanlah segala sesuatu dengan nama Allah. Sebab semua datang dari-Nya, maka semua milik-Nya. “Lillaahi mulkussamawaati wal ardh (adalah milik Allah kerajaan langit dan bumi)” (QS Ali Imran: 189).

Karena itu, Alquran sejak pertama kali diturunkan langsung bersamaan dengan “basmalah”. Dalam Alquran surah al-Alaq ayat 1, "Iqra’ bismirabbikalladzii khalaq (bacalah dengan nama Tuhanmu yang telah menciptakan)”, kata “bismirabbika” adalah pernyataan “basmalah”.

Jadi, hanya dengan nama Allah, segala amal menjadi berkah. Sebaliknya amal yang tanpa “basmalah” akan terputus, tidak saja dari rahmat-Nya, tetapi juga akan terjauhkan dari keberkahan.

Dalam Alquran, banyak sekali ayat yang menunjukkan bahwa tidak ada satu partikel apa pun di alam ini kecuali dari Allah. Berbagai redaksi kita temukan, kadang dengan pernyataan bahwa itu Allah langsung yang melakukannya, seperti ayat: “alam naj’alil ardha mihaadaa (bukankah Kami yang telah membuat bumi ini menghampar?)” (QS an-Naba’: 6).

Kata “Kami” menunjukkan bahwa rasa aman yang didapatkan selama berada di atas bumi adalah karena pertolongan-Nya. Artinya, siapa pun yang menjalani kehidupan ini harus patuh kepada-Nya dan berbuat dengan nama-Nya. Bila setiap orang sadar sedalam-dalamnya tentang hakikat ini, tidak mungkin ia berani melakukan dosa.

Redaksi lain berbunyi: “wa anzalnaa minl mu’shiraati maa’an tsajjaajaa linukhrija bihii habbaw wanabaataa (dan Kami turunkan dari gumpalan awan air yang melimpah agar tumbuh dengannya biji-bijian dan pohon-pohonan)” (QS an Naba’: 14-15). Ini juga menggambarkan keterlibatan Allah langsung dalam proses penurunan air hujan sehingga manusia bisa hidup dengannya.

Dalam ayat lain Allah juga menegaskan bahwa dari air kehidupan di muka bumi berlangsung: “wa ja’alnaa minal maa’i kulla syiin hay (Kami jadikan dari air segala sesuatu bisa hidup)" (QS al-Anbiya’:30). Adalah wajar jika manusia harus tahu diri lalu berbuat apa saja dengan nama Allah. Di sini kita mengerti mengapa haru selalu membaca “basamalah”. 

Kadang Allah menyatakan bahwa semua kerajaan langit dan bumi di bawah kekuasaan-Nya: “tabaa rakalldazii biyadihil mulk wa huwa ‘alaa kulli syaiin qadiir” (QS al-Mulk: 1). Kata "biyadihil mulk (di tangan-Nya semua kerajaan)’’ menggambarkan bahwa hanya Allah yang Mahatinggi “al a’laa”, tidak ada kekuasaan lagi di atas-Nya.

Semua kekuasaan yang manusia dapatkan itu hanyalah dari-Nya: “tu’til mulka man tsyaa’ wa tanzi’ul mulka minman tasyaa” (QS Ali Imran: 26). Maka, semua harus tunduk kepada-Nya.

Jika ada makhluk yang merasa berkuasa di muka bumi lalu berbuat sombong seperti Fir’aun, Allah sangat murka kepadanya. Itulah mengapa Fir’aun diazab dengan siksaan yang pedih di dunia dan di akhirat: “fa akhadzahullahu nakaalal aakhirati wal uulaa” (QS an Nazi’at:25).


×