Petugas pemikul jenazah beristirahat usai memakamkan jenazah pasien Covid-19 di TPU Cikadut, Mandalajati, Kota Bandung, Rabu (23/2/2022). | REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA

Nasional

01 Mar 2022, 03:45 WIB

Peningkatan Kematian Akibat Omikron Jangan Diremehkan

Pada 20 Februari, rata-rata kasus kematian meningkat menjadi 170 orang per hari.

BANJARMASIN -- Anggota Tim Pakar Universitas Lambung Mangkurat (ULM) untuk Percepatan Penanganan Covid-19 Hidayatullah Muttaqin meminta pemerintah dan masyarakat waspada. Ini seiring peningkatan kematian pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di tengah gelombang varian omikron.

"Kita jangan meremehkan gejala varian omikron yang ringan dan rasio kematian yang rendah, sehingga kurang memproteksi masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti lansia, komorbid dan belum vaksin," kata Hidayatullah, akhir pekan lalu.

Menurut Muttaqin, kasus konfirmasi dan transmisi penularan Covid-19 yang masih tinggi menjadi sumber ancaman terjadinya kasus kematian. Hal ini tampak dari belum menurunnya kasus kematian di tingkat nasional. Rata-rata kasus kematian selama sepekan per 13 Februari 2022 mencapai 89 orang per hari.

photo
Petugas pemikul jenazah mengenakan alat pelindung diri (APD) memakamkan jenazah pasien Covid-19 di TPU Cikadut, Mandalajati, Kota Bandung, Rabu (23/2/2022). - (REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA)

Pada 20 Februari, rata-rata kasus kematian meningkat menjadi 170 orang per hari dan pada 27 Februari kasus kematian selama sepekan terakhir naik menjadi 244 orang per hari.

“Jangan anggap remeh hilangnya satu nyawa akibat Covid-19. Karena berapa pun jumlah kematian yang terjadi adalah melayangnya nyawa manusia akibat kegagalan sistem kesehatan dan penanganan pandemi dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat," ujar dia.

Sementara, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, sebagian besar pasien Covid-19 yang meninggal saat ini yaitu pasien yang belum mendapatkan vaksin dosis lengkap. Maka itu, pemerintah saat ini memprioritaskan pelaksanaan vaksinasi terutama untuk lansia dan melengkapi dosis vaksinasi bagi penerima vaksin yang belum menerima dosis lengkap.

Dia menjelaskan, sekitar 70 persen masyarakat sudah menerima vaksin dosis pertama dan pihaknya menargetkan untuk mencapai angka yang sama untuk vaksin dosis kedua. "Sampai sekarang sudah ada 344 juta dosis yang disuntikkan dan untuk dosis pertama sudah 190 juta, sekitar 70 persen lebih rakyat Indonesia sudah disuntik dosis pertama. Diharapkan suntik keduanya juga bisa cepat mengejar 70 persen tersebut," kata Budi.

photo
Pekerja membuat lubang makam untuk jenazah kasus Covid-19 di TPU khusus Covid-19 di Jombang, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (23/2/2022). - (ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/hp.)


×