Bank BRI | Youtube

Ekonomi

19 Feb 2022, 09:32 WIB

BRI Terus Fasilitasi Kredit UMKM

Kemenkeu mencatat 95 persen debitur pembiayaan ultramikro didominasi perempuan.

JAKARTA  — PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk siap memfasilitasi penyaluran kredit sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) guna menggerakkan kinerja perekonomian nasional. Sektor UMKM telah menjadi perhatian pemerintah seiring dengan target penyaluran kredit UMKM nasional di sektor perbankan hingga 30 persen dari total pembiayaan Rp 1.800 triliun.

Direktur Utama BRI Sunarso menjelaskan, masih terdapat ruang bagi BRI melakukan ekspansi kredit seiring dengan loan to deposit ratio (LDR) bank pelat merah tersebut yang berada pada level 83 persen. "Kalau untuk LDR, idealnya itu sebutlah 90 persen-91 persen maka sesungguhnya dari sisi likuiditas maupun dari sisi capital punya peluang dan punya kemampuan tumbuh secara agresif. Tinggal sekarang loan demand-nya itu yang harus kita petakan dengan baik,” kata Sunarso di Jakarta, Kamis (17/2).

Dari segi permodalan, Sunarso mengatakan, BRI punya rasio kecukupan modal (CAR) 25,28 persen atau tiga kali lipat di atas threshold yang diatur Bank Indonesia (BI). Terlebih, BRI baru saja mendapatkan tambahan modal melalui proses rights issue dengan perseroan mendapat dana segar dari investor publik sebesar Rp 41 triliun.

Sementara itu, porsi kredit UMKM emiten berkode saham BBRI tersebut telah mencapai 83,86 persen. Dengan strategi transformasi dalam blueprint BRIVolution 2.0 yang sedang dijalankan BRI saat ini, Sunarso optimistis porsi kredit UMKM di perseroan bisa menyentuh 85 persen pada 2024.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mendorong adanya peningkatan kredit UMKM nasional, seiring adanya perbaikan demand side di sektor tersebut. Ia berharap aspek permodalan UMKM yang porsinya baru menyentuh 18,4 persen atau Rp 1.200 triliun dapat meningkat melalui kontribusi dan kapabilitas BRI yang berpengalaman mengucurkan modal dan memberdayakan UMKM Indonesia.

"Kita melihat BRI adalah salah satu yang memberikan loan besar kepada sektor UMKM. Karena tidak semua perbankan konsentrasinya pada usaha kecil dan menengah, dari segi pemerintah mungkin yang penting agregatnya. Karena kita tidak melihat semua one size fit for all, tapi yang jadi target pemerintah adalah total agregat,” ujar Airlangga.

Di sisi lain, Wakil Menteri Badan Usaha Milik Neagara (BUMN) II Kartika Wirjoatmodjo menambahkan, kontribusi Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dalam peningkatan porsi kredit UMKM saat ini telah mencapai 11,5 persen.

Realisasi itu memperlihatkan lebih dari separuh porsi kredit UMKM berada di tangan empat bank milik negara tersebut. Angka ini, kata Tiko, panggilan akrab Kartika, diharapkan bisa terus meningkat seiring pertumbuhan bisnis Himbara yang terus menguat.

"Dari sisi nasional UMKM Himbara ini telah mencapai 62,5 persen dari UMKM nasional. Tentunya tadi untuk mencapai target 30 persen dari total balance kredit nasional Himbara akan menjadi komponen utama untuk bisa mencapai target dari tercapainya 30 persen kredit nasional di kredit UMKM,” kata Tiko.

Sementara itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, strategi business follow stimulus yang selama ini diterapkan BRI turut mempercepat pemulihan sektor UMKM. Pencapaian ini tecermin dari kepercayaan yang diterima BRI sebagai bank terbesar yang mendapat alokasi Kredit Usaha Rakyat (KUR).

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by BANK BRI (bankbri_id)

Pada 2022, alokasi KUR BRI menyentuh Rp 260 triliun atau setara 70 persen dari total nilai KUR yang sebesar Rp 373,17 triliun. Angka ini meningkat dibandingkan alokasi tahun sebelumnya sebesar Rp 195,59 triliun.

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat sepanjang 2017 sampai 2021 secara akumulatif pembiayaan ultramikro atau UMi telah menjangkau 5,5 juta debitur dengan nilai penyaluran sebesar Rp 18.08 triliun. Direktur Jenderal Perbendaharaan Kemenkeu Hadiyanto mengatakan, debitur UMi yang disalurkan Badan Layanan Umum (BLU) Pusat Investasi Pemerintah (PIP) mayoritas merupakan pelaku usaha perempuan.

“Sebagian besarnya, 95 persen adalah perempuan. Hal ini membuktikan pembiayaan UMi adalah program inklusif dan sekaligus responsif gender,” kata Hadiyanto.

Selama lima tahun, pembiayaan UMi telah memberikan kontribusi positif bagi pelaku usaha ultramikro yang memiliki keterbatasan akses permodalan. Menurut dia, masih ada 40 juta usaha mikro belum mengakses kredit komersial, sehingga rentan menjadi korban rentenir dan kredit informal lain. 


×