Petugas dan nakes menyiapkan makanan sore untuk pasien Covid-19 di tempat isolasi Perumahan Nelayan, Padang, Sumatera Barat, Selasa (3/8/2021). Fasilitas isolasi pasien COVID-19 terpusat dikelola Pemkot Padang tersebut memiliki jumlah pasien masuk yang t | ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra

Jawa Barat

17 Feb 2022, 07:44 WIB

Jabar akan Mulai Vaksin Booster Keempat untuk Nakes

Nakes harus memiliki imunitas yang lebih kuat, sehingga kecil kemungkinan terpapar Covid-19.

BANDUNG -- Provinsi Jawa Barat akan mulai melaksanakan vaksinasi Covid-19 booster dosis ke empat untuk kalangan tenaga kesehatan (nakes). Menurut Ketua Divisi Percepatan Vaksinasi Covid-19 Jawa Barat Dedi Supandi, yang akan diutamakan untuk mendapatkan vaksinasi booster dosis ke empat ini adalah Nakes yang merupakan garda terdepan penanganan Covid-19. 

Saat ini, kata Dedi, pihaknya telah mengajukan surat untuk vaksinasi Covid-19 booster dosis ke empat bagi nakes tersebut Kementerian Kesehatan.  "Kami sudah membuat surat ke Kementerian Kesehatan memohon izin booster ke empat untuk Nakes karena mereka garda terdepan dalam penanganan Covid-19 ini," ujar Dedi Supandi, Rabu (16/2).

Dedi Supandi mengatakan, vaksinasi booster dosis keempat ini akan diberikan karena banyak kasus positif Covid-19 yang dialami nakes meskipun telah melaksanakan vaksinasi dosis ketiga. Menurutnya, ada dua daerah di Jabar dengan tingkat kasus positif Covid-19 nakes yang cukup tinggi. Yakni, Bogor dan Bekasi. 

Vaksinasi dosis ketiga kalangan Nakes di Jabar sendiri, telah diupayakan sejak Juni hingga September 2021 lalu. "Jadi ternyata imunitas kembali turun setelah beberapa bulan vaksin dosis ketiga itu, jadi kita usulkan untuk tenaga kesehatan ini melaksanakan vaksinasi dosis keempat," katanya. 

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by pemprovjabar (pemprovjabar)

Bebas aturan ganjil - genap

Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya membebaskan aturan ganjil-genap untuk dokter dan tenaga kesehatan atau nakes. Pembebasan diberikan kepada mereka karena profesi tersebut dianggap sebagai ujung tombak di masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 3.

"Pengecualian aturan ganjil-genap bagi tenaga kesehatan dan dokter," tegas Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo dalam keterangannya, Selasa (15/2). 

Sambodo mengatakan, pembebasan aturan ganjil-genap untuk dokter dan nakes itu ada syarat dan ketentuannya. Baik dokter maupun nakes harus membawa surat tenaga kerja kesehatan. Mereka cukup memperlihatkan surat tersebut kepada petugas. 

"Dengan memperlihatkan surat keterangan bekerja di fasilitas kesehatan dan kartu anggota ikatan dokter Indonesia (IDI)," tutur Sambodo. 

Saat ini ada sebanyak 13 ruas jalan yang diberlakukan aturan ganjil-genap oleh Ditlantas Polda Metro Jaya. Ke-13 ruas jalan itu adalah Jalan Sudirman, Jalan MH Thamrin, Jalan Rasuna Said, Jalan Fatmawati, Jalan Panglima Polim, Jalan Sisingamangaraja, Jalan MT Haryono, Jalan Gatot Subroto, Jalan S Parman, Jalan Panjaitan, Jalan Gunung Sahari, Jalan Tomang Raya, Jalan Ahmad Yani.

Sementara itu, data dari Satgas Covid-19 menyebut, positivity rate tenaga kesehatan (nakes) di DKI lebih dari 30 persen. Menanggapi hal itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria, tak menampik data dari Satgas Covid-19 tersebut. Dia pun menilai hal itu bukan masalah, dan akan mengutamakan kesiapan sarana dan prasarana penunjang Covid-19.

“Ya soal nakes tidak ada masalah, seperti yang sudah sering kami sampaikan, DKI Jakarta akan terus memastikan kesiapan sarana prasarana ya,” kata Riza di Balai Kota DKI.

Berkaca pada tahun lalu, kata dia, sarana dan prasarana penanganan Covid-19 di DKI bisa disiapkan dengan baik. Bahkan, pada puncak gelombang kedua, Juni-Juli, pihaknya bisa tetap menyediakan obat-obatan, oksigen hingga pengendalian ICU dan BOR.

“Namun demikian, kami mohon kerja samanya seluruh warga untuk tetap melaksanakan protokol kesehatan dengan baik,” tutur dia.

Sebelumnya, angka positivity rate di kalangan tenaga kesehatan di empat rumah sakit di Jakarta ada di angka lebih dari 30 persen. Data yang berasal dari Kementerian Kesehatan itu merupakan hasil skrining tes PCR pada 9.161 nakes pada kurun waktu 30 Januari hingga 5 Februari 2022.

Dijelaskan, RS Ketergantungan Obat memiliki tingkat  positivity rate mencapai 63 persen, RSUP Fatmawati 41 persen, RSPI Sulianti Saroso 40 persen, dan RS Jantung Harapan Kita 39 persen. Meski demikian, juru bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi, para nakes yang terkonfirmasi itu memiliki gejala ringan. 


×