Sekjen PKS Habib Aboe Bakar Al Habsyi memberi kata pengantar dalam acara Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PKS 2022 di Jakarta, Senin (31/1/2022). | Prayogi/Republika.

Nasional

02 Feb 2022, 03:45 WIB

PKS Lirik Tokoh Potensial

Nama Erick da Anies rutin muncul dalam daftar sejumlah partai.

JAKARTA -- Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mulai melirik sejumlah calon presiden (capres) potensial yang akan diusung dalam pemilihan presiden pada 2024, mendatang.

Sejumlah tokoh sudah masuk radar PKS, di antaranya Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, hingga Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

"Kita akan pendekatan dari sekarang, kita mulai ke semuanya. Calon-calon yang muncul di survei yang bagus itu kita beri dukungan, apakah Ganjar-nya, apakah Erick-nya, apakah Anies Baswedan-nya dan lain sebagainya," kata Sekjen PKS Aboe Bakar Alhabsyi, dalam konferensi pers di Pembukaan Rapat Kerja Nasional PKS 2022, Senin (31/1).

Partai berlambang bulan sabit ini juga terbuka berkoalisi dengan seluruh pihak, baik tokoh nasionalis maupun religius. Bagi PKS, masih ada waktu yang cukup untuk meningkatkan elektabilitas sambil mendekati calon potensial yang akan diusung pada Pilpres 2024.

Namun demikian, Aboe mengatakan, keputusan menentukan capres-cawapres akan ditentukan oleh Majelis Syuro PKS. "Rakernas ini bukan memunculkan calon. (Menentukan capres) Itu di Majelis Syuro. Kalau kita ini, kerja tim tim hore hore, bagaimana 2024 di atas 9,9 persen ini katakan (lembaga survei) trust. Kalau trust 9,9 (persen) kita inginnya agak bagus-bagus dikitlah supaya suaranya lebih nyaman dan enak," kata dia.

Presiden PKS Ahmad Syaikhu mengatakan, PKS akan mencari rekan koalisi terlebih dahulu sebelum menentukan capres 2024. Sebab, capres-cawapres akan ditentukan bersama oleh partai koalisi.

Syaikhu menyadari perolehan suara PKS pada Pemilu 2019 lalu hanya 8,21 persen dan tidak cukup mengusung capres sendiri tanpa berkoalisi. Karena itu, partainya tengah fokus memperkenalkan ketokohan Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Aljufri sebagai tokoh nasional dari PKS sembari mencari figur capres dan cawapres yang tepat.

"Kami tetap menokohkan dari Habib Salim sebagai tokoh sosok PKS, tokoh nasional PKS, mudah-mudahan ini menjadi bagian untuk merekatkan, menyatukan tokoh bangsa yang muncul dari PKS sambil kita juga berusaha untuk memunculkan capres cawapres," kata Syaikhu dalam konferensi pers di acara pembukaan Rakernas PKS, Jakarta, Senin (31/1).  

Nama Erick Thohir dan Anies Baswedan rutin muncul dalam berbagai acara partai. Pada Sabtu (29/1), Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan juga secara terbuka memuji kepemimpinan keduanya, termasuk Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Para tokoh tersebut dinilai sebagai pemimpin yang berani berdialog dan memiliki pemikiran cemerlang.

"Jadi kalau calon-calon pemimpin kita seperti teman-teman saya yang saya undang ini, waduh Indonesia itu kita lihatnya itu terang. Tapi kalau yang ribut soal cebong-kampret saja kan pusing kita, mau sampai ke mana," ujar Zulkifli dalam acara penganugerahan Zulhas Award di Perpustakaan Nasional, Jakarta.

Kemarin, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) juga menyatakan terbuka mencapreskan tokoh di luar internal partainya. Wakil Ketua Umum PPP Arsul Sani mengatakan, PPP berupaya memberikan kesempatan kepada putra dan putri bangsa untuk memimpin negeri.

"Kami ingin mendorong sehingga orang-orang katakanlah seperti Pak Anies, Ridwan Kamil, Bu Khofifah, Pak Erick, Pak Sandi, Pak Mahfud, Pak Tito itu juga punya kesempatan," kata Arsul ditemui di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (31/1).

Jalin komunikasi

Arsul mengatakan, partainya telah menjalin komunikasi dengan sejumkah tokoh yang ia sebutkan di atas. Pada Desember lalu PPP pernah mengundang sejumlah kepala daerah tersebut. Sementara, Menteri BUMN Erick Thohir telah berbicara di hadapan seluruh anggota DPRD provinsi dan kabupaten/kota dalam dalam kegiatan Bimtek partai berlambang Ka'bah itu.

"Waktu itu kami kumpulkan seluruh anggota DPRD provinsi dan kabupaten kota seluruh Indonesia dan kita undang Pak Erick juga. Nanti masing-masing kita kasih kesempatan karena memang sampai saat ini PPP ingin mendorong tokoh di luar jajaran partai itu untuk punya kesempatan memimpin negara ini," kata dia.

Arsul juga mengakui PPP telah menjalin komunikasi dengan sejumlah partai politik. Hanya saja, komunikasi tersebut sifatnya masih informal dan cair.

"Karena apa? Karena masing-masing partai politik, terutama parpol yang terbuka untuk mencapreskan bukan kadernya itu juga masih menyerap aspirasi dari bawah," tutur wakil ketua MPR itu.  ';

×