Petugas kesehatan memeriksa hasil tes usap antigen pelajar di Kota Bandung, Selasa (25/1/2022). Pemerintah Kota Bandung melakukan tes usap antigen secara acak di 60 sekolah untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 varian omikron. | REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA

Nasional

29 Jan 2022, 03:45 WIB

Subvarian Omikron BA.2 Sudah Masuk Indonesia

Sejumlah negara dunia melaporkan kenaikan kasus sub varian BA.2.

JAKARTA -- Subvarian omikron BA.2 atau dijuluki 'Son of Omicron' teridentifikasi di Tanah Air. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan telah ditemukan setidaknya 10 kasus dari subvarian omikron di Indonesia.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan varian omikron BA.2 kini sedang menjadi perhatian karena memiliki mutasi yang dapat menyebabkan perbedaan hasil tes PCR. Wiku mengatakan, umumnya pada omikron lainnya ada mutasi berupa hilangnya susunan tertentu pada gen S.

"Namun gen S tidak terdeteksi atau SGTF (S Gene Target Failure) pada tes PCR. Pada omikron BA.2 susunan ini tidak hilang. Sehingga PCR tidak memunculkan hasil SGTF atau hasilnya sama dengan varian lain yang bukan omikron. Padahal BA.2 merupakan salah satu jenis omikron," ujar Wiku dalam keterangannya dikutip dari siaran Youtube, Jumat (28/1).

Karena itu, Wiku mengatakan, diperlukan waktu untuk meneliti karakteristik varian baru yang muncul tersebut. Terlebih untuk menganalisis dampak varian itu secara epidemiologi.

Karena itu, Wiku menilai strategi pencegahan merupakan langkah terbaik untuk mencegah dan menghadapi munculnya varian baru apapun jenisnya. "Pemerintah selalu melakukan evaluasi dan monitoring atas keseluruhan strategi pencegahan yang dilakukan. Baik dari kebijakan pelaku perjalanan luar negeri hingga penegakan disiplin protokol kesehatan," katanya.

Mantan Direktur WHO Asia Tenggara Prof Tjandra Yoga Aditama, menjelaskan ada beberapa jenis varian omikron di dunia. Yaitu B.1.1.529, BA.1, BA.2 dan BA.3. "Saat ini yang sedang banyak dibicarakan adalah BA.2," katanya.

Data GISAID pada 25 Januari 2022 menunjukkan 98,8 persen kasus omikron di dunia adalah BA.1, walaupun jumlah negara yang melaporkan BA.2 juga terus makin meningkat. "Kita ketahui bahwa BA.2 dikenal sebagai stealth omicron atau omikron yang menipu, khususnya karena adanya delesi fenomena S SGTF sehingga dapat tidak terdeteksi oleh pemeriksaan PCR SGTF yang kini justru mulai diperbanyak di negara kita. Sekarang memang jumlah BA.2 masih amat kecil, tapi kalau jumlahnya makin banyak maka bukan tidak mungkin dapat mempengaruhi kebijakan yang perlu diambil," tutur dia.

Salip BA.1

Para pakar mengungkapkan bahwa subvarian Covid-19 omikron BA.2 atau disebut 'omicron's sister' akan menyalip dari omikron yang asli yang resmi dikenal sebagai BA.1.

Pakar memperkirakan BA.2 dapat menyebar sedikit lebih cepat dari BA.1. Menurut para ilmuwan, proporsi kasus Covid 19 yang disebabkan BA.2 telah meningkat empat kali lipat dalam tujuh hari.

Varian ini telah menyebar ke setidaknya 40 negara sejak muncul pada November 2021 lalu, dan sebagian besar muncul di Denmark, India dan Swedia. Akan tetapi, tidak perlu khawatir, sebab para ilmuwan tidak meyakini sub varian omikron itu menyebabkan penyakit yang lebih serius daripada jenis omikron asli.

Tercatat sekitar 426 kasus varian baru ini telah dikonfirmasi di Inggris pada 21 Januari 2022. Namun, Namun, data dari COVID-19 Genomics UK Consortium (COG-UK) menyebutkan sejauh ini ada 1.845 kasus, sebagian besar di Inggris.

Profesor Tim Spector, ilmuwan utama di aplikasi ZOE COVID Study, mengatakan bahwa faktor lain yang muncul adalah bahwa subtipe baru dari omikron yang disebut BA.2 ini kemungkinan lebih menular.

"Satu dari 20 kasus baru memiliki varian ini pekan lalu, dan karena berlipat ganda setiap beberapa hari, sub varian ini akan mendominasi dalam sebulan," kata Spector, dilansir di The Sun, Jumat (28/1/2022).

photo
Petugas kesehatan memeriksa data diri pelajar saat pelaksanaan tes usap antigen secara acak di SMP Assalaam, Jalan Sasak Gantung, Regol, Kota Bandung, Selasa (25/1/2022). Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Kesehatan Kota Bandung dan Dinas Pendidikan Kota Bandung melakukan tes usap antigen secara acak bagi pelajar dan tenaga pendidik di 60 sekolah berbagai jenjang. Tes usap antigen tersebut dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 varian omikron di sekolah selama pembelajaran tatap muka. - (REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA)

Ia mengatakan, data ZOE juga telah melihat lebih banyak infeksi ulang yang dikonfirmasi dalam beberapa pekan terakhir dengan sekitar tujuh persen dari kasus gejala baru yang sebelumnya dinyatakan positif. Hal itu menunjukkan sebuah infeksi alami. Sementara menurutnya, virus corona varian Delta mungkin tidak menawarkan banyak perlindungan.

Dalam beberapa pekan terakhir telah terjadi peningkatan kasus. Pemikiran yang muncul bahwa hal itu terjadi dipicu oleh kembalinya siswa ke sekolah. Sementara itu, anak-anak sebagian besar tidak divaksinasi dan tidak banyak bergaul selama Natal lalu. Oleh karena itu, menurut para pakar, anak-anak baru sekarang menularkan omikron dalam jumlah yang besar,

Profesor Spector mengatakan BA.2 membentuk lima persen dari data Inggris saat ini. Jika terus seperti itu, ia menilai sub varian omikron itu bisa menyalip BA.1 dalam waktu satu bulan. "Apa yang kami tahu adalah itu (BA.2) lebih kompetitif, sangat mirip tetapi juga berbeda dan sejauh ini Denmark tidak memiliki masalah besar dengan rawat inap dan kematian yang menunjukkan itu tidak lebih parah," lanjutnya.

Serangkaian penelitian positif menunjukkan omikron lebih ringan daripada strain lain yang divaksinasikan, dan suntikan vaksin diperkirakan akan bekerja melawan BA.2.

Pejabat kesehatan di Denmark, yang paling banyak melihat kasus BA.2 sejauh ini, mengatakan vaksin Covid dianggap masih sama efektifnya. Prof Francois Balloux, Profesor Biologi Sistem Komputasi dan Direktur, UCL Genetics Institute, UCL, mengatakan kedua strain itu terpisah sekitar 20 mutasi. Dengan demikian, siapa pun yang telah mengalami infeksi varian omikron yang ganas kemungkinan akan memiliki kekebalan yang kuat terhadap varian yang baru ini.

Menurut data studi gejala virus corona tersebut, saat ini ada 159.486 kasus baru gejala harian Covid, meningkat dari sepuluh persen pada pekan lalu. Prof Spector memperingatkan kasus akan tetap tinggi hingga musim semi. Sementara infeksi harian baru saat ini berkisar sekitar 100.000 di Inggris.

Ia menambahkan, bahwa kebangkitan kembali dalam jumlah kasus saat mereka mencabut pembatasan telah muncul lebih cepat dari yang diperkirakan banyak orang. Akan tetapi hal itu menurutnya tidak mengherankan. Pasalnya, selama pandemi mereka telah menyaksikan akhir dari masa libur sekolah yang berulang kali mengantarkan peningkatan pesat pada kasus di antara anak-anak, yang kemudian menyebar ke orang tua dan staf sekolah.

"Namun, kabar baiknya adalah sebagian besar infeksi pada orang yang divaksinasi bersifat ringan, dengan gejala yang berlangsung rata-rata untuk waktu yang lebih singkat secara keseluruhan daripada Delta dan dengan kasus yang tidak terlalu parah," ujar Prof Spector.

Ia menambahkan bahwa Covid dan varian barunya akan terus berdampak pada kehidupan sehari-hari untuk beberapa waktu. Karena itu, ia menegaskan bahwa para ilmuwan bertanggung jawab dengan kebebasan baru mereka dan mereka berupaya membantu menekan jumlah kasus dan mencegah virus tersebut menjangkau kelompok yang lebih rentan.

Sub varian omikron BA.2 ini muncul ketika perubahan aturan utama dari Rencana B Covid mulai berlaku di Inggris. Pembatasan yang diberlakukan tahun lalu perlahan-lahan surut, dan aturan bekerja dari rumah telah dihentikan pekan lalu.


×