Ilustrasi pohon tumbang. Belum lama ini sejumlah pohon di Kota Bogor tumbang dan merusak kendaraan bermotor di sekitarnya. | ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal

Bodetabek

25 Jan 2022, 09:49 WIB

Billboard dan Pohon Timpa Puluhan Kendaraan di Bogor

Pohon dan papan reklame di Bogor roboh akibat angin hujan dan angin kencang.

BOGOR – Hujan lebat disertai kilat, petir, dan angin kencang melanda wilayah Kota Bogor dan Kabupaten Bogor, Senin (24/1) sekitar pukul 13.00-14.30 WIB. Akibatnya, sejumlah pohon dan reklame tumbang menimpa kendaraan dan menutupi jalan.

Di Jalan Soleh Iskandar, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, sebuah reklame berukuran besar roboh dan menimpa puluhan kendaraan yang terparkir di depan ruko. Setidaknya ada 40 motor mengalami kerusakan akibat robohnya reklame tersebut.

Menurut petugas keamanan setempat, Ruswandi, peristiwa itu terjadi sekira pukul 14.00 WIB. Ketika itu, hujan disertai angin kencang mulai menguyur dan membuat billboard berukuran besar goyang. Tidak ada korban jiwa ataupun luka dalam peristiwa tersebut. 

“Awalnya hujan, makin deras, makin besar. Saya sudah lihat billboard (reklame) itu lama-lama miring,” kata Ruswandi, kepada wartawan di lokasi, Senin (24/1). Terlihat puluhan motor ringsek tertimpa reklame yang roboh ke arah parkiran ruko.

Sementara itu, sejumlah pohon di Jalan Dadali, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, juga tumbang. Akibat kejadian tersebut, dua unit mobil dan dua motor rusak tertimpa pohon.

Arus lalu lintas di lokasi pun sempat mengalami kemacetan panjang. Ditambah, mobil pemadam kebakaran yang mengevakuasi pohon tersebut. Kendaraan yang akan melintas di Jalan Dadali pun dialihkan melalui Jalan Heulang sambil menunggu evakuasi selesai.

Salah satu pengendara mobil, Andi, mengaku peristiwa itu terjadi saat dia melaju dari arah Kebon Pedes menuju Jalan Ahmad Yani sekira pukul 14.00 WIB. Ketika itu, kondisi cuaca memang sedang hujan lebat disertai angin kencang.

Tak lama kemudian, pohon kedua yang masih berada di jalan tersebut kembali tumbang dan menimpa bagian depan mobilnya. “Saya ambil jalur kanan, karena yang sudah ditebangin sebelah kanan. Nggak lama itu kayak ada yang kelewat gitu, saya langsung ngerem,” ujar Andi yang berdua adiknya di atas mobil.

republikaonline

Hujan lebat disertai kilat, petir, dan angin kencang melanda wilayah Kota dan Kabupaten Bogor pada Senin (24/1). original sound - Republika

 

Sama halnya di Jalan Abdullah bin Nuh, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, sejumlah pohon besar tumbang menutup akses jalan. Akibatnya, kemacetan panjang terjadi dari arah Dramaga menuju Tol Lingkar Luar dan arah sebaliknya.

Terpisah, Kasie Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, Adam Hamdani, menyebutkan, berdasarkan data, ada delapan titik kejadian pohon tumbang di Kabupaten Bogor. Tiga di antaranya terjadi di Desa Cijujung, Desa Cilebut Barat, dan Desa Pasir Jambu, Kecamatan Sukaraja. Sedangkan lima di antaranya terjadi di Desa Nanggewer Mekar, Kelurahan Karadenan, dan Kelurahan Cibinong, Kecamatan Cibinong.

“Tim tengah melakukan asesmen terhadap pohon tumbang. Beberapa pohon tumbang sudah berasil dievakuasi dan akses jalan lalu lintas sudah kembali normal di kedua arah,” ujar Adam.

Kepala Stasiun Klimatologi Bogor, Indra Gustari, menjelaskan, berdasarakan analisis kondisi dinamika atmosfer, saat ini masih dipengaruhi oleh kondisi La Nina. Berdasarkan Indeks Nino 3,4 saat ini Indonesia berada pada indeks -0,69 (dengan nilai normal ± 0.5) sehingga mengindikasikan adanya peningkatan curah hujan yang signifikan di wilayah Indonesia, termasuk Jawa Barat. 

“Terdapat pola-pola sirkulasi siklonik, yakni pusaran angin lemah di Selat Karimata, tekanan rendah atau low di Samudra Hindia Selatan NTT, utara Kepulauan Maluku dan sebelah barat daya Pulau Sumatra membentuk daerah pertemuan angin dan belokan angin yang melewati wilayah Jawa Barat sehingga mendukung pasokan massa udara basah, di antaranya di wilayah Jawa Barat,” ujar Indra. 


×