Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Kamaruddin Amin (kanan) berbincang dengan Direktur Eksekutif Yayasan BSMU Sukoriyanto Saputro (kiri), Ketua Umum Pengurus Yayasan Bangun Sejahtera Mitra Umat (BSMU) Suhendar (kedua kanan), dan Pembina Y | ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya

Ekonomi

25 Jan 2022, 09:40 WIB

BSMU dan BSI Perkuat Nasabah Bank Wakaf Mikro

BSMU, BSI, dan Bank Wakaf Mikro, harus bersinergi untuk memotivasi masyarakat berwakaf.

JAKARTA -- Yayasan Bangun Sejahtera Mitra Umat (BSMU) bersama PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) berupaya meningkatkan keterampilan nasabah Bank Wakaf Mikro (BWM).

Direktorat Wakaf, Microfinance, dan Digital Group Yayasan BSMU menggelar kegiatan pelatihan standar produksi dan pengemasan produk bagi keluarga anggota program BWM. Acara ini bertujuan meningkatkan kemampuan keluarga terutama ibu-ibu anggota BWM untuk mengelola usahanya.

Direktur Wakaf, Microfinance, dan Digital Group Yayasan BSMU, Rizki Okto Priansyah, berharap pelatihan ini bisa meningkatkan kapasitas usaha anggota. “Kegiatan hari ini akan dilaksanakan tiga seri dan tiga lokasi di antaranya Jawa Tengah dan DI Yogyarakarta, Jawa Timur, serta Jawa Barat-Banten dan DKI Jakarta,” kata Rizqi melalui keterangan pers, Senin (24/1).

Menurut Ketua Satgas Keuangan Syariah dan UMKM Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Ismail Riyadi, era digitalisasi sangat mementingkan peningkatan kemampuan UMKM dalam standar produk dan kualitas kemasan. Diharapkan, setelah pelatihan ini anggota BWM bisa naik kelas dalam penjualan karena kemasan yang baik.

Program Bank Wakaf Mikro atau BWM adalah program inklusi keuangan pemberdayaan dan penguatan ekonomi bagi masyarakat. Sasaran dari program ini adalah membantu masyarakat produktif yang memiliki usaha dan butuh permodalan syariah di lingkungan ponpes untuk meningkatkan usahanya agar terbebas dari rentenir.

Manajer Program BWM-Microfinance Yayasan BSMU, Islah Milono, menyampaikan, peserta mengaku merasakan manfaat dari pelatihan tersebut. Selama dua hari pelatihan, peserta diajak fokus memahami metode dan standar kualitas produk, mendesain, dan membuat kemasan produk.

"Agar mereka mampu menampilkan produk yang dikemas menjadi lebih rapi dan marketable,” kata Islah.

OJK mencatat, hingga akhir 2021 terdapat 62 BWM yang tersebar di 20 provinsi di seluruh Indonesia. Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan, kehadiran BWM telah dirasakan manfaatnya sebanyak 50 ribu nasabah.

“Kehadiran BWM telah dirasakan manfaatnya oleh lebih dari 50 ribu nasabah, dengan akumulasi penyaluran pembiayaan sampai posisi 22 Desember 2021 mencapai Rp 74,8 miliar,” ujar Wimboh.

Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin berharap, kehadiran BWM ataupun lembaga keuangan mikro lainnya di daerah bisa mendorong lahirnya rintisan pengusaha-pengusaha kecil. Ia berharap, rintisan pengusaha ini bisa terus dikembangkan sehingga akan menambah jumlah para pengusaha di daerah.

Wapres juga meminta Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), dan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) terus mengembangkan para pengusaha, salah satunya melalui BWM. Menurut dia, BWM juga merupakan rintisan untuk menumbuhkan pengusaha-pengusaha kecil.

"Yang kita harapkan nantinya ini menjadi alat pengungkit yang nantinya bisa tumbuh dan menjadi nasabah bank syariah umum," ujarnya.

Ma’ruf berharap, jumlah BWM bisa terus bertambah di daerah lainnya. Dia mengatakan, kehadiran BWM sangat diperlukan untuk pemberdayaan umat atau masyarakat yang dari segi pembiayaan tidak terjangkau layanan perbankan. 


×