Ilustrasi piala Afrika 2022. Kesebalasan Maroko akan berhadapan dengan Malawi | AP

Olahraga

25 Jan 2022, 03:05 WIB

Piala Afrika: Kuda Hitam Malawi Menantang Maroko

Status unggulan Maroko pada laga ini kian besar apabila melihat skuad tim berjuluk the Atlas Lions tersebut.

YAOUNDE -- Malawi tengah melakoni kiprah terbaik sepanjang partisipasi mereka di Piala Afrika. Untuk kali pertama dari tiga kali tampil di putaran final Piala Afrika, Malawi akhirnya melaju ke babak 16 besar. Momen bersejarah itu terjadi di gelaran Piala Afrika 2021.

Namun, lawan berat sudah menanti Malawi di fase 16 besar edisi ke-33 Piala Afrika tersebut. Tim berjuluk the Flames itu akan menghadapi salah satu kandidat juara, Maroko, dalam laga yang digelar di Stadion Ahmadou Ahidjou, Yaounde, Rabu (26/1) dini hari WIB.

Dari segi pengalaman tampil di fase gugur, Maroko jauh lebih unggul dari Malawi. Kampiun Piala Afrika 1976 itu tercatat empat kali melangkah ke fase gugur dari tujuh partisipasi terakhir di Piala Afrika.

Status unggulan Maroko pada laga ini kian besar apabila melihat skuad tim berjuluk the Atlas Lions tersebut. Nyaris sebagian besar penggawa Maroko merumput di kompetisi Eropa, termasuk Achraf Hakimi yang memperkuat Paris Saint-Germain (PSG).

Kondisi itu disadari sepenuhnya oleh pelatih Malawi Mario Marinica. Kualitas pemain yang dimiliki Maroko itu, tutur Marinica, tergambar dari catatan apik penampilan tim Atlas Lions yang tidak terkalahkan dalam 30 laga terakhir. Di matanya, Maroko akan sangat sulit dihadapi.

"Namun, kami masih punya peluang dan memiliki beberapa hari untuk mempersiapkan diri,'' tutur Marinica, seperti dilansir Time.mw, Senin (24/1).

Keyakinan serupa juga diungkapkan gelandang Malawi John Banda. Gelandang berusia 27 tahun itu menilai Malawi memiliki pengalaman untuk menyulitkan Maroko. Banda pun merujuk pada pertemuan terakhir kedua tim di babak kualifikasi Piala Afrika 2019 yang berakhir imbang tanpa gol.

"Ini akan menjadi laga terbesar dalam sejarah kami. Dengan taktik dan organisasi permainan yang tepat, kami bisa mengalahkan mereka," kata Banda, seperti dilansir di laman resmi Federasi Sepak Bola Malawi.

Malawi mencatatkan masing-masing satu kemenangan, satu imbang, sekali kalah. Raihan empat poin dari tiga laga di Grup B sudah cukup membawa Malawi lolos ke babak 16 besar sebagai peringkat ketiga terbaik.

Di sisi lain, Maroko melangkah ke babak 16 besar sebagai juara Grup C, meski gagal menyapu bersih kemenangan. Pelatih Maroko Vahid Halilhodzic mengaku tidak khawatir dengan kemungkinan penurunan performa Achraf Hakimi dan kawan-kawan di babak 16 besar Piala Afrika.

"Kini, kami akan berusaha untuk memenuhi target melangkah ke fase berikutnya setelah menjadi juara di fase grup," kata Halilhodzic seperti dilansir laman Lion de Atlas, Senin (24/1).

Maroko difavoritkan untuk bisa menyingkirkan Malawi. Kendati begitu, hingga sejauh ini, Piala Afrika 2021 terus menghadirkan kejutan. 

Di dua laga awal babak 16 besar, kejutan pun tercipta saat Tunisia menyingkirkan Nigeria. Tunisia, yang melangkah ke babak 16 besar sebagai peringkat ketiga terbaik, berhasil mengalahkan Nigeria yang mengakhiri penyisihan grup sebagai juara Grup D, 1-0, Senin (24/1) dini hari WIB.

Padahal, pada awal turnamen, Nigeria sempat diunggulkan menjadi salah satu kandidat juara. Pada babak perempat final, Tunisia akan menghadapi Burkina Faso yang sukses menyingkirkan Gabon via adu penalti, 7-6. 

';

×