Warga membeli minyak goreng pada operasi pasar stabilisasi harga minyak goreng di Rumah kreatif, Banyuwangi, Timur, Senin (24/1/2022). Operasi pasar untuk menstabilisasikan harga minyak goreng kemasan dengan harga Rp 14 ribu per liter itu sepi pembeli kar | ANTARA FOTO/Budi Candra Setya/hp.

Kabar Utama

25 Jan 2022, 03:13 WIB

Minyak Goreng Murah Dijual di Pasar Mulai Rabu

Kebijakan minyak goreng satu harga akan diterapkan di pasar tradisional pada pekan ini.

JAKARTA -- Kebijakan minyak goreng (migor) satu harga sebesar Rp 14 ribu per liter akan diterapkan di pasar tradisional pada pekan ini. Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyampaikan, para pedagang dapat berkoordinasi langsung dengan para penyuplai untuk bisa mendapatkan pasokan minyak goreng murah.

Program minyak goreng satu harga mulai dijalankan pemerintah sejak Rabu (19/1) di seluruh toko ritel modern yang menjadi anggota Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo). Penerapan dimulai dari ritel modern karena pemerintah menilai pembukuan administrasinya lebih mudah dibandingkan pasar tradisional.

"Rencananya, (minyak goreng satu harga di pasar tradisional) mulai Rabu pekan ini," kata Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Oke Nurwan kepada Republika, Senin (24/1).

Pada tahap awal, kata Oke, pedagang pasar bisa berbicara dengan pihak distributor untuk menjual minyak goreng dengan harga Rp 14 ribu per liter dari stok yang sudah ada sebelum program subsidi digulirkan. Menurut dia, hal itu juga sekaligus untuk mendapatkan pasokan produk minyak goreng dengan harga yang sudah disubsidi pemerintah. 

photo
Pedagang menuangkan minyak goreng ke dalam plastik di kiosnya di Pasar Kosambi, Kota Bandung, Senin (24/1/2022). Berdasarkan keterangan para pedagang, harga minyak goreng kemasan dan curah yang dijual di pasar tersebut masih tinggi. - (REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA)

Direktur Bahan Pokok dan Penting Kemendag Isy Karim mengatakan, pihak-pihak terkait, seperti asosiasi, akan dilibatkan dalam memperluas program minyak goreng satu harga di pasar tradisional. Pelibatan berbagai pihak diperlukan untuk mempercepat penyaluran minyak goreng satu harga.

Minyak goreng satu harga terus diburu masyarakat. Berdasarkan laporan dari berbagai daerah, stok minyak goreng di minimarket habis dalam hitungan jam setiap harinya. Pada Ahad (23/1), Aprindo menyebut stok minyak goreng di toko ritel modern makin menipis. Menurut Ketua Umum Aprindo Roy Mandey, distribusi dari pihak produsen tidak lancar. 

Isy mengatakan, Kemendag akan segera menindaklanjuti keluhan Aprindo mengenai pasokan minyak goreng. "Rencananya,  Selasa ini akan dikumpulkan kembali para produsen minyak goreng," kata Isy.

Ketua Umum Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI), Sudaryono, mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi langsung dengan Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri mengenai perluasan minyak goreng satu harga ke pasar tradisional. Ia mengatakan, APPSI siap membantu, siap dilibatkan, dan siap melaksanakan distribusi minyak goreng.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by khofifah indar parawansa (khofifah.ip)

Ia mengatakan, APPSI juga telah menyiapkan diri dengan sistem dan mekanisme distribusi terkontrol. "Jadi, nanti tinggal ke mana pedagang pasar harus berbelanja minyak goreng di bawah Rp 14 ribu per liter sehingga harga jual ke konsumen bisa Rp 14 ribu per liter," kata dia.

Menurut Sudaryono, pedagang pasar semestinya sejak awal dilibatkan dalam program minyak goreng satu harga. "Pembinaan pedagang pasar adalah tugas pemerintah, maka seharusnya dilibatkan dalam setiap kebijakan yang berkaitan dengan perdagangan di pasar." 

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menilai perilaku panic buying minyak goreng oleh masyarakat merupakan dampak dari kurang tepatnya strategi pemerintah dalam membuat kebijakan publik. Dari kacamata konsumen, kata Tulus, perilaku panic buying merupakan fenomena yang anomali dan sifat yang cenderung egois dan mementingkan kepentingannya sendiri.

"Ini menjadi kegagalan pemerintah dalam membaca perilaku konsumsen di Indonesia," kata Tulus dalam keterangan tertulisnya, Senin (24/1).

YLKI turut menyoroti pasokan minyak goreng murah di toko ritel modern yang makin menipis seperti yang diungkap Ketua Umum Aprindo Roy Mandey. Tulus mengatakan, pemerintah seharusnya membatasi jumlah pembelian, misalnya setiap konsumen hanya boleh membeli minyak goreng sebanyak 1 liter. 

Dalam menjual minyak goreng satu harga, toko ritel modern memang membatasi pembelian. Namun, kebijakannya tak seragam. Ada yang membatasi pembelian sebanyak 2 liter, ada juga yang 1 liter. 

Tulus menilai intervensi pemerintah melalui kebijakan minyak goreng satu harga tidak efektif karena strategi yang dijalankan tidak tepat. "Ini tidak menukik pada hulu persoalan yang sebenarnya, yakni adanya dugaan praktik kartel di pasar minyak goreng," ujar dia.

Ucapan Tulus itu merujuk pada pernyataan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU). KPPU pada pertengahan pekan lalu menyebut ada kemungkinan praktik kartel dalam fenomena kenaikan harga minyak goreng dalam negeri. Meski begitu, KPPU menyampaikan, dugaan itu masih memerlukan penyelidikan lebih lanjut.

Pemerintah daerah mencoba memastikan ketersediaan minyak goreng murah di wilayahnya masing-masing. Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menegaskan, Pemerinta Provinsi DKI Jakarta akan menyediakan minyak goreng secara berkesinambungan. 

Oleh karena itu, ia meminta warga DKI Jakarta untuk tidak khawatir dengan ketersediaan minyak goreng. “Kami pastikan ketersediaan,” kata Riza ketika ditemui di Balai Kota DKI, Senin (24/1).

photo
Pekerja mengemas minyak goreng curah menggunakan plastik ukuran satu kilogram di sebuah toko tradisional di Kota Madiun, Jawa Timur, Jumat (21/1/2022). Toko tersebut menjual minyak goreng curah dengan harga Rp 18.500 per kilogram dan minyak goreng kemasan Rp 19 ribu per liter meskipun pemerintah telah menetapkan harga minyak goreng Rp 14 ribu per liter karena toko tradisional belum mendapatkan subsidi seperti toko modern. - (ANTARA FOTO/Siswowidodo)

Manajer Umum dan Humas Perumda Pasar Jaya Gatra Vaganza mengatakan, pihaknya telah menyiapkan minyak goreng satu harga. Menurut dia, merek yang tersedia untuk dijual dengan harga tersebut sama dengan yang biasanya dijual di toko lain, seperti Filma, Tropical, Food Stastion, dan Gurih. 

“Mencegah panic buying, maka di seluruh gerai kami lakukan pembatasan penjualan satu pembeli maksimal 2 liter minyak goreng,” kata Gatra. 

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah Sulteng juga mengimbau warga tidak melakukan aksi borong dan menimbun minyak goreng murah. "Harga minyak goreng yang disubsidi pemerintah ini akan terus bertahan hingga beberapa bulan ke depan sehingga tidak perlu khawatir akan terjadi kelangkaan yang dapat menyebabkan harganya kembali naik," kata Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sulteng Doni Iwan Setiawan, kemarin.

Menurut dia, meski ada pembatasan pembelian minyak goreng kemasan, celah masyarakat melakukan penimbunan terbuka lebar. 

Ia menceritakan, pada hari pertama penerapan kebijakan penyeragaman harga minyak goreng, antusiasme masyarakat sangat tinggi, bahkan hingga berebutan karena panic buying. "Tapi, memasuki hari kedua dan ketiga hingga seterusnya, antusiasme masyarakat sudah menurun dan tidak ada lagi masyarakat yang melakukan panic buying," kata Doni. ';

×