Pekerja membongkar muat kargo dari pesawat Garuda Indonesia setibanya di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM), Blang Bintang, Kabupaten Aceh Besar, Aceh, Sabtu (22/5/2021). Maskapai Garuda Indonesia akan menambah jadwal penerbangan di Provinsi | AMPELSA/ANTARA FOTO

Nasional

24 Jan 2022, 02:37 WIB

AP II Klaim Cukup Tampung Pengalihan Penerbangan dari Halim

Penerbangan dari Bandara Halim Perdanakusuma akan dipindah ke lima bandara.

JAKARTA -- PT Angkasa Pura (AP) II (Persero) memastikan kapasitas bandara cukup untuk menampung pengalihan penerbangan dari Bandara Halim Perdanakusuma. Pemerintah akan menutup sementara Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, karena proses revitalisasi sehingga penerbangan harus dialihkan.

Direktur Utama AP II Muhammad Awaluddin memastikan, khususnya kapasitas di Bandara Soekarno-Hatta sangat bisa mengakomodasi pemindahan penerbangan tersebut. Hal tersebut perlu dipastikan mengingat selama pandemi Covid-19 banyak pesawat yang parkir di Bandara Soekarno-Hatta karena tidak dioperasikan.

"Kapasitas bandara utamanya di Bandara Soekarno-Hatta sangat cukup. Yang parkir sudah banyak yang terbang lagi," kata Awaluddin kepada Republika, Ahad (23/1).

Awaluddin memastikan, slot penerbangan yang ada juga sangat cukup untuk menampung perpindahan tersebut. Sebab, kata dia, penerbangan dari Bandara Halim Perdanakusuma tidak hanya dialihkan ke Bandara Soekarno-Hatta, tapi juga empat bandara AP II lainnya.

Penerbangan dari Bandara Halim Perdanakusuma akan dipindah ke lima bandara. Kelima bandara tersebut, yakni Soekarno-Hatta Tangerang, Husein Sastranegara Bandung, Bandara Internasional Jawa Barat BIJB Kertajati, Pondok Cabe Jakarta, dan Budiarto Tangerang.

Sebanyak 21 operator penerbangan di Bandara Halim Perdanakusuma akan dialihkan. Penerbangan tersebut terdiri atas dua maskapai niaga berjadwal, 17 maskapai niaga tidak berjadwal, dan dua maskapai kargo dengan total jumlah armada 67 unit pesawat.

Selain itu, juga ada pesawat militer yang beroperasi di Bandara Halim Perdanakusuma dialihkan. Awaluddin menuturkan, pesawat militer yang akan dialihkan operasionalnya sebanyak 12 unit pesawat militer. "Skenario perpindahan operasional penerbangan dirumuskan oleh tim Operation Readiness and Airport Transfer (ORAT) yang dibentuk AP II," tutur Awaluddin.

Awaluddin memastikan, tim ORAT bersama stakeholders lainnya, yakni Kementerian Perhubungan, Kantor Otoritas Bandara Wilayah I, AirNav Indonesia, maskapai, dan ground handling telah menyusun skenario perpindahan sejak sekitar dua bulan lalu. Rapat koordinasi juga dilakukan bersama seluruh stakeholders untuk memuluskan skenario perpindahan operasional yang sudah disetujui seluruh pihak.

Dalam kesempatan terpisah, Direktur Operasi dan Pelayanan AP II Muhamad Wasid mengemukakan, AP II memastikan perpindahan operasional armada maskapai niaga tidak berjadwal mulai dilakukan sejak 21 Januari 2022 hingga 25 Januari 2022.

"Maskapai niaga tidak berjadwal dari Bandara Halim Perdanakusuma dipindah ke Bandara Soekarno-Hatta, Bandara Pondok Cabe, dan Bandara Budiarto," kata Muhamad Wasid dalam pernyataan tertulisnya, Sabtu (22/1).

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Halim Perdanakusuma Airport (halimperdanakusumaairport)

Wasid memastikan, fasilitas keselamatan dan keamanan penerbangan di bandara penerima dapat menangani perpindahan armada. Selain itu, juga sudah memperhitungkan fasilitasnya, seperti landasan pacu, apron, dan taxiway.

Sebelumnya, Juru Bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati menjelaskan, Bandara Halim Perdanakusuma akan ditutup sementara mulai 26 Januari 2022 untuk proses revitalisasi. "Waktu penutupan diperkirakan paling lama 3,5 bulan," kata Adita, Jumat (21/1).

Revitalisasi bandara tersebut berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 9 Tahun 2022 tentang Revitalisasi Fasilitas Pangkalan Tentara Nasional Indonesia atau Bandara Halim Perdanakusuma. Revitalisasi dilakukan untuk memperbaiki fasilitas sisi darat dan udara untuk meningkatkan aspek keselamatan, keamanan, dan kenyamanan penerbangan. 


×