Siswa mengikuti pembelajaran tatap muka (PTM) di SDN Lempuyangwangi, Yogyakarta, Senin (17/1/2022). Pemerintah Kota Yogyakarta hingga kini belum menerapkan PTM 100 persen karena menunggu evaluasi PTM 70 persen. Rencananya PTM 100 persen akan diberlakukan | Wihdan Hidayat / Republika

Nasional

22 Jan 2022, 09:48 WIB

Daerah Hati-Hati PTM 100 Persen

Sebagian daerah tidak merekomendasikan PTM 100 persen.

PEKALONGAN -- Sejumlah daerah masih hati-hati untuk membuka pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen di sekolah. Pemerintah Kota Pekalongan, Jawa Tengah, mengingatkan kepada satuan pendidikan agar melakukan protokol kesehatan ketat saat penerapan PTM pada Februari 2022.

"Penerapan PTM 100 persen mengacu pada kebijakan pemerintah pusat dan instruksi Wali Kota Pekalongan," kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekalongan, Zainul Hakim, Jumat (21/1).

Penerapan PTM 100 persen, kata dia, juga karena vaksinasi tenaga pendidik dan anak usia 6-11 tahun makin meningkat. Pemkot Pekalongan akan tetap memberikan syarat mutlak bagi sekolah agar menerapkan prokes secara ketat dan menyesuaikan kapasitas ruang kelas.

"Kami akan menerapkan jaga jarak. Jika kelas tidak memiliki ruangan yang luas, maka bisa menggunakan metode sif dengan mengatur waktu kegiatan belajar mengajar," katanya.

Sementara, Satgas Covid-19 Kabupaten Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara, tidak merekomendasikan PTM 100 persen. Ketua Satgas Covid-19 Minahasa Tenggara, Jani Rolos, mengaku, pihaknya tidak mau gegabah untuk mengeluarkan rekomendasi. "Kami ingin pastikan semua sarana pendukung dan capaian vaksinasinya sudah maksimal, baik tenaga pendidik dan para siswa," kata dia, kemarin.

Meski begitu, proses persiapan PTM di sekolah terus dimatangkan. Sarana pendukung serta pelaksanaan teknis belajar mengajar di saat pandemi dipersiapkan. "Satgas Covid-19 di setiap sekolah juga wajib dibentuk untuk pengawasan pelaksanaan protokol kesehatan," ujarnya.

Jika semua sarana pendukung dan pelaksanaan vaksinasi bagi para guru serta siswa sudah dilakukan secara menyeluruh, pihaknya segera mengeluarkan rekomendasi.

Kepala Dinas Pendidikan Minahasa Tenggara Ascke Benu memastikan seluruh fasilitas pendukung dan jadwal kegiatan belajar telah diatur di setiap sekolah. "Proses pelaksanaan PTM seratus persen sudah kami simulasi di setiap sekolah. Dan kami pastikan untuk seluruh guru dan para tenaga pendukung di sekolah sudah divaksin, termasuk juga para siswa," kata dia. 

Balai desa jadi tempat isolasi

Kementerian Kesehatan telah memprediksi puncak gelombang kasus Covid-19 varian omicron terjadi pada akhir Februari sampai awal Maret. Sebagai langkah antisipasi lonjakan pasien, Kemenkes akan menambah jumlah tempat isolasi.

"(Kita minta pemerintah daerah) menambah tempat isolasi terkendali, termasuk pada level desa atau kelurahan untuk penyiapan balai desa sebagai tempat isolasi," kata Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes Siti Nadia Tarmidzi.

Selain balai desa, kata Nadia, pihaknya juga meminta pemerintah daerah (pemda) untuk mengubah lapangan tertutup dan aula masjid sebagai tempat isolasi terkendali.

Pengubahan fasilitas publik jadi tempat isolasi ini sebenarnya bukanlah hal baru. Sebab, sudah pernah diterapkan saat puncak gelombang kasus akibat varian Delta pada pertengahan 2021. "Ini sifatnya mengaktifkan kembali, ya. Kita siap sedia dan kita sudah ingatkan pemda masing-masing," kata Nadia.

Dengan demikian, pengubahan fasilitas publik jadi tempat isolasi akan dilakukan apabila jumlah pasien di suatu daerah mulai melonjak. Pihaknya juga sudah mengingatkan pengelola rumah sakit untuk bersiap-siap menambah jumlah tempat tidur untuk pasien omikron saat terjadi lonjakan.

photo
Sejumlah siswa kelas XI MTs Nuruh Huda mengikuti pembelajaran tatap muka (PTM) di rumah warga di Desa Keblukan, Kaloran, Temanggung, Jawa Tengah, Rabu (19/1/2022). Sebanyak 17 siswa untuk sementara mengikuti PTM di kelas darurat karena atap ruang kelas roboh. - (ANTARA FOTO/Anis Efizudin)

Pihak rumah sakit akan menggunakan tempat tidur pasien umum untuk pasien Covid-19. "Nanti pihak rumah sakit akan melakukan konversi tempat tidur," katanya.

Menurut dia, pihak rumah sakit sudah siap untuk melakukan hal itu karena juga sudah pernah melakukan hal serupa saat puncak gelombang delta. Dengan pengalaman menghadapi puncak gelombang delta dan persiapan saat ini, Nadia meyakini fasilitas kesehatan Indonesia akan lebih siap menghadapi puncak gelombang delta nanti. "Insya Allah (sekarang kita lebih siap menghadapi puncak omikron)," ujarnya.

Sebelumnya, Kamis (20/1), Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan puncak gelombang kasus Covid-19 akibat varian omikron di Indonesia akan terjadi pada akhir Februari sampai awal Maret. "Tinggal bagaimana (kita) bersiap menghadapinya," kata Budi.


×