Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken (kiri) dan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov (kanan) memberi isyarat saat mereka tiba untuk pertemuan di Harpa Concert Hall di Reykjavik, Islandia, Rabu (19/5/2021) di sela-sela puncak Arctic Council Ministerial | AP/Saul Loeb/Pool AFP

Internasional

22 Jan 2022, 05:33 WIB

Menlu AS dan Rusia Bertemu di Jenewa

AS berjanji akan menanggapi permintaan Rusia, pekan depan.

 

 

JENEWA -- Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony Blinken bertemu dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov di Jenewa, Jumat (21/1). Pertemuan itu untuk membahas meningkatnya ketegangan mengenai Ukraina setelah pertemuan pekan lalu tidak memberikan hasil.

"Kami tidak berharap akan menyelesaikan perbedaaan kami hari ini. Namun, saya berharap dan ingin agar kita bisa saling membuktikan apakah jalur diplomasi atau dialog tetap terbuka," kata Blinken kepada Lavrov, sebelum perundingan tertutup dimulai. "Ini momen amat penting."

Senada dengan Blinken, Lavrov juga mengakui tak berharap akan ada terobosan dalam perundingan ini. "Yang kami harapkan adalah jawaban konkret atas proposal kami yang konkret," kata Lavrov.

Biden dan Lavrov sempat bersalaman sebelum perundingan dimulai. Namun, usai pertemuan, kedua diplomat senior ini tetap terlihat berjauhan. Masing-masing menggelar konferensi pers terpisah.

Setelah perundingan usai, Lavrov mengatakan, pembahasan berlangsung "konstruktif dan bermanfaat". AS, katanya, pekan depan akan memberikan tanggapan tertulis atas tuntutan Rusia terkait Ukraina dan Organisasi Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO). Artinya, masa tenggang ini akan meredakan ketegangan selama beberapa hari. 

photo
Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov. - (AP/Mikhail Voskresensky/Pool Sputnik Kremlin)

Namun, Lavrov menolak menguraikan langkah yang diambil dalam perundingan itu. "Saya tidak bisa mengatakan apakah kita berada di jalur yang benar atau tidak," kata Lavrov. "Kita akan lihat saat mendapatkan tanggapan dari Amerika."

Lavrov berharap, emosi akan reda dalam pembahasan Ukraina. Ia berharap, perundingan akan berlanjut di kemudian hari. Lavrov juga mengulangi pertanyaan bahwa Rusia tidak menjadi ancaman bagi Ukraina.

Ada kekhawatiran bahwa Rusia akan menginvasi Ukraina, meski tudingan ini dibantah Rusia. Namun, Rusia mengancam akan mengambil tindakan jika NATO menolak Ukraina sebagai anggotanya. Rusia juga meminta NATO melucuti pasukan dan perlengkapan militer yang ditempatkan di Eropa timur.

Permintaan Rusia ini ditolak AS dan NATO. Sedangkan Rusia tidak menjelaskan tindakan militer apa yang akan mereka ambil atas penolakan itu.

Kisruh di Ukraina pernah memuncak ketika Rusia mendukung gerakan separatisme di Krimea. Rusia kemudian menganeksasi Semenanjung Krimea yang berlokasi di kawasan Ukraina timur pada 2014 lalu. Konflik ini telah menewaskan lebih dari 14 ribu jiwa.

Krimea telah lama menjadi perebutan Ukraina dan Rusia. Sedangkan PBB masih mengakui Krimea sebagai wilayah Ukraina.

photo
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Antony Blinken. - (AP/Andrew Harnik/AP Pool)

Wakili suara Barat

Pada Rabu (19/1), Blinken menekankan dukungan AS pada Ukraina. Ia juga bertemu dengan Pemerintah Ukraina di Kiev. Ia kemudian bertemu wakil pemerintahan Jerman, Prancis, dan Inggris di Berlin. Di sana ia mengatakan, Blinken mengatakan Presiden Rusia Vladimir Putin dapat memerintahkan invasi dalam waktu dekat.

Deputi Menteri Luar Negeri AS Wendy Sherman dan Deputi Menteri Luar Negeri Rusia Sergie Ryabkov juga bertemu di Jenewa pekan lalu. Tampaknya kedua belah pihak tidak dapat menemukan jalan tengah.

Pemerintah AS juga tidak yakin pertemuan antara dua menteri luar negeri memberikan hasil nyata. Berulang kali Blinken mengatakan Rusia telah menyebarkan "disinformasi" yang bertujuan untuk merusak stabilitas Ukraina.

Pada Kamis, Blinken mengatakan, upaya diplomatik pekan ini artinya ia dapat mewakili pandangan bersama negara-negara Barat terhadap Rusia. Serta menekan Rusia untuk mundur.

"Persatuan ini memberi kami kekuatan, kekuatan yang mungkin bisa saya tambahkan tidak bisa ditandingin Rusia, dan itu mengapa saya bisa mewakili pandangan, preferensi bersama, dalam upaya diplomatik yang Amerika Serikat dan sekutu-sekutu dan mitra Eropa coba temukan untuk menurunkan ketegangan dalam konflik ini," katanya.

Sumber : Reuters/AP


×